@kapten__monyet they dead because of society, and even after that, no one give a single fuck about them?
ironic you ppl still think you're better human being that deserve to breath on this planet๐น
tweet aneh, dengan embel-embel "emang bener" bayangin lu ngetik gini terus dibaca sama orang yang lagi feeling depression, apa gak makin terisolasi orang-orangnya? padahal bisa bgt nanya "bagaimana cara menghadapi orang depresi agar tidak terlalu bergantung?" ๐
18! Ternyata bener, ga usah temenin orang yang lagi depresi kalau bukan keluarga kita sendiri. Setelah gue temenin, malah gue yang hampir ketularan depresi karena dia jadi bergantung banget sama gue.
dan ya, jangan pernah sok jadi pahlawan dengan kata "cerita aja ke gue, kan ada gue" kalo emang ga bisa bertanggung jawab sama perkataan lu, ya GAUSAH. lagi pula bergantung adalah respon wajar, dan kalo lu merasa keberatan sama itu, lu bisa kok ngomong baik-baik tanpa menggiring
Hidup cuma berputar di kerja doang, sekarang kerja rasanya ga nyaman tuh ga enak, mau pulang ga ada yang jadi tujuan pulang juga, gatau kedepannya mau apa.. Kaya gimana juga udah hilang arah, ga ada lagi yang bisa jadi alesan, dunia selesai besok juga gua ga peduli
Kalau suatu hari aku hilang, dunia tidak akan berhenti. Matahari tetap terbit. Orang-orang tetap berangkat kerja. Timeline tetap ramai. Namaku mungkin hanya lewat sebentar, lalu dilupakan. Ternyata sesederhana itu.
Aneh ya. Kita menghabiskan hidup berharap dianggap penting, padahal dunia tidak pernah berjanji untuk mengingat siapa pun.
Mungkin karena itu, aku berhenti hidup untuk dicari. Aku hanya ingin hidup tanpa mengkhianati diriku sendiri.
Selama aku masih ada, setidaknya harus ada satu orang yang tidak meninggalkanku.
Yaitu, diriku sendiri.
youโll be alone in the most difficult times of your life. those moments will make you wise, mature and fearless. pain will teach you who you are when nobody is coming to save you. isolation will show you your strength. silence will sharpen your spirit.
For the first time gue bener-bener sadar, ternyata sebaik apa pun kita ke orang, belum tentu mereka ngeliat kita sebagai orang baik. Orang yang kita anggap temen baik juga belum tentu nganggep kita sama. Effort yang kita kasih sebagai temen belum tentu bakal dibales dengan effort yang sama
Yang bikin heran, ada aja orang yang ngerasa paling kenal sama sifat kita, padahal aslinya enggak. Apa pun yang kita lakuin selalu dianggep ada maunya, dibilang cari kesempatan atau cari keuntungan. Padahal nggak semua pertemuan, obrolan, atau bantuan yang kita kasih itu ada kepentingannya. Kadang emang sesimpel tulus aja, cuma ya nggak semua orang bisa ngelihat itu
Hard lesson buat saya : The crying baby gets the milk.
Dari kecil jarang minta ini itu, bahkan kalo ada yg rusak pun nyoba diperbaiki sendiri dulu. Pas gede ortu saya ternyata ngeliat saya sebagai anak yg gampang diurus. Kuliah disuruh cari beasiswa sendiri, bahkan motorpun ga-
The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang โฆ gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia โanak yang baikโ.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
kehilangan respect sama seseorang itu bener bener sebuah turning point. mereka ngelakuin atau ngomong sesuatu yang seketika mengubah pandangan kita tentang mereka. from that moment on, everything just feels different.
uniknya, kita ga marah ataupun dendam. but my view of them has completely changed. kepercayaannya pudar, koneksinya hilang, dan semau apa pun kita coba balik kayak dulu, you just cannot look at them the same way again.