Setelah Gibran dipuji perkara nyuruh org tua bawa bekel dan tolak MBG, skrng giliran Kaesang yg dipuji krna tdk tertawa ketika Bowo blng gblk
WHAT’S WRONG WITH Y’ALL! Mrka itu sekeluarga sama aja, jgn pernah lupa klu mrka adlh org yg merusak konstitusi negara ini
Tiap kali kalian ngerasa pusing dan muak sama pidato gak jelas Prabs, selalu ingat ada peran pria solo yg bisa membuatnya berdiri disana.
Bro still did a damage to us even after stepping down from power.
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
Biar sekalian saya bantu BPS menjelaskan.
Desil tidak dihitung dari gaji bulanan.
Rumah tangga diperingkat memakai puluhan indikator sosial ekonomi.
BPS menyebut sekitar 39 variabel, PMT, machine learning, dan data administratif.
Nah, problemnya di sini.
Kita cuma dikasih hasil dan infografik, sementara bagian paling penting yang auditable justru nggak dibuka
Parameter model, bobot variabel, cara pemeringkatan, performa model, sampai inclusion dan exclusion error tidak dibuka secara rinci untuk bisa diaudit.
Lalu bagaimana kita tahu desil 9 memang lebih sejahtera dari desil 8?
Bagaimana menguji bias wilayah, bobot kendaraan, rumah, pekerjaan, atau aset?
Di medsos sudah banyak warga mengeluh desilnya jauh dari kondisi nyata. Itu seharusnya jadi alarm validasi.
Kalau desil dipakai menentukan bansos dan subsidi, buka metodologinya sampai bisa diuji.
Jangan cuma kasih infografik SALAH, BENAR, HOAX, tapi ketika diminta hitungan detail jawabannya selalu:
POKOKNYA ADA.
anies curhat dapat perlakuan buruk waktu kampanye:
- ada kota yang seluruh listriknya dimatiin sama pln
- pas dia mau kampanye di sana
- itu bukan cuma soal mikrofon doang
- tapi listrik satu kota
- panitia penyelenggara terpaksa pinjem genset diesel
- pln bolehin pake genset
- tapi gak boleh pake sistem kabel listrik mereka
- dia bilang "it's all right, don't worry, let's move on"
- dia gak mau bikin itu jadi masalah besar
- dia gak pernah bahas soal kejadian itu selama kampanye
- kalau ditanya baru dia cerita, kalau gak ditanya dia gak akan cerita sendiri
- dia bilang itu wajar, bagian dari tantangan yang harus dihadapi kalau mau berjuang
- dia analogiin kayak main bola
- kalau lawan main kasar itu tugas wasit kasih kartu,
- bukan tugas pemain buat protes
- fokusnya tetep main dan berjuang terus
#intinyadeh ratusan siswa SMKN 6 Semarang keracunan menu MBG.
Ambulans dtg anter2in korban. Dari speaker sekolah diumumin “mohon tidak didokumentasikan”
Jumlah korban awalnya 690, bertambah jd 707 siswa.
Sejumlah siswa mendapati ayam masih mentah, ada ulat di olahan sayur.
Presiden Prabowo Subianto menyebut wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai 'londo ireng'.
Ini adalah kesekian kalinya Presiden menyebut soal kecurigaan terhadap 'antek asing'. https://t.co/DxVkhPVyIq
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
“ga peduli ah jennifer pendukung prabowo, salah satu yang bikin negara kita bobrok, pokoknya waktu nikah dia cantik, keren diputer di TV 🥺🥺🥺”
fuck you and your parasocial little dreams, those celebrities don’t even give a fuck about y’all as long as they get money and exposure!
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?