Kau kurang berusaha….
Kau kurang bersyukur…
Kau ini, kau itu…
Kenyataannya Kapitalisme berhasil membuat kita menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang dilakukan oleh aktor negara.
Kalo dipikir kembali konsep negara kesatuan ini sejak awal sudah Otoritarian, gagasan yang dipinjam dari konsep kesatuan Sumpah Palapa ini jelas menunjukan hegemoni satu kelompok atas kelompok lain.
Sekarang kita ada di zaman dimana seorang konten kreator lebih dianggap valid dalam menjelaskan sejarah ketimbang sejarawan yang menempuh pendidikan sejarah itu sendiri.
Rasanya pemerintah harus belajar dari manajemen karyawan pada perusahaan ritel besar seperti Indomaret atau alfamart. Jelas tanpa pemborosan anggaran untuk latihan jadi tentara mainan (KDMP), perusahaan-perusahaan itu meraup keuntungan yang sangat besar hingga skala Internasional
Belum hilang dari benak kita semua tentang betapa denialnya Prabowo ketika menjawab pertanyaan “kenapa masih mempertahankan program MBG?” Yang dijawabnya dengan “Daripada dananya habis di korupsi, mending buat rakyat”?
Syukurnya dari kasus Dadan kita tau jenis rakyat yg dimaksud
Akan datang hari dimana masyarakat sudah tidak peduli terhadap otoritas serta muak terhadap negara dan ketika waktunya tiba maka penguasa adalah objek pertama yang akan dimusnahkan.
Alasan mengapa Makassar dijuluki Kota Para Demonstran adalah karena Gerakan Mahasiswa Makassar hingga saat ini berhasil mempertahankan diri sebagai kekuatan politik oposisi yang konsisten, radikal, dan keras terhadap negara.
Selamat Memperingati “April Makassar Berdarah”🌹
Kolonialisme selalu bergerak dengan tiga mekanisme, 1) Industri Ekstraktif, 2) Produksi Pengetahuan, 3) Gaya Hidup.
Sialnya proses kolonialisasi tidak berhenti di tahun 1945….
Di pusat skema Maintenance suara pake modus SPPG, Kopdes, SR dan semua tetekbengeknya. Di daerah proses yang sama juga terjadi dengan skema P3K dan Honorer Daerah.
Memang bobrok betul birokrasi kita ini….
‘Revolusi Indonesia itu semu’ ia hanya melahirkan polarisasi dalam kehidupan masyarakat. Revolusi tidak ubahnya sebuah panggung sandiwara politik bagi mereka yang menginginkan kekuasaan melalui sirkulasi elit.
Sepertinya satu-satunya jalan keluar dari oposisi biner Otoritarianisme vs Anarkisme adalah lokalisme, jika otoritarianisme sebagian besar di bangun atas paradigma modernisme sementara anarkisme ditunjang kuat oleh postmodernisme, ini waktu kita beralih kpd paradigma poslokalisme
Mari merayakan 2026 sebagai tahun peringatan 1 abad matinya nasionalisme, 1926 pemberontakan pertama yang di inisasi masyarakat bumiputera dibawah komando PKI adalah penanda bahwa Nasionalisme telah mati dan kita telah membunuhnya.