Konsep yang menarik, sebuah PT atau badan usaha yang tidak mengambil keuntungannya??
Harusnya pemerintah ini mencontoh PT DSI, menyelenggarakan pemerintahan dengan tanpa memungut pajak
Kerja ikhlas kerja cerdas tanpa biaya
Soal Pembentukan PT DSI, Wamentan Pastikan Pelaku Usaha tidak Dirugikan
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono turut buka suara terkait dengan kekhawatiran pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Ia menegaskan bahwa PT DSI adalah perusahaan pengelola dan pengawas sehingga tidak mengambil keuntungan.
“Disampaikan bahwa PT DSI adalah perusahaan pengelola dan pengawas yang melakukan secara transparan dan akutabel nantinya, kemudian tidak mengambil keuntungan. Ya saya ulangi, tidak mengambil keuntungan,” ucap Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat (29/5).
Dengan adanya PT DSI ini, ia memastikan pelaku usaha yang selama ini baik-baik saja itu tidak akan ada imbas apa pun, tidak akan ada perubahan, serta juga tidak akan dirugikan. Dirinya menyatakan bahwa tujuan dari diberlakukannya satu pintu ekspor melalui PT DSI adalah untuk meminimalisir kerugian-kerugian negara atas praktek-praktek yang selama ini diduga dilaksanakan oleh oknum-oknum tertentu dalam perdagangan ekspor sumber daya alam.
“Jadi objektifnya itu bukan untuk nyari untung di DSI bukan tapi objektifnya adalah menertibkan yang tertib jalan terus yang belum tertib ditertibkan. Praktik-praktik seperti underinvoicing dan underpricing atau transfer pricing itu kemudian bisa kitaberantas sehingga semua dikelola dengan tertibadanya keadilan ekonomi yang baik dan negara mendapatkan penerimaan negara sebagaimana mestinya itu yang menjadi tujuan dari diberlakukannya satu pintu ekspor,” tukasnya. (M-1)
Naskah: MI/Naufal Zuhdi
Editor Video: MI/Rifaldi Putra Irianto
#Danantara
#Pertanian
#Wamentan
“The first panacea for a mismanaged nation is inflation of the currency; the second is war. Both bring a temporary prosperity; both bring a permanent ruin. But both are the refuge of political and economic opportunists.”
— Ernest Hemingway
Mau nambahin lagi satu sumber tempat download buku gratis yang 100% LEGAL, dari STEM sampai SOSHUM, dari fiksi sampai non-fiksi, ga perlu cari-cari situs pembajak buku lagi
https://t.co/huWDqFoXnA
When a president owns nearly 100K Ha of pulpwood plantation in the region wrecked by floods & landslides that killed hundreds of his own citizens, he can't plausibly lead the country out of crisis. He is part of the crisis.
Jakarta Post X Omong-Omong:
https://t.co/SzCrKMEvCR
Guys, pada 2015, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Mayor Isman atau akrab dipanggil Mas Isman. Gelar itu memang layak diberikan kepada Mas Isman mengingat lelaki asal Malang ini adalah salah satu tokoh pendiri Tentara Pelajar di masa revolusi.
Tapi, tak banyak orang tahu jika Mas Isman menolak dirinya disebut pahlawan. Ia mengatakannya dalam suatu pidato saat merayakan kepergian tentara Belanda di alun-alun kota Malang pada 1950.
Bisa jadi para pahlawan yang benar-benar berjuang untuk negeri ini berpikir sama seperti Isman. Tapi banyak orang dan pemerintah daerah justru berlomba-lomba menyodorkan nama untuk dijadikan Pahlawan Nasional. Tak jarang ada kepentingan politik di dalamnya, termasuk dari penguasa.
Indonesians and Moroccans really will be like "Death to Israel!" And then flood my mentions with slurs when I draw attention to the fact that Indonesia and Morocco are literally no different because of what they are doing in the Western Sahara and West Papua
Bagian yang paling menarik dari sebuah agama adalah mencontoh budaya.
Makanya belakangan lebih populer disebutkan “budaya agama A” Katimbang “Ajaran agama A”. Karena ending dari sebuah agama adalah budaya baru yang tanpa peduli itu benar atau salah.
@taufik_q Setelah itu stroke. Karena di Indonesia masaknya pakai bumbu lengkap beda dengan negara Arab...Masaknya aman dari bumbu2 yang menyumbat pembuluh darah
Tahu gak @tokopedia & @TokopediaCare ?
bahwa duitku nyangkut di tokped sudah sejak tanggal 21 Agustus 2025. Namun agen Cs nya tidak ada respon penyelesaian sampai sekarang.
Apa memang tokped sekarang sudah nyerah ya dan sudah mulai memakai uang customernya untuk operasional?
Menormalisasi sesuatu yang salah merupakan masalah utama yang kita hadapi saat ini.
Kita menormalisasi politik uang, menormalisasi korupsi, menormalisasi kolusi bahkan menormalisasi perusakan alam oleh para konglomerat.
45 menit sama sensei ngobrolin Indonesia dan statement dia:
"Your country is burning. Why is your president attending a useless parade?"
"I don't understand why police love to kill people who spend their tax for police facilities and salaries."
Sensei Ainggg!!!