My favorite books and papers that came out in 2024 (in no particular order):
1. George Archer, *The Prophet's Whistle: Late Antique Orality, Literacy, and the Quran*
2. Andreas Gorke and Gregor Schoeler, *The Earliest Writings on the Life of Muhammad*
3. Ayman Ibrahim, *Muhammad's Military Expeditions: A Critical Reading in Original Muslim Sources*
4. Nathaniel Miller, *The Emergence of Arabic Poetry*
5. Nicolai Sinai, "The Christian Elephant in the Meccan Room: Dye, Tesei, and Shoemaker on the Date of the Qurʾān"
6. Zishan Ghaffar, "The Many Faces of Surat al-Ikhlas"
7. Ahmad Al-Jallad and Hythem Sidky, "A Paleo-Arabic Inscription of a Companion of Muhammad?"
8. Olivier Mongellaz, "Le four de Noé: un cas d'intertextualité coranique"
9. Joshua Little, "‘Where did you learn to write Arabic?’: A Critical Analysis of Some Ḥadīths on the Origins and Spread of the Arabic Script"
10. David Gyllenhaal and Shlomo Zuckier, "In Search of a Sinful Pun: A Granular Analysis of Q 2:58–59"
11. Saqib Hussain, "Adam and the names"
@chonkshonk1 Ima, Jesus pbu was crucified but didn't die on the cross, subjected per Roman law one has to die by the crucifixion. So it was made to appear he died by the crucifixion.
One of the new fonts by King Fahd Glorious Qur’an Printing Complex in Al-Madinah is named Al-Jalil.
The have developed an undotted version. You can read more about it in this page:
https://t.co/5AIltii2du
It can be downloaded from the same link as well.
@FahadKh92323074 @iandavidmorris@IslamicOrigins hence together with linguistic analysis given by prof Ian Morris, the arcGiS data can be serves as 2nd premises that may strengthen the inductive argument that conclude Macoraba are Mecca. Yet, It'll be good if there are discourse between the departments, I think
I recently appeared on the excellent SkepsIslamica podcast with @Terodotus and @IraniRoxanna to discuss the somewhat popular idea that Muhammad never existed.
The conclusion is obvious (yes, he existed, of course!), but it was fun to explore the relevant arguments and evidence.
@FahadKh92323074 @iandavidmorris@IslamicOrigins Hello, since, I've dig about GIS and ArcGIS from the textbooks, and talk to some cartographers, the pedagogy in the fields required every peer review journal used the most update data, and the perimetron journal I have given are peer reviewed among cartographer and geographers.
@IslamicOrigins Great content Dr Little. It just sad, at least for me, some western - even more majorities Muslim scholar tends to used hadith to define the Qur'an
@DokterTifa Kalau memang mau konsisten mau melawan narkoba, gaungkan agar diadakan urine dan blood-check periodik secara dadakan pada seluruh kabinet. Disini bisa terlihat keseriusan presiden @prabowo memberantas dan memerangi narkoba. We'll see.
Presiden @prabowo selamat atas penangkapan jaringan narkoba. Demi konsistensi, dan kalau memang serius memberantas, adakan urine dan blood-check dadakan secara periodik untuk jajaran kabinet anda. @BosPurwa@DokterTifa@ReflyHZ@mohmahfudmd
Gibran eh Samsul eh Slamet eh Fufu..haciiim
Saya saran,
Kalo lagi beler, pake kacamata yang agak gelap seperti Dedy Dores
Jadi kalo pas high ngga terlalu kliatan gini lah.
Terus kalo berasa oleng, minumnya susu Beruang, jangan susu Kotak.
Sebab susu kotak itu bukan susu tapi gula dikasih susu.
Kalo lagi beler terus kena gula dari susu kotak malah tambah high nanti.
Yang ada, kayak kemarin itu, abis diopspek di Akmil, minum susu kotak, jadi oleng kan malah keluyuran ke pasar.
Ajudan, tolong beliin susu beruang ya. Yang banyak.
Minggu depan dia gantiin Presiden @prabowo yang mau ke luarnegeri.
Siapin susu beruang pas pimpin rapat, jangan sampai gara-gara stres dengerin Mentri-Mentri paparan dia ngangong, stres, Cortisol keluar ngga keruan, terus OD di tengah Rapat Kabinet.
Sebab Aminopropane dari Amphetamin kalo ketemu hormon Cortisol yang keluar ketika orang stress berat, bahaya itu Intoksikasinya.
Kalo dia Intoksikasi, sediain air kelapa ijo yaa
Demikian tips dari saya.
PENETAPAN TERSANGKA TOM LEMBONG DIDUGA SARAT POLITIK DAN TEBANG PILIH
Alasan penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung :
1) impor dilakukan saat gula surplus/melebihi kuota dan tdk lewat rapat koordinasi kementerian. Sanggahan : jumlah impor yg diizikan tsb jauh di bawah angka impor 2015-2016. Pelaksanaan impor tidak diperlukan rapat koordinasi
2) impor gula harusnya dilakukan oleh BUMN tapi diberikan ke swasta.
Sanggahan : impor yg harus ke BUMN adalah gula konsumsi, gula rafinasi harus ke Industri.
3) kerugian negara krn harusnya untung dinikmati oleh BUMN.
Sanggahan : Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa jumlah kerugian negara harus ril, bukan asumsi.
Jika ketiga alasan Kejaksaan tersebut digunakan maka sukit dibantah bahwa penetapan Thom Lembong sebagai tersangka adalah politis dan tebang pilih karena 6 (enam) Mendag selama pemerintahan Jokowi melakukan impor berbagai komoditas jauh lebih besar dari yg dilakukan oleh Thom Lembong dg data sbb :
Mendag Rezim Jokowi
1) Rachmat Gobel (10 bulan, Okt 2014 - Agus 2015)
2) Tom Lembong (11 bulan : Agus 2015 - 27 Juli 2016)
3) Enggartiasto Lukita (15 bulan : Juli 2016 - Okt 2019)
4) Agus Suparmanto (13 bulan, Okt 2019 - Des 2020)
5) Muhammad Luthfi (16 bulan, Des 2020 - Juni 2022)
6) Zulkifli Hasan (28 bulan, Juni 2022 - Oktober 2024)
Volume Impor gula, beras, garam, dan bawang putih selama 2014 - 2024 sbb :
1) Impor gula 2014 -2024 : 44,43 juta ton, dg rincaian :
2014 : 2,93 jt ton, 2015 : 2,88 jt ton, 2016 : 4,75 jt ton, 2017 : 4,48 jt ton,2018 : 5,03 jt ton,2019 : 4,09 jt ton, 2020 : 5,54 jt ton,;2021 : 5,48 jt ton, 2022 : 6,00 jt ton, 2023 : 5,07 jt ton, 2024 : 3,66 jt ton (sd September)
2) Impor beras, 2014-2014 : 13,29 juta ton, dg rincian :
2014 : 0,84 jt ton, 2015 : 0,86 jt ton, 2016 : 1,28 jt ton, 2017 : 0,31 jt ton,2018 : 2,25 jt ton, 2019 : 0,44 jt ton, 2020 : 0,36 jt ton, 2021 : 0,41 jt ton, 2022 : 0,43 jt ton, 2023 : 3,06 jt ton, 2024 : 3,05 jt ton (sampai Agustus)
3) Impor Garam Industri 2014-2014 : 27,56 juta ton, rincian :
2014 : 2,16 jt ton, 2015 : 1,86 jt ton, 2016 : 2,14 jt ton, 2017 : 2,55 jt ton, 2018 : 2,84 jt ton, 2019 : 2,60 jt ton, 2020 : 2,61 jt ton, 2021 : 2,83 jt ton
2022 : 2,76 jt ton, 2023 : 2,81 jt ton, 2024 : 2,40 jt ton
4) Impor Bawang Putih 2014-2024 : 5,64 juta ton, rincian :
2014 : 0,49 jt ton,2015 : 0,48 jt ton, 2016 : 0,44 jt ton, 2017 : 0,55 jt ton
2018 : 0,58 jt ton, 2019 : 0,47 jt ton, 2020 : 0,55 jt ton, 2021 : 0,60 jt ton ,2022 : 0,57 jt ton, 2023 : 0,56 jt ton, 2024 : 0,35 jt ton (sampai September)
Dari data tersebut terlihat bahwa Menteri lain yg melakukan impor jauh lebih besar dibandingkan dg Impor yg dilakukan oleh Tom Lembong.
Masa jabatan Mendag terlama dan Impor terbesar adalah Mendag Zulkifli Hasan
Ini belum termasuk impor komoditas lain yg impornya melalui mekanisme kuota, seperti kedele, daging, bawang putih dll.
Semoga dibawah Pemerintahan Prabowo, Kejaksaan Agung melakukan penegakan hukum secara benar dan murni penegakan hukum
@msaid_didu Kata pihak kejagung kasus TL diproses karena ada laporan masyarakat. Dear, om om yth, besok om om coba buat laporan masyarakat ke kejaksaan perihal Mendag, dan atau, kebijakan yang lain, kita lihat diproses atau tidak. Seru kan jadinya 🤣
@msaid_didu@AbrSamad@ReflyHZ@MarwanBatubara2@AnthonyBudiawan Kata pihak kejagung kasus TL diproses karena ada laporan masyarakat. Dear, om om yth, besok om om coba buat laporan masyarakat ke kejaksaan perihal Mendag, dan atau, kebijakan yang lain, kita lihat diproses atau tidak. Seru kan jadinya 🤣
@prabowo bukankah Lord sudah jadi anak buah? kenapa beliau datang hanya hari ke dua? Apa bapak masih takut? Kalau memang memegang pancasila, sila ke 5 mana terhadap lord?
@DokterTifa@prabowo Mudah mudahan analisa saya benar presiden @prabowo sebagai komando handal sudah punya rencana untuk fafufefo, semoga sang jenderal sadar, karena kalau tidak, beliau yang ditendang dan fufafufi naik 😅
@dusrimulya Analisa debat: gugem kalah telak! Namun bukan berarti Nrdn benar semuanya, i.e axiomatic itu bukan Causalitas, dua hal yang berbeda, axiomatic itu lebih ke priori knowledge. Nrdn masih banyak salah menggunakan terma juga sih, berantakan, tapi, tetap menang dlm konteks diskusi.