Lah, namanya tim teknis, ya mikirin teknis. Umbi & keset bukan khittahnya mikirin visi misi & ideologi.
Mikir tukin, ya, wajar. Namanya kerja, mikirin pendapatan halalnya. Dipikir cemara udang, bisa fotosintesis
Alhamdulillahiladzi Bini’matihi Tatimmush Shalihaat.. Ya Allah terima kasih..
Film kami #FilmJUMBO tayang di Spanyol di lebih dari 50 bioskop! 😭🇪🇸❤️
Bangga. Haru. Haru.
Selamat menonton, Amigos!! 🇪🇸🇮🇩
28/32 TIM TELAH LOLOS KE BABAK 32 BESAR PIALA DUNIA:
🇿🇦 South Afrika
🇩🇪 Jerman
🏴 Inggris
🇦🇷 Argentina
🇦🇺 Australia
🇧🇪 Belgia
🇧🇦 Bosnia
🇧🇷 Brazil
🇨🇦 Kanada
🇨🇻 Cape Verde
🇨🇴 Kolombia
🇨🇮 Ivory Coast
🇪🇬 Egypt
🇪🇨 Ekuador
🇪🇸 Spanyol
🇺🇸 USA
🇫🇷 Prancis
🇬🇭 Ghana
🇯🇵 Jepang
🇲🇦 Maroko
🇲🇽 Meksiko
🇳🇴 Norwegia
🇵🇾 Paraguay
🇳🇱 Belanda
🇵🇹 Portugal
🇸🇳 Senegal
🇸🇪 Swedia
🇨🇭 Swiss
32 BESAR SO FAR:
🇿🇦 South Africa vs Canada 🇨🇦
🇧🇷 Brazil vs Jepang 🇯🇵
🇩🇪 Jerman vs Paraguay 🇵🇾
🇳🇱 Belanda vs Maroko 🇲🇦
🇨🇮 Ivory Coast vs Norwegia 🇳🇴
🇫🇷 Prancis vs Swedia 🇸🇪
🇺🇸 USA vs Bosnia 🇧🇦
🇦🇷 Argentina vs Cape Verde 🇨🇻
🇦🇺 Australia vs Egypt 🇪🇬
Bangsat ini seriusan profile summary posisi Komisaris di website resmi Pertamina kayak gini?
Masa pengalaman cuma aktif dalam berbagai organisasi udah kayak fresh grad yg lagi daftar magang 🤣
Our country is a fucking joke
🚨🗣️ Fabian Ruiz on the criticism Jeremy Doku's received: "It's true that playing a World Cup is a unique moment, but the birth of your first child will NOT be repeated."
"I'm with Doku on this one."
🚨🔵⚪️ Como will buy Nico Páz for €60m 𝐯𝐚𝐥𝐮𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 from Real Madrid but including a heavy sell-on clause, NOT €60m fee — and buy back clause too.
Cesc Fabregas and Mirwan Suwarso, crucial again in the last 24h to get it done — also with Nico’s approval.
All done. ✅🇦🇷
Ceire Ni Ghribin, suporter Skotlandia, kelahiran Irlandia, saat ini tinggal di Uni Emirat Arab, pernah jadi relawan perawat di Gaza.
Ia meneriakkan free Palestine berkali2 sambil menggendong anaknya setelah melihat 3 pria membentangkan bendera Israel seusai pertandingan Skotlandia vs Brazil di Miami.
"Saya dulu seorang perawat di Gaza, saya menjadi relawan di Gaza, saya sudah melihat apa yang terjadi di sana. Terjadi genosida di sana."
"Free Palestine!!!!"
Padahal, rahasia aslinya ada pada keberhasilan negara ini dalam mengintegrasikan energi, fisik, dan bakat liar anak-anak imigran di kawasan pinggiran Paris (Banlieues), lalu menyaringnya menggunakan kurikulum taktis yang super rigid.
bukan hanya sawah yang dibajak, atau laut yang punya bajak, tetapi juga Reformasi. Reformasi kita telah “dibajak”.
tapi apakah itu benar? siapa yang membajak dan melemahkan reformasi?
saya membaca kolom Prof. Zainal Arifin Mochtar (@zainalamochtar) pagi ini di Kompas. Judulnya “Reformasi Jilid 2”. Saya rangkumkan dalam enam catatan:
1. reformasi mengalami erosi. Capaian seperti pembatasan kekuasaan dan penguatan checks and balances mengalami pembalikan arah. Presiden kembali menguat, sementara parlemen justru melemah melalui koalisi besar yang menggerus fungsi pengawasan.
2. salah satu gejalanya adalah menguatnya kembali kecenderungan otoritarianisme dalam bentuk baru. Oposisi di parlemen mengecil, dan daya koreksi demokrasi menipis.
3. agenda demiliterisasi tidak sepenuhnya tuntas. Dwifungsi ABRI kini muncul dalam bentuk penguatan peran aparat dalam ranah sipil, baik melalui dwifungsi Polri maupun meningkatnya penempatan figur militer dalam jabatan sipil strategis.
4. desentralisasi mengalami resentralisasi. Melalui berbagai undang-undang dan kebijakan strategis, pusat kembali menarik kendali, membatasi ruang inovasi daerah, serta mengecilkan partisipasi publik lokal.
5. pemberantasan korupsi melemah. KPK, keterbukaan informasi, dan kebebasan media dilemahkan melalui perubahan aturan dan praktik politik. Nepotisme yang dulu dilawan justru kembali menjadi bagian dari pola kekuasaan.
6. pelanggaran HAM masa lalu tidak terselesaikan, sementara agenda mengadili Soeharto dan kroninya nyaris sepenuhnya gagal, bahkan sebagian aktor lama tetap bertahan dalam struktur kekuasaan.
***
jadi siapa?
yaitu mereka yang diberi mandat menjalankan reformasi, tapi membajak secara halus, melalui hukum, institusi, dan normalisasi praktik yang dulunya ingin dihapus. 😊
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Tahun 2011, Sea Games vs Vietnam di GBK. Gue bawa banner muka Tan Malaka di tribun Selatan. Zen RS yang bantuin gue ngiket2 tali buat masang.
Setelah terpasang, orang di sebelah kami nyeletuk polos, "bang itu muka siapa? Caleg ya?"