@susno2g Presiden sudah kurang waspada. Apapun yg diterima dilahap. Semakin mudah sabotase dr lawan politik geng sono. Apalgi melihat usia beliau sekarang
Laporan dari Korea di program KLAB, KBS tentang MBG:
Sejak tahun lalu, siswa, balita, ibu hamil -- sebanyak 83 juta orang menerima 1 kali makan siang gratis.
Keliatannya bagus.
Tapi kata Prof. Youngkyung Ko dari Yonsei University:
"Proyek sebesar ini, tapi dijalankan dengan tergesa-gesa. Padahal anggarannya LUAR BIASA, 320 triliun rupiah. Hampir 18% dari total anggaran negara."
"Tapi program ini dijalankan secara nasional, tanpa persiapan yang matang, pengadaan, SOP, dan rantai pasok yang matang. SEMUA BELUM SIAP. SEMUA BERANTAKAN."
Belum lagi, ternyata operasional program ini berbeda dengan yang biasa kita kenal (di Korea, makan siang dimasak di dapur sekolah).
Bukannya dimasak di sekolah, tapi dipesan dari pihak ketiga. Lalu diantar ke masing-masing sekolah.
Indonesia panas, belum lagi dimasak pagi-pagi, membuat kondisi makanan jadi kurang baik. KERACUNAN DI MANA-MANA.
Koresponden KBS di Indonesia:
"Kalau saya tanya warga sekitar, harusnya MBG bukan prioritas, lebih utama kesejahteraan rakyat dan stabilitas harga dibanding menghamburkan uang untuk program ini."
Pemerintah akhirnya menghentikan sementara program ini selama liburan sekolah. Tapi kontroversi terus berlanjut.
Prof. Youngkyung Ko:
"Pemerintah langsung menggelontorkan dana besar-besaran untuk BGN, sampai terus menerus ada dugaan korupsi. Sampai akhirnya petinggi BGN ditangkap Kejaksaan karena korupsi."
"Belum lagi keterlibatan militer di program ini."
"Sejak Prabowo jadi Presiden, tentara boleh menduduki dan menjalankan jabatan sipil."
"Hasilnya, semua koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini."
Mahasiswa dan masyarakat pun turun ke jalan khawatir pemerintahan sipil sejak reformasi, akankah kembali ke rezim militer?
@ardisatriawan Kritik pengamat, analisis, ahli, mahasiswa dan rakyat yg sampai ke presiden "ada yg tdk suka sy memberi makan rakyat, dianggap pemborosan". Pdhl yg dikritik rakyat bukan programnya tp pelaksanaan yg amburadul
Kita selalu saja larut dlm kasus demi kasus yg tdk habis2nya. Pdahal kunci utama prbaikan adalah penataan sistemnya secara terpadu. Smua pejabat-politisi brpikirnya cendrung cuma untung-rugi & menang-kalah transaksional. Sulit brharap akan ada prbaikan kalo tdk dimulai oleh RI-1
@KangManto123@muipusat Bgmn dg kondisi peradilan yg masih banyak, bhkn scr telanjang logika hukum diterjang oleh hakim begitu sj. Misal tdk ada bukti aliran dana scr konkrit tp dipaksakan vonis kuropsi