Kita hanya ingin melawan sosok yang belakangan ini terlalu dinabikan, sehingga menjadikannya kebal hukum, congkak, membusung dada sebagai nada bahwa ia pasti berkuasa sebentar lagi. Pemimpin yang bertangan besi mematikan nyali, dan pemimpin yang dinabikan mematikan nalar.
Apa apaan dah ni
Emang jaga toko sampai tengah malam ya?
Mau ngelayanin kuntilanak apa gimana?
Kok saya agak curiga.
KDMP ini sepertinya bukan koperasi beneran. Ada motif tersembunyi di balik berdirinya KDMP.
Sampai-sampai pesertanya mesti ikut komcad. Aku pun ga yakin ini hanya proyek saja.
Dan ini terkait dengan politik, pastinya.
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
• Bikin dapur, ada yg keracunan.
• Bikin toko, ada yg mati.
• Bikin program, semua dadakan.
• Bikin aturan, aturannya langgar.
• Bikin janji, kapan realisasi?.
• Bikin slogan, solusi belum terasa.
• Bikin kebijakan, protes bermunculan.
• Bikin regulasi, polemik muncul.
• Bikin kabinet, kursi menteri bertambah.
• Bikin badan baru, birokrasi makin panjang.
• Bikin target, capaian dipertanyakan.
• Bikin konferensi pers, pertanyaan belum terjawab.
• Bikin rapat, keputusan belum jelas.
• Bikin wacana, eksekusi tertunda.
• Bikin gebrakan, hasilnya mana?
• Bikin sensasi, substansi menghilang.
• Bikin pidato, malah ngaco.
• Bikin pencitraan, malah blunder.
Berharap pekerjaan.
Dan kita ngga punya pilihan.
Pekerjaannya pun bukan industri atau kantoran apa gitu. Pekerjaan yang pakai APBN, pajak kita juga..
Buat ngasih ke rakyat. Rakyatnya masih disiksa.
Bajingan macam apa coba? Jahat. Pertamakali aku mendoakan karena sakit hati.
Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer akan diterjunkan ke 178 Sekolah Rakyat sebagai pembentukan karakter
Materinya: menyetrika baju, merapikan tempat tidur/ sprei, penataan lemari, nyemir sepatu
Mau sampe kapan kebodohan presiden berakhir, semuanya mau dimasukin TNI
Akhirnya terjadi yang saya khawatirkan. Ini bukan semata karena UKT naik, tapi karena pemerintahan Presiden @prabowo menganggap calon mahasiswa dari keluarga yang penghasilannya 2,5juta dari Provinsi dgn UMP Rp2,4juta, dianggap anak orang kaya yang mampu membiayai UKT nya secara mandiri, Sehingga tidak berhak mengakses KIPK.
Kebijakan edan !!!
Dikasih kuasa menjadi seenaknya, malah membuat kebijakan yang sudah baik, jadi buruk.
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
KENAPA. GAK. DARI. AWAL???
KAYAK PROGRAM-PROGRAM INI YANG PENTING JALAN DULU, PIKIR NANTI.
GAK ADA KAJIAN AWAL, PILOT PROJECT, SCALING?
BIKIN TOKO KELONTONG AJA GITUUUU.
INI LEVEL NEGARA PAKKK.
Dari kecil dibiasakan pakai jalur khusus, dari sekolah, pilkada sampai jadi wapres.
Suka jalan pintas, termasuk mecah belah solidaritas ojol dan terakhir mecah belah gerakan mahasiswa. Kebiasaan buruk dari kecil. Najis!!!