Dia yang punya pressure tapi orang lain juga diikutkan.
Kerja menjadi tidak nyaman, tidak bisa berimprovisasi sendiri, akhirnya berujung dengan kesalahan seperti typo pada penulisan..
Karena pekerjaan yang selalu dikejar-kejar.
Padahal pekerjaan juga banyak..
Selama ini juga kerja selalu hati-hati dan yang penting selesai, bahkan gak pernah melewati deadline.
Aman-aman aja, gak pernah ada salah dan jarang ada masalah..
Ini semenjak berpartner dengan orang tsb, kerja seperti dikejar-kejar..
Padahal yang dikerjakan tidak cuma satu.
Buru-buru banget.
Padahal juga bisa nanti.
Bukan maksud mau menunda, tapi kan kita juga berkoordinasi sama yang lain.
Kalo yang lain oke dan fine fine aja kenapa situ yang ribet.
Kalo kerjaan cuma satu enak, ini buanyakk.
Kadang sakit juga masih kerja.
Jujur capek bgt
Tapi gak mau kalah.
Bukan soal menang kalahnya juga..
Tapi kyk yang, bisa yuk bisa wlpn ada 1 orang toxic gak usah dipikirin..
Kerja jangan bawa perasaan..
[AD.] Jobseekers! Coba LinkedIn Premium deh, bisa bikin diterima kerja lebih besar.
📌 Urutan pertama saat apply job
👀 JEMPUT ORDAL (bisa dm tanpa connect)
💻 GRATIS LinkedIn Learning
💰 Mulai 79K/bln (MURAH & LEGAL)
Yuk premium-in sekarang!
Cek selengkapnya di @kafeoins
@worksfess Itu sebabnya sebelum wawancara harus persiapan yg matang.
Pertanyaan soft competency ini seperti itu ga mencari jawaban yg benar, hanya menguji kemampuan analitis km, seperti contoh di bawah ini v
@LexWu_13 Tapi mngkn yg jadi fokusnya kata2 yg di "nggak relate?" Kali ya yg sehrsnya org kyk mereka mngkn jg "nggak relate?" Cmiiw. Semuan balik lagi ke sikap, sikap si anak SD ini diajarkan caranya menghargai sebuah makanan atau hal lainnya oleh si orgtua.. Punten ini klo ada salah ngmng
@LexWu_13 Terlepas dari caranya si Om yg demikian jg gak bisa dibenarkan ya namanya jg anak SD masih perlu dibimbing. Kalo si A misal dlu jajannya pernah 1rb di tahun sekolah nya dia, ya kita jg mau apa klo mmh kenyataan kondisi si A demikian? Kita gak bisa judge jg krn gak satu sekolah..
@tiyu2207@dellabintarii@kyrell_iu@convomf Apalagi di RS itu kdng, ada dokter yg cm nyuruh minum obat atau terusin obat aja, gak smpe 5 menit udah keluar dari ruangan.. Pdhl si pasien mau konsul tntng keadaannya, ya namanya jg mngkn pake bepejees
@tiyu2207@dellabintarii@kyrell_iu@convomf Maaf kak, di faskes ku mlh kalo mau minta obat2an kyk omeprazole, sucralfate hrs ke RS. Sdngkan untuk gastritis aja di atas itu bisa diselesaikan di faskes 1.
Harusnya mereka provide dong obat tsb tanpa hrs ke RS?
@kyrell_iu@convomf Apakah hal ini yg mlh menjadi beban BPJS?
Klo ada yg blg kan BPJS nya dibayar sm kita, wajar dong ke RS buat dapat perawatan. Iyaa bener kok gak salah, tp yg mngkn jadi kendala cmiiw ya itu td bbrp RS yg mengharuskan rawat inap pasien pdhl pasien memungkinkan untuk rawat jalan
@kyrell_iu@convomf Just my opinion, apakah BPJS menerapkan hal ini krn bbrp kasus untuk penyakit dalam klo ada indikasi infeksi seperti demam, sakit nyeri hebat dll itu biasanya bisa ditanganin di igd. Tp bbrp RS jg ketika pasien cm minta IGD mlh mengharuskan untuk menginap.