Lalu hari ini, aku berantem sama temen kelompokku. Aku menyebutnya keras kepala karena dia ingin mengerjakan semua nya. Berawal dari temenku, "eh xx lu gak apa record sendiri?", dan ku jawab "udah biarin aja dia yang mau, dibilangin pun dia kan keras kepala"
Rabu, 13/05/26
Izin bercerita, karena semakin dipendam malah rasanya badanku lemes.
Kemarin laptopku pecah, disaat perkuliahan lagi aktif dan banyak tugas. Akhirnya orang tuaku membelikan yang second, di saat ekonomi kita yang lagi kurang baik. Aku minta maaf, sudah menyusahkan
Aku bilang padanya, akan menjadi pembelajaran kedepannya untuk berfikir sebelum bicara. Tapi dia tetap kekeuh untuk mengalah dan memberi tugas yang awalnya dia ingin kerjakan sendiri ke diriku.
Aku lelah bicara padanya. Haruskah aku mengemis maaf agar dia tidak marah?. Aku jadi berfikir apakah memang sifat ku ini sangat buruk? Apakah aku memang problematik? Aku juga butuh teguran, bukan seseorang yang marah, ngambek kayak gini.
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍