This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Bayangkan, ngatain agama dan nabi cuma disebut opini doang ๐ ๐ ๐
Giliran kita nyebut LGBT gak normal dianggap kebencian.
Standarnya banyak bangeettttsss
@atokdalangs4 ojol tu aku rasa keseringan di belain jadi banyak yang rese dan ngerasa paling susah gini (gasemua, tapi banyak). padahal yang lain juga sama sama kerja, cape. kemarin juga liat postingan kasir resto cerita, kalo dia dimaki maki ojol perkara minta tolong bantuin hubungin cust
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9โ16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
๐
Karena kalian gak napak tanah, hiduo p dalam bubble, ngira kalian mayoritas, padahal sebaliknya, kalian itu (kaum homo dan kawan2nya) sedikit dan dibencj masyarakat Umum
Kok gak sadar2???
Orang ini berfikir, mayoritas masyarakat Indonesia bakal musuhin Aldi Taher karena dia nentang kaum Homok???
Lmaooo get real bro, touch some grass ๐คฃ๐คฃ๐คฃ