@mrcorleoneeeeee Setahu gw Dokdes itu pernah bilang dia bukan ateis. Tuhan ada syukur ga da ya ga masalah. Itu kata dia.
Yang jujur sajalah anda tuan..anda mengartikan ateis sebagai individu yang ga peduli tuhan ada atau tidak itu darimana tuan? Mohon pencerahannya tuan..
Lu tuh maunya ngobrolin ateism atau sains sih? Kalau lu mau ngobrolin ateis cukup ateis saja. Ga usah nyerempet2 sains.
Dan sejak kapan ateis itu adalah sebutan untuk orang yg masa bodo dengan ada atau tidaknya tuhan? Ini definisi ateis dari mana?
Nah. Lagian ateisme itu bukan kelompok sosial yg terorganisir, cuma sebutan untuk individu2 yg lebih ke masa bodo dengan ada atau tidaknya tuhan (tidak pula mutlak tidak percaya. Ada syukur gak ada juga gpp)
Dan gak punya kepentingan semacam marketing rekrutmen utk agenda kolektif bikin org lain jadi ikutan.
Tapi ya seperti kaum agamis, ateis juga banyak bigotnya. Ini yg dikritik Nietzsche dalam beberapa tulisannya, sebagai orang2 yg juga dogmatis dan menjadikan ateisme sebagai agama baru.
Banyak ateis yg simpatik seperti Carl Sagan, Russel, Camus, ada juga yg sering nyari gara2 macem @RichardDawkins ๐
Ada gerombolan yang ga percaya kejaksaan. Ada gerombolan yg ga percaya KPK padahal KPK sudah ga jadi kandang Taliban lagi. Sudah dinasionalisasi oleh JKW.
Beberapa kali mengikuti kasus Gus Yaqut tapi makin diikuti makin bingung dengan kasus ini.
Yg jelas2 terima duit malah tidak jadi tersangka. Jangan sampai kasus ini membuat warga NU merasa mereka sedang ditarget.
@myshawti Banyak perusahaan2 yang kerjasama dengan Parjo untuk melatih kedisiplinan pegawai. Ngapainnnnnnnnnn tolollllll?????
Justru sistem yang ada di perusahaan itu sudah sangat bagus lebih bagus dari sistem yg ituhh