Senopati begini selama 365 hari dan hampir 24 jam.
Tapi sejumlah orang2 sini pada ketrigger ama 1 warung yang cuma operasi 6 jam selama bbrp hari seminggu 😂😂
Fyi : Perempuan yang disamping Gubernur Jawa Tengah yang tidak pakai nomor BIB adalah Nadia Muna, Wakil Bupati Temanggung.
Panitia Mandiri Jogja Marathon juga harus menjelaskan ini, bagaimana bisa Wakil Bupati ikut event lari MJM 2026 tanpa nomor BIB?
Lalu aturan dibuat untuk siapa? Apa hanya untuk orang2 yang tidak punya jabatan saja? Event ini bukannya sudah mendapat atensi dunia ya? Kenapa ada yang boleh pake BIB, boleh tidak pake BIB?
Makanya Pak Menpora, marahin tuh ketua PSSI biar ngga kejadian hampir lagi wkkwkwk, W mas Reporter 😅🤣
Reporter: Tapi di Piala dunia, Tahun ini punya jagoan ngga sih?
ET : Masih bingung, karena Italia ga lolos, tapi gimana ya, udah tiga kali berturut-turut gak lolos.”
Reporter: Mirip sama Indonesia hampir masuk piala dunia
ET : Hampir......Hampirrrr....Hampir.....🤣🤣
Dialektika perdebatan MBG di Indonesia:
❌ Kontra:
jelasin fiskal sustainability, analisis ekonomi, cost-benefit analysis, opportunity cost
✅ Pro:
bikin panggung, setel musik, joget. gass
Realita hari ini.
Politik kita belum jd politik gagasan, tapi masih politik atensi
Sadar ga si, demo Terima Kasih Prabowo soal MBG diliput banyak media ?? Tapi demo UI, UGM, ITB, Trisakti, semua kampus2 keren yg ga bisa aku sebutkan satu2 namanya, ga semua media mau beritain
bahkan yang demo terima kasih prabowo aparat ikut ngasih logisitik entah makan atau minum
tapi giliran mahasiswa kagak ada tuh malah di halangin
cc:threadsatriaakbarnugroho
Maksud saya, gini lho cara yang benar kalo emang harus bawa ajudan di event race ya pak Jenderal Bintang satuh yang tiketnya undangan dari Mandiri.
Pak @ganjarpranowo setiap event lari selalu memastikan ajudan/fotographernya punya BIB. Bahkan nomor BIBnya ga jauh, artinya Pak Ganjar emang seniat itu mendaftarkan ajudannya jauh-jauh hari agar dapat BIB.
Apalagi kalo ngaku dapat jatah dari Mandiri, kan bisa direquest tambahan 1 slot untuk pengawal. Ahhh beda kelas emang...!
Logika "belum pernah ke Papua jadi gak boleh punya pendapat" itu jalan dua arah.
Berarti pejabat di Jakarta yang merancang PSN cetak sawah satu juta hektare itu juga gak boleh punya pendapat soal Papua, mereka juga gak tinggal di Wanam.
Soal "film itu propaganda":
yang bilang begitu cuma satu uskup, yang diam berminggu-minggu saat nobar film ini dibubarkan paksa di berbagai kota , Ternate, Bogor, Bekasi, dan lainnya , dengan penonton difoto dan dimintai identitas, seperti dilaporkan Amnesty dan YLBHI.
Begitu akhirnya bicara, bukan buat membela warga adat yang kehilangan tanah, bukan buat mengecam pembungkaman itu, tapi buat menuding filmnya yang propaganda.
Sementara KWI sendiri , lembaga yang lebih tinggi dari satu keuskupan , bilang film itu kesaksian penting soal krisis kemanusiaan di Papua.
Kalau PSN ini sebaik yang diklaim, kenapa yang dikirim untuk menghadapi sebuah film dokumenter itu aparat yang membubarkan nobar, bukan diskusi terbuka?
Itu bukan tanda film itu lemah.
Itu tanda yang takut diuji itu bukan mahasiswanya.
Inget grup telegram kemarin ya ges, memang suda briefingnya untuk presekusi queer community, 400 perak per post dan sudah pasti ada flagshipnya
Biasanya artikel atau video kaya gini bakal dikomenin abis sama pasukan pasukan buzzer, cek aja
Ya memang harus begitu. Karena:
1. Kita ga dikasi pilihan lain buat langganan listrik, hanya PLN.
2. Kalo mati lampu, PLN tinggal minta maaf, gratis. Itupun kalo mau minta maaf.
3. Kalo kita yang telat bayar, gabisa cuma minta maaf, tetap didenda bahkan dicabut.
Seni di salon borjuis yang cuma bisa diakses orang sugih memang disukai penguasa, karena bisa kasih legitimasi "nih kami demokratis, tidak anti kritik."
Makanya mereka sampai mau keluar duit.
Coba seni eksplisit begini dipajang di ruang publik, apa mereka juga mau sponsorin?