Made with seedance 2.5
Prompt 👇
Create a high-quality vertical 9:16 3D animated educational kids video in a bright, colorful, cute nursery-rhyme style.
Main character:
A cute adorable toddler boy, around 2 years old, with chubby cheeks, big expressive eyes, short light-brown hair, wearing a bright blue T-shirt with a playful “LOL Kids” style graphic and matching diaper/shorts. Keep the child’s appearance consistent throughout the entire video.
Environment:
A clean, bright indoor children's learning room with a glossy white floor, colorful geometric shapes scattered around the background, playful decorations, and a series of colorful doors. Use vibrant red, blue, yellow and green doors. Soft studio lighting, cheerful atmosphere, polished 3D cartoon animation, smooth reflections, high-quality Pixar-like children's animation aesthetic.
VIDEO SEQUENCE:
Scene 1 — A for Apple:
The toddler stands in front of a bright red door with a large bold yellow letter “A” on it. He reaches toward the door handle and opens the door with excitement. Behind the door is a colorful apple-themed environment with red apples. Show the text “A - APPLE” at the top. The child looks surprised and happy.
Scene 2 — B for Banana:
Cut to a bright blue door with a large yellow “B”. The toddler walks toward it, reaches for the handle and opens the door. Reveal a playful collection of bright yellow bananas behind the door. Display “B - BANANA” at the top.
Scene 3 — C for Cat:
Show a yellow/orange door with a large red “C”. The toddler opens the door and a cute friendly cat appears behind it. The child reacts with excitement and curiosity. Display “C - CAT”.
Scene 4 — D for Dog:
Show a red door with a large yellow “D”. The toddler opens it and reveal a cute friendly brown-and-white puppy standing behind the door. The puppy happily looks toward the child. Display “D - DOG”.
Scene 5 — E for Elephant:
Show a blue door with a large yellow “E”. The toddler opens the door and a cute baby elephant appears. The elephant playfully raises its trunk while the child reacts happily. Display “E - ELEPHANT”.
Scene 6 — F for Fish:
Transition to a bright underwater-themed aquarium area. Show colorful orange fish swimming inside a large glass aquarium. The toddler stands beside it and looks excitedly at the fish. Display “F - FISH”.
Scene 7 — G for Grapes:
Show a green door with a large yellow “G”. The toddler opens the door and discovers a huge bunch of shiny purple grapes behind it. He points toward the grapes with excitement. Display “G - GRAPES”.
Scene 8 — I for Ice:
Show a red door with a large yellow “I”. The toddler stands beside the closed door, reaches for the handle and opens it. Reveal a playful icy environment. Display “I - ICE”.
Scene 9 — J for Jelly:
Show a blue door with a large yellow “J”. The toddler opens the door and reveal colorful jelly/jelly dessert behind it. The child points toward it happily. Display “J - JELLY”.
Scene 10 — K for Kite:
Show a red door with a large yellow “K”. The toddler opens the door and reveal a colorful kite-themed scene. Display “K - KITE”.
Scene 11 — L for Lion:
Show a green door with a large yellow “L”. The toddler opens the door and a cute friendly cartoon lion appears behind it. The lion looks gentle and playful, not scary. The toddler reacts with excitement. Display “L - LION”.
Final scene:
Show a cute fluffy hamster waving goodbye to the camera in a bright pastel background. Add cheerful text:
“Bye-Bye 👋”
and a colorful kids-learning logo at the bottom.
Animation and camera:
Smooth toddler walking and reaching movements, natural hand interaction with every door handle, realistic door opening motion, expressive facial reactions, playful character animation, gentle camera movements, medium full-body framing, occasional slow push-ins, clean transitions between alphabet scenes, consistent character proportions, bright cinematic lighting, glossy 3D rendering, vibrant colors, soft shadows, highly detailed children'
Hah?? Anjir. Logika si pongah sudaryono memang anjlokkk. Level kebodohannya kini sudah tidak bisa diukur oleh insan awam.
Kok bisa²nya bilang kalo Sekolah Negeri bisa nolak dana BOS kalau isinya orang² mampu? Dia paham konsep dana BOS sama Sekolah Negeri gak sih sebenernya??
Inimah artinya dia ngasih makna tersirat, bahwasannya, "Oh, sekolah kamu nolak MBG? Berarti semua tidak menerima MBG ya? Kalo tidak menerima MBG, berarti tidak diperkenankan menerima dana BOS juga" kek, anjenggg. Udah pongah, jahat juga lagi. Kampank.
Sekolah pengkaderan gerindra bener-bener buosokk. Alumnusnya gak paham seluk beluk kebijakan-kebijakan negara yang lahir dari rahim amanat konstitusi.
Melihat dan mendengarkan apa yang disampaikan Ferry Amsari, banyak mengkritik Rocky Gerung
-
Sekarang akal sehat RG sudah TIDAK AKAL SEHAT lagi.
Tapi menggunakan kata akal-akalan 😅😅😅
Logika bengkok macam apa ini? Membandingkan warteg pinggir jalan sama program negara bernilai ratusan triliun rupiah pakai analogi busi motor!
Analogi Warteg vs SPPG Itu Cacat Nalar. Warteg masak partai kecil, habis seketika, dan risiko langsung ditanggung penjual.
SPPG mengelola rantai pasok masif untuk perut jutaan anak sekolah dengan anggaran APBN. Kalau ada standar gizi dan sterilisasi tapi anak-anak tetap keracunan, itu bukan sabotase mistis, itu kegagalan sistemik dan pengawasan abal-abal!
Mengkriminalisasi Dapur Lapangan Saja Itu Pengecut. Enak betul lempar semua dosa ke juru masak dan relawan dapur bawah, sementara pembuat kebijakan, perancang vendor, dan kepala badan yang pegang mandat anggaran ratusan triliun cuci tangan di balik mimbar.
Tanggung jawab hukum tata negara itu melekat ke hierarki atas, bukan cuma tukang masak!
Birokrasi Jangan Baper Anti-Kritik. Kebijakan publik yang baik itu diuji dari eksekusi dan mitigasi risiko, bukan sekadar "tanda tangan mahal" atau niat baik. Kalau anak-anak sekolah tumbang keracunan massal lalu publik dilarang menuntut puncak komando, mau sampai kapan nyawa rakyat dijadikan tumbal glorifikasi figur?
Kebijakan hebat itu dinilai dari hasilnya di piring rakyat, bukan retorika pembelaan di atas panggung!
Panggung dakwah pula !!!!
Gus gus.
Penguasa selalu terlihat kuat ketika berada di atas.
Namun sejarah menunjukkan, penguasa juga takut ketika berhadapan dengan masyarakat yang mulai sadar, kritis, dan berani bersuara.
#Watchdoc
Dapet pengetahuan baru di podcast Friends hari ini!
dr Tirta ngingetin buat cek kesehatan tiap tahun, utamanya buat kalian yang usianya udah di atas kepala 3.
Yang paling penting: tes darah lengkap, fungsi ginjal, dan fungsi hati. Kalo ada dana lebih, cek juga nutrigenomik, yaitu susunan genetik yang memengaruhi gimana respons terhadap makanan, nutrisi, dan olahraga ✨
Terus Om Deddy Corbuzier juga ngingetin buat 10-3-2-1 tiap hari.
~10 jam berhenti minum kopi sebelum tidur.
~3 jam berhenti makan sebelum tidur.
~2 jam berhenti minum sebelum tidur.
~1 jam berhenti main hape sebelum tidur.
dr Tirta membenarkan kalau 10-3-2-1 ini efektif buat jaga kesehatan jangka panjang. Tapi kalo dr tirta, biasanya nuker 2-1. Berhenti minumnya 1 jam, berhenti main hapenya 2 jam.
Kalo dr Tirta sendiri, karena suka banget sama kopi, dia maksimal minum kopi 4 jam sebelum tidur 😎
Laporan mendalam tvOne News hari ini menyajikan kenyataan pahit yang makin tak terbantahkan: masyarakat Indonesia resmi bergeser dari fase "Makan Tabungan" menuju taraf yang jauh lebih mengerikan, yaitu "MAKAN UTANG" demi sekadar menyambung hidup sehari-hari.
Ketika Istana terus mengagungkan klaim pertumbuhan ekonomi di atas kertas, data riil di lapangan membongkar borok yang menghancurkan kelas menengah-bawah :
1. Utang Konsumtif Tembus Rp156 Triliun.
Akumulasi utang rakyat lewat pinjaman online (pinjol) dan paylater melonjak fantastis menembus angka Rp156 Triliun. Ekonom senior INDEF (Tauhid Ahmad) menegaskan ini bukan lagi untuk belanja modal atau gaya hidup, melainkan murni untuk membiayai beras, minyak goreng, dan telur akibat pendapatan riil yang tak lagi cukup.
2. Tabungan Ludes, Terjebak Bom Waktu Bunga Pinjol.
Setelah tabungan keluarga terkuras habis selama 2 tahun terakhir dihantam inflasi pangan, rakyat kini dipaksa masuk ke lubang utang ber bunga tinggi dan denda akumulatif yang menciptakan bom waktu finansial massal.
3. Disparitas Upah vs Inflasi Pangan akibat Ugal-ugalan Fiskal.
Pemicu utamanya sangat jelas: gaji/upah stagnan, tetapi harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Di saat yang sama, APBN justru dibakar ratusan triliun untuk proyek-proyek sentralistis pemborosan (seperti MBG & Kopdes), sementara kelas menengah dibiarkan terjepit tanpa jaringan pengaman sosial.
Vonis untuk Pengelola Negara:
Mengelola ekonomi itu diukur dari terisinya piring dan isi dompet rakyat di akar rumput, bukan dari retorika pidato dan manipulasi angka statistik! Ketika rakyat harus berutang pinjol hanya untuk makan beras, di situ rezim telah gagal total menjaga kedaulatan ekonomi warga.
Stop pemborosan APBN demi proyek kosmetik, tekan inflasi pangan, dan kembalikan daya beli rakyat sebelum krisis utang konsumtif ini meledak menjadi krisis finansial nasional.
@yurnaliis Saya dulu punya collection point j&t bayar 10jt, baru 6 bulan buka disuruh tutup n tidak ada biaya kompensasi. Nyesel banget buka jnt, buang² waktu n uang