@RacunBelanja Tadi siang order, ambil sore. Sampe tokonya, dibilang stock kosong. Ditanya, mau dibatalin atau nunggu. Kalo nunggu gatau kapan restock. Aku pilih cancel. Sampe sekarang belum dicancel sama tokonya.
Presiden yang nyaris 30% hari-hari jabatannya dia habiskan di negeri orang.
Pulang tanpa hasil, lalu teriak; "hai antek-antek asing", padahal dia yg paling demen sama asing.
Menebar senyum dinegeri orang, menebar ancaman dan ketakutan di Negara sendiri.
Membanggakan mobil buatan sendiri dinegara orang tetapi mengimpor ratusan ribu mobil buatan negeri orang (India) ke negera yang di pimpinnya.
Mengaum saat jadi capres mengeong saat jadi Presiden.
Dia ingin menjadi Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah tapi ternyata dia adalah masalah terbesar bangsa ini...
pemimpin konaha...
update Stasiun Bekasi Timur per sabtu pagi tadi (2/5/2026)
semakin banyak pengunjung/pengguna KRL yang memberikan bunga untuk mengenang korban
rest in peace, perempuan hebat dan para pekerja 🥀🥀
alfatihah
Keren banget intel warga.
Ternyata kejadian tabrakan antara KRL arah Jakarta dan taksi tuh estimasinya sekitar jam 20.46 - 20.47.
Sedangkan kejadian tabrakan antara KJJ dan KRL sekitar 20.52.
Posisi KRL arah Cikarang masih distasiun, gabisa gerak karena insiden taksi didepannya.
Posisi KJJ pukul 20.45.50 - 20.46.10 ngelewatin stasiun Cakung, KJJ ngelewatin stasiun Kranji pukul 20.49.10 - 20.49.30.
Jadi disaat waktu kejadian tabrakan taksi terjadi, posisi KJJ ada diantara stasiun Cakung dan Kranji. Setelah gue hitung, disaat bersamaan terjadi tabrakan taksi, KJJ posisinya udah 0.75KM (20.46) atau 1.5KM (20.47) diluar stasiun Cakung.
Total jarak antara KJJ ke stasiun Bekasi Timur ada 5.5KM. Tiap 1 KM ada blok sinyal.
Total 5 blok sinyal. Tapi yang efektif cuma 3 blok sinyal terutama di stasiun Kranji karena kereta butuh jarak 1 KM kurang lebih buat ngerem aman.
Jarak antara tiap blok sinyal cuma satu menit. Overall KAI cuma dikasih 3 menit yang efisien sejak detik pertama tabrakan taksi buat ngabarin KJJ.
When it’s A RACE AGAINST TIME. Human often lot.
Baca ini bikin gue ngeri banget sama yang namanya WAKTU, in a matter of minutes, dari menit ke 47 ke menit 52, 14 nyawa bertaruh 😭 YAALLAH
Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Dari sekian pengadaan, ini yang paling jauh sih.
Apa kira kira efek pakai kaos kaki dengan logo BGN tersebut?
- menambah kepercayaan diri?
- menambah kebanggaan?
- meningkatkan kinerja/performa?
Mindos belum nemu juga studi penggunaan kaos kaki dengan peningkatan kinerja atau performa sejenisnya😅
Kalau Teddy bilang ada Inflasi Pengamat
Maka dengan logika yang sama ia harusnya setuju ada Inflasi korupsi dan normalisasi kerugian negara
Keadaan dimana kita dulu melihat korupsi e-KTP nampak besar. Korupsi BTS nampak besar. Korupsi Jiwasraya nampak besar
Ternyata itu cuma beberapa hari anggaran MBG. Yang dikelola secara abuse of power oleh BGN
Tulisan terbaru Mawa Kresna membongkar klaim sukses MBG hingga penelusuran dokumen pengadaan BGN yang menunjukkan belanja Rp6,2 triliun pada 2025.
Ada kaos kaki tanpa merk & tanpa SNI seharga Rp100 ribu/pcs. Tablet harga pasaran Rp8 juta dibeli Rp17 juta. https://t.co/qU70f5G3OF
Si gemoy bicara efisiensi tp paling ngabisin duit rakyat untuk hal yg mubazir.
Kabinet paling bobrok dlm sejarah.
Kalau dikritik balik nyerang dan langsung curhat.
DISGUSTING ‼️
*80 persen para Menterinya tidak kompeten apalg stafsusnya😤😤
ternyata negara ini MAMPU loh ya ngasih tunjangan sarana prasarana layak ke satu aspek kalau ada POLITICAL WILLnya.
bayangin betapa makmurnya guru-guru kita di pedalaman. bayangin akan betapa majunya pendidikan dan sdm kita kalau fasilitasnya jor-joran gini.
what a dream. 🤤