Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
Banyak yang klarifikasi, pemerintah seakan ingin dekat dengan rakyat dari berbagai lini terutama media-media “indie”.
Media klarifikasi karena merasa difitnah atau takut kehilangan audience. Netizen terpecah, ada yang percaya ada yang skeptis.
Ujung-ujungnya kita seperti dibenturkan dengan sesama rakyat bawah.
Ini salah satu agenda dari banyak agenda untuk berlindung diri dengan banyak tameng: MBG, kopdes, LSM, organisasi, Polisi, Militer, lalu mulai masuk ke media “rakyat bawah”.
Tampaknya pemerintah bukan tidak belajar dari sejarah 98, melainkan mempelajarinya betul sehingga mencari celah supaya tidak terulang kembali.
Kalau dulu media dibredel, sekarang media ada yang terang-terangan dirangkul ada yang dikikis kredibilitasnya.
Sombong sekali salah satu sekuriti @mandiricare di Samarinda ini.. habis ambil tunai di ATM mau numpang kencing aja ga boleh.. dia bilang ga ada toilet umum, padahal saya nasabah. Parah bener
@AdamPrabata Ada lagi yg parah dok.. badan kita "dipinjam" sama AI buat melakukan kegiatan sbg manusia.. situsnya https://t.co/uMgrPClVaW
sumbernya ini: https://t.co/DqqkcSwe5b
udah kyk film2 science fiction
@AdamPrabata Thank U sharingnya dok, kebetulan lewat timeline.. jadi ngulik antisipasi buat kita WNI (dr AI lain), tp mirip2 dr sumber itu
1. Diversifikasi dan Keamanan Finansial
2. Peningkatan Kompetensi Adaptif
3. Literasi Informasi dan Politik
4. Fokus pada Kemandirian
5. Bangun Networking
🚨 CURRENCY WON’T BE PAPER — IT’LL BE CODE
Economist Paulo Nogueira Batista Jr. holds up a symbolic BRICS banknote — but makes it clear:
If BRICS launches a reserve currency, it won’t be printed. It’ll be digital.
Nunggu sejam lebih di CS, cabang mandiri, cuma buat refund emoney yg ga bisa dipakai karena eror di kartunya. Baiknya layanan begini jg bisa digital lewat aplikasi/ATM @mandiricare@bankmandiri
Perang Modern: Refleksi perang Rusia-Ukrania dan Israel-Iran.
Banyak yang bisa dipelajari dari dua perang yang sedang terjadi saat ini, yaitu antara Rusia dan Ukrania, dan antara Israel dan Iran.
1. Konsep perang konvensional yang mengandalkan pola attack, capture, hold, and control sudah mulai ditinggalkan. Pengerahan kekuatan infantri yang high risk dan high cost itu bukan lagi menjadi pilihan utama.
Bisa terlihat di dua perang di atas, ada unsur agitasi domestik daerah target yang dilakukan untuk meciptakan proksi domestik sebelum pengerahan kekuatan bersenjata. Hal ini jadi prakondisi yang sangat vital.
Rusia melakukan agitasi di wilayah-wilayah Ukrania yang secara bahasa dan kultur lebih dekat ke Rusia. Israel juga melakukan teknik yang sama ke kelompok-kelompok yang memiliki resentment ke penguasa Iran.
Cipta kondisi ini menjadi aspek yang sangat penting karena mampu menciptakan disintegrasi yang akan mempermudah penggunaan kekuatan perang, dan menurunkan kebutuhan boots on the ground untuk capture, hold, and control.
2. Air Superiority adalah kunci. Ini jelas terlihat di perang Israel-Iran. Di konteks di mana dua pihak yang berperang tidak memiliki perbatasan darat maka kekuatan udara, dan penguasaan udara adalah kuncinya.
Negara yang memiliki ratusan ribu tentara darat, akan tidak mampu melakukan apa-apa ketika lawannya menguasai udara, baik dengan pesawat tempur, maupun rudal-rudal yang mampu menjelajah menuju sasaran yang berada ratusan bahkan ribuan kilometer.
3. Mengharapkan teman untuk turut ikut perang itu tidaklah mudah. Beberapa opini di publik berspekulasi (dan mengharapkan) bahwa Cina dan Rusia akan turun membantu Iran, secara militer, melawan Israel. Ini adalah wishful thinking.
Ikut berperang di perang negra lain tidak segampang gerakan gotong royong. Perang itu mahal. Perang itu investasi yang high cost, low return. Jika tidak ada keuntungan investasi yang akan diperoleh sebagai hasil dari turut serta berperang, maka tidak akan ada negara yang yang mau ikut dalam perang milik negara lain.
Dari kenyataan di atas, bagaimana kita melihat relevansi dari sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang dimiliki negara ini?
Social fabric negara kita sangat rentan menjadi target operasi-operasi cipta kondisi pihak adversaries. Saham-saham disintegrasi di antara masyarakat akan menjadi santapan yang nikmat.
Distribusi kekuatan militer yang tidak seimbang, dan terpusat pada satu pulau saja, sangat rentan untuk dirusak oleh adversary yang punya air superiority yang lebih kuat.
Ketimpangan penghargaan, dan kepercayaan rakyat pada tentaranya akan dengan sangat mudah dimangsa oleh adversaries untuk melemahkan harapan 'rakyat semesta'.
#WhySoSerious
Betul mas ini, full mendengarkan.. Anyway, hiburan saat ini soal komunikasi di rumah adl liat serangan Iran ke Isriwil. Kayak puas banget. Semua² aku like klo ada video rudal Iran 😂
Pagi2 temenku datang ke warehouse dgn muka kusut minta kopi ngobrol basa basi sebentar abis itu nyalain rokok dan narik dalam2 rokoknya sambil blg klo dia abis ribut sama istrinya trs dibilang “Kamu tuh gak pernah, ya… bahagiain aku.” padahal dia baru pulang kerja shift malam.