Untuk mahasiswa ekonomi atau yg tertarik international finance, ada banyak pertanyaan yg diajukan ke saya soal Krisis 98. Pertanyaan secara reguler diajukan setiap kali rupiah melemah. Platform X tentu bukan forum yg adil untuk membahas secara lengkap soal ini, krn keterbatasannya.
Yg paling baik adalah membaca kembali study2 tentang beberapa krisis yg dialami Indonesia. Sumber tiap krisis bisa berbeda.
Berikut saya berikan beberapa potongan dan referensi dari tulisan saya “Role of Exchange Rates in Threes Financial Shocks in Indonesia, yg di edit olen Maurice Obstfeld dan Douglas Irwin, dalam buku Floating Exchang Rate at Fitfy. Obsteld dan Irwin kerap dianggap “guru guru” dalam internationa trade and finance.
Dalam tulisan ini saya menunjukkan bagaimana tingkat bunga yg tinggi akibat inflasi yg tinggi mendorong private sector meminjam dari luar, dimana tingkat buat di luar negeri relative lebih rendah.
Dan krn depresiasi rupiah “ di garansi” 5% melalui managed floating exchange rate sejak 1978 membuat pelaku ekonomi menghiraukam resiko exchange rate. Pinjaman jangka pendek swasta naik.
Ketika peg rupiah harus dilepas oleh BI krn tekanan nilai tukar akibat krisis Thai Bath di Thailand, maka utang tsb dalam nilai rupiah melompat, ini yg disebut Carmen Reinhart dan Calvo sbg fear of floating.
Situasi ini dikombinasina dg banking sector yg buruk. NPL sangat tinggi dst. Silahkan membaca lengkapnya …
Menariknya ketika mulai mengadopsi flexible exchange rate, ia membantu untuk membuat pelaku pasar terbiasa dg resiko exchange rate dan membantu portfolio balancing mereka shg “risk” menjadi “calculated risk”. Lengkapnya bisa dibaca dalam buku ini
https://t.co/ApJdLKTGYv
Untuk mhs ekonomi saya sangat menganjukan membaca buku ini, krn banyak guru”internationa finance” spt Frankel, Krugers, Helene Rey, Hyun Song Shin, Linda Goldber dsb menulis dalam buku ini.
Namun dalam chapter ini, dan juga dalam paper saya di Oxford Review of Economic Policy, “ The Impossibility of the impossible trinity? The case of Indonesia, link nya
https://t.co/pXzORo0R2F
saya menunjukkan floating exchange rate ala Mundell-Flemming juga tdk bisa diterapkan sepenuhnya, krn costnya thd perekonomian juga besar terutama dalam kondisi arus modal yg volatile, krn itu Central Bank tetap perlu melalukan intervensi, bukan untuk pegging the level tetapi smoothing the volatility.
Karena itu perlu managing capital flow dan integrated framework. Silahkan membaca
Saya juga menulis
Perbandingan 3 krisis (Krisis 98, Glibal Financial Crisis dan Taper Tantrum) secara lebih rinci juga bisa dilihat dalam chapter saya Twenty Years after the Financial Crisis (free access) dalam buku yg diterbitkan oleh IMF (free access ini link nya https://t.co/uN7xjU22CH
Tentu tidak ada jawaban tunggal untuk issue ini. Tulisan2 ini adalah upaya untuk memahami apa yg terjadi dan tentu tidak bisa mengklaim sebagai satu2nya penjelas final. Ilmu pengetahun harus bisa dibuktikan salah, dan karena itulah pemikiran berkembang, krn ia tidak difinalkan. Dan paling tidak, ini membantu mengingatkan saya: bahwa saya belum selesai jg bodohnya.
BREAKING 🔥: Trump has completely surrendered in front of 🇮🇷 Iran
1 March : Trump 🇺🇸: "We will do regime change in Iran at any cost" 😂
10 March : Trump 🇺🇸: "We have finished entire Iran leadership" 😂
15 March : Trump 🇺🇸: "Iran will have to open Strait of Hormuz in next 48 hrs" 😂
20th March : Trump 🇺🇸: "I will control Strait of Hormuz along with Ayatollah" 😂
25th March : Trump 🇺🇸: "If Iran doesn't open Strait of Hormuz, i will destroy their energy plants" 😂
30th March : Trump 🇺🇸: "I can open Strait of Hormuz in just 2 mints" 😂
TODAY : Trump 🇺🇸: "I am ready to end war even if Strait of Hormuz is not opened" 😭
What a loser. Pathetic leadership 🤢
Diantara quote indah sebagai penyemangat ibadah di akhir Ramadan,
إن لم تحسن الاستقبال، فأحسن الوداع
“Jika engkau belum baik dalam memberi sambutan di hari-hari awal maka perbaikilah saat hari-hari perpisahan.”
Pagi ini lagi baca berita di forum, dan nemu ada pertanyaan sederhana gini :
"If Iran blocks off the Persian Gulf/Strait of Hormuz, why can’t countries must move their oil through The Red Sea/Gulf of Aden? "
Kenapa sih harus bergantung banget ama selat Hormuz? Kan bisa pindah aja ke selat di dekatnya; misal di Yemen (selat Bab Al Mandab) ?
nemu deh jawaban sederhana tapi make sense.
ternyata
Lihat map of Oil Field.
Peta ladang minyak, ternyata banyak banget di sekitar Teluk Persia (Persian Gulf) ..pantesan !
oh iya, bisa lihat di sini juga, Global Energy Monitor.
https://t.co/RNRBLcCSd2
BREAKING:
Spanish Prime Minister says Spain is against this disastrous war in Iran and that it is unacceptable for some to use the smoke of war to hide their failures and fill the pockets of a few.
The Mandalika Curse continues 🙈
Marc Marquez has still never finished a full race at the #IndonesianGP since it's introduction to the #MotoGP calendar in 2022 💥
🚨🗣 - Ruben Amorim:
"Six months ago after my first three games of two wins and one draw, I told you the storm is coming.
"Today atter this disaster season, I want to tell you that the good days are coming." ❤️
May 21, 2008 – Wednesday.
Manchester United beat Chelsea in the Champions League final.
May 21, 2025 – Wednesday.
Manchester United face Spurs in the Europa League final.
🇺🇸Trump naikin tarif ke China jadi 34%, trus 84%
🇨🇳China balas naikin tarif
🇺🇸Trump naikin tarif lagi jadi 145%
🇨🇳China balas lagi naikin tarif
🇺🇸Pemerintahan Trump memohon Xi untuk telpon
🇨🇳China ga respon
🇺🇸Trump mengumumkan bahwa ia siap untuk "membuat kesepakatan"
🇨🇳China tetap ga merespons
🇺🇸Trump cabut kembali tarif untuk beberapa segmen karena takut efek sangat negatif ke perusahaan teknologi Amerika