astaghfirullah yaAllah naudzubillah min dzalik
yaAllah mau ramadhan loh ini. even warga Gaza belom hidup normal sama sekali, bombardir lanjut, genosida lanjut, musim dingin dan badai juga dateng, bayi bayi mati kedinginan, dan ini malah dukung zionis biadab dan proyek penghabisan Gaza????
YAALLAAAHHHHHHHHHHHHHHHH
demi Allah gue sakit hati banget. gaakan pernah ridho dunia akhirat.
beneran sakit hati inget gimana warga Palestina struggling SAMPAI DETIK INI atas penjajahan israel. anak anak dibunuh, wanita wanita diperkosa. bener bener jahat bgt yaAllah
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
KEEP ALL EYES ON SUMATRA
SUMATERA BUTUH STATUS
#BENCANANASIONAL#NATIONALDISASTER
FYI: the Tesso Nilo forest in Riau, which serves as an elephant conservation area, now covers only about 12,000 hectares. This is because the government has cleared most of the forest for mining and the expansion of oil palm plantations.
Fun fact, pil KB laki2 itu sudah lama ada, tapi tidak disetujui untuk didistribusi massal.
Serta diusulkan untuk ditinjau ulang karena memiliki efek samping yg kurang lebih mirip seperti KB perempuan.
Dengan logika yg sama, harusnya pil KB perempuan ga boleh beredar ga sih?
Menstruasi tiap bulan, kehamilan beberapa kali, lalu diakhiri menopause.
Sementara kita laki-laki, secara biologi, ya hidup lurus-lurus aja.
Ayo kita sadari sebentar.
Perempuan itu setiap bulan berhadapan dengan biologinya sendiri.
Dengan nyeri datang rutin sekali.
Dengan emosi naik turun tanpa diingini.
Dengan darah yang keluar, tanpa permisi.
Lalu di satu fase hidup, perempuan mengandung.
Menumbuhkan manusia hidup dalam dirinya.
Membagi nutrisi tubuhnya, energinya, tidurnya, napasnya.
Rahim membesar puluhan kali lipat. Organ-organ perutnya bergeser. Trus hormonnya loncat-loncat menari tanpa henti.
Dan ketika semua itu selesai, di dekade ke 5 tubuh berkata,
Haha belum selesai.
Tiba-tiba Menopause datang.
Badan rasa jadi tungku panas, lelah, gelisah, tubuh terasa asing, tapi tetap harus menjalani semua fungsi dan perannya sebagai Ibu.
Sementara biologi kita laki-laki?
Bangun tidur.
Tarik napas.
Minum air.
Kerja seharian.
Lalu merasa wah hari ini produktif sekali.
Kadang kita demam tinggi sedikit saja,
Nada bicara langsung melemah.
Rasanya ingin nulis pidato perpisahan
Setelah memahami ini, aku sering bertanya dalam hati, bagaimana bisa perempuan setangguh ini.
Bayangkan kita laki-laki yang mengalami menstruasi.
Mungkin sebulan sekali kantor akan tutup.
Grup WhatsApp penuh keluhan.
Rumah sakit penuh drama.
Satu kram kecil, sudah minta dipijat se-RT.
Kehamilan?
Laki-laki lapar satu jam saja sudah gelisah.
Jadi kalau hari ini kita melihat perempuan tetap tersenyum,
tetap bekerja,
tetap mengurus keluarga,
tetap peduli orang lain,
Kita menyadari kekuatan versi berbeda.
Dan kita, para laki-laki,
Sudah selayaknya lebih menghargai dan menyayanginya. ๐ฉท