Dari dulu kita udah diajarin buat peduli soal politik, lewat tokoh-tokoh fiksi favorit kita.
Kalau kamu nonton One Piece, kamu sadar kan gimana Pemerintah Dunia tega ngebakar Ohara cuma karena para ilmuwannya berani meneliti sejarah yang mau mereka hapus, sementara para Tenryuubito bebas memperbudak orang tanpa pernah tersentuh hukum?
Kalau kamu nonton Fullmetal Alchemist, kamu sadar kan gimana negara militer Amestris sengaja ngobarin perang, termasuk pembantaian di Ishval, cuma buat ngorbanin rakyatnya sendiri demi ambisi segelintir orang di puncak kekuasaan?
Kalau kamu nonton Frieren, kamu sadar kan gimana iblis belajar bahasa manusia cuma buat menipu, dan kata-kata yang kedengeran paling manis justru bisa jadi jebakan paling mematikan?
Kalau kamu nonton Log Horizon, kamu sadar kan gimana dunia tanpa aturan bikin yang kuat bebas memeras yang lemah, sampai warganya sendiri harus duduk bareng bikin Round Table buat nyusun aturan yang adil?
Kalau kamu baca Witch Hat Atelier, kamu sadar kan gimana ilmu yang sebenarnya bisa dipelajari siapa aja malah sengaja dirahasiain segelintir orang, sampai ingatan orang biasa yang tahu caranya pun dihapus?
Kalau kamu nonton Attack on Titan, kamu sadar kan gimana tembok, sejarah yang dihapus dari ingatan rakyat, dan propaganda bisa bikin dua bangsa saling benci turun-temurun?
Kalau kamu baca Ichi the Witch, kamu sadar kan gimana sebuah negeri bisa dibikin kelihatan bahagia terus dengan cara memendam kesedihan rakyatnya, sampai semua yang dipendam itu akhirnya meledak jadi keputusasaan?
Mangaka dan studio yang kita idolain aja berani bikin cerita soal penguasa yang menindas dan sistem yang nyakitin rakyatnya sendiri.
Kita ikut marah pas Ohara dibakar, ikut kesal pas tahu kebenaran di balik tembok, bahkan aku nangis waktu arc-nya Gokuraku menceritakan betapa jahatnya Bakugami.
Terus kenapa pas hal serupa kejadian di negeri sendiri, kita malah disuruh diam dan "jangan bawa-bawa politik"?
Di anime, kita bisa nunggu tokoh utama datang buat beresin semuanya. Di dunia nyata, nggak ada protagonis yang dijamin muncul di episode terakhir, yang ada cuma kita-kita sendiri.
Diam itu pilihan yang cuma bisa diambil sama orang yang belum kena dampaknya, atau bisa jadi tidak punya empati dan nurani.