A good scientific talk is when you spend an hour explaining what took you 3 years to understand, in such a clear way that it seems obvious.
The price of clarity is that everyone leaves thinking it must have been easy.
Ayoo guysss viralin series ini, mumpung weekend cobain deh nonton mvs Little House on the Prairie di Netflix, baruu 2 episode aja aku udah mewekkkk😭😭😭. Ceritanya hangat bangetttt….btw season 2 nya udah on progress
🍒 REALITA VS ZOMBIFIKASI
Coba perhatikan baik-baik visual cerinya Kak Nana ini. Warnanya merah kehitaman yang pekat, tekstur kulitnya berkarakter, dan tangkainya masih memancarkan sisa kehidupan. Ini bukti otentik wujud asli sang penyintas alam, Ceri.
Sayangnya, ilusi industri makanan sering mengelabui memori kita. Karena terbiasa, otak kita nganggep ceri itu harusnya berwarna merah neon mencolok, persis seperti yang sering kita rebutin mati-matian di atas kue ulang tahun.
Padahal ceri asli itu gelap dan elegan. Lalu, makhluk merah menyala di atas kue itu sebenarnya apa?
Sini merapat, aku kasih tau dikit..
Ceri merah terang di kue tart itu (biasa disebut Maraschino) adalah korban dari tuntutan industri yang butuh buah awet tahunan dengan warna seragam.
Prosesnya lumayan brutal. Ceri segar direndam dulu dalam larutan pemutih (seperti Sulfur dioksida). Di tahap ini, warnanya dilunturkan paksa sampai pucat pasi bak mayat, dan rasa aslinya benar-benar dimatikan.
Setelah teksturnya kaku tak bernyawa, barulah "mayat" ceri ini disuntik pewarna sintetis merah terang dan direndam sirup gula pekat berbulan-bulan.😱
Jadi, barang yang sering bikin kita ribut di acara ultah itu sejatinya cuma tekstur kosong berbalut gula. Sangat manipulatif, kan?
Makanya, hormati ceri murni seperti di foto Kak Nana, karena dia berhasil selamat dari meja operasi zombifikasi pabrik😁
Lo pada sedih kagak sih, gw sampe bikin thread beginian waktu itu karena pas liat rep nya ada yg gak tau bedanya lubang vagina sama lubang pipis.
ITU TERMASUK SEX EDUCATION. Otaknya pada mikir sex education = CARA BERHUBUNGAN YANG AMAN. gak ya anjjjj EMOSI
Rahasia Gelap di Balik Kata "Cantik" pada Benda Mati
Lihat foto kue-kue ini, atau bayangkan saat kita melihat bunga mekar dan pernak-pernik ruangan. Reaksi otomatis kita seringnya sama, "Wah, cantik banget yaaa"
Tapi, giliran ngelihat gunung yang menjulang tinggi atau motor modifikasi di jalanan, sebutannya langsung berubah "Gagah nih," atau "cakep banget motornya."
Pernah kepikiran nggak, Kawan, kenapa benda mati yang tidak bernyawa ini bisa seolah-olah punya gender? Padahal bahasa Indonesia aslinya nggak mengenal pembagian gender untuk kata benda.
Ternyata, tanpa sadar kita sering ngasih label lewat kata sifat. Kalau bentuknya manis, banyak ornamen, dan bikin mata nyaman, pasti otomatis masuk kategori feminin. Sebaliknya, sesuatu yang besar, kokoh, dan seolah mendominasi ruang, langsung kita beri label maskulin.
Kebiasaan ini sebenarnya berakar dari sejarah yang cukup panjang loo. Jadi selama berabad-abad, nilai seorang perempuan sering kali diukur dari seberapa enak ia dipandang mata. Kebiasaan menilai dari wujud visual ini pelan-pelan nempel pada cara kita melihat benda mati. Sesuatu yang pasif dan dibuat khusus untuk memanjakan mata pengamatnya, akhirnya secara otomatis kita panggil "cantik".
Menariknya, Kawan, kebiasaan ngasih label feminin pada benda mati ini nggak hanya berlaku untuk barang-barang mungil, tanaman, atau makanan manis aja. Ada skala yang jauh lebih raksasa dari ini.
Kamu tau nggak?? Di dunia pelayaran global, kapal perang sebesar apa pun yang isinya meriam dan terbuat dari baja keras selalu dipanggil menggunakan kata ganti perempuan ("She" atau "Her"). Alasannya?
Kapal dianggap sebagai sosok yang mengasuh, melindungi, dan membawa kehidupan para awaknya, persis kaya filosofi seorang ibu. Walaupun ironisnya, "perempuan" baja raksasa ini ujung-ujungnya tetap dikendalikan penuh oleh seorang kapten laki-laki.
Tapi, kalau kapal laut diberi label "perempuan" karena perannya yang melindungi, benda-benda di sekitar kita yang telanjur dicap "cantik" tadi justru punya nasib akhir yang bertolak belakang.
Ada lagi, fakta paling getir dari sesuatu yang kita puji-puji kecantikannya (seperti kue ini) adalah mereka diciptakan seindah mungkin justru untuk dihancurkan.
Kita sibuk memuji detailnya, mengambil fotonya dari sudut terbaik, dan mengagumi warnanya. Namun setelah itu? Kita memotong dan melahapnya sampai tak bersisa. Tanpa sadar, ini adalah cerminan yang lumayan kelam "sesuatu dipoles sebegitu rupa hanya untuk berakhir sebagai komoditas yang habis dikonsumsi".
Sebuah kebiasaan berbahasa sehari-hari yang ternyata menyimpan cerita sejarah dan sisi gelapnya sendiri.
Nah, Kawan, setelah menyadari hal ini, kira-kira benda mati apa lagi di sekitar kita yang diam-diam selalu kita beri "gender" tanpa kita sadari? Coba bagikan pandangan kalian, mari kita diskusikan di bawah.
@FIFAWorldCup You fucking pigs, this is a blatant robbery, you fucking assholes. Football is dead. You crooks. FIFA needs to be rejected by all national teams and a new association created.
Reminder for teman2 mvs untuk hati2 dengan Gilang Bungkus. Predator kekerasan seksual ini masih menyasar remaja pria sinefil, khususnya domisili Kapuas dan Banjarmasin.
Jangan lelah dengan tweet Gilang Bungkus/pelaku KS, ini untuk kenyamanan kita semua.
https://t.co/goLtS9fMuf
💚 thank you semua orang yang kemarin demo stop MBG sekarang Telor dan sayuran turun harga angangang mari kita mam sehat dan enak lagi, kalo bisa aku mau salim satu satu😘
@tanyarlfes Berarti kamu tukang ngomongin orang yg kemana-mana sendirian ya? Dan posisinya kamu lagi berdua atau ramean kan? Se gak asik itu kah kamu dan partnermu sampe kamu punya waktu buat mikirin orang yg kamu liat sendirian di tempat ramai?
Aku pernah ada di kondisi yg bener2 sibuk bgt, sampe chat ortu aja sering kelupaan dibales.
Waktu itu aku kuliah S2, kerja, dan bangun startup sekaligus. Aku lakuin semuanya dengan cara "push harder, terus jalan, ga ada alasan buat berhenti."
Sampai akhirnya aku sadar ini salah. Bukan karena kurang keras, tapi karena cara kerjanya emang ga sustainable.
Hustle Productivity percaya hasil besar butuh pengorbanan besar. Kerja keras, tidur sebentar, terus push apapun kondisinya.
Gentle Productivity percaya progress kecil yg konsisten lebih kuat drpd sprint yg berakhir burnout.
Bukan berarti gentle itu santai2. Justru butuh lebih banyak self-awareness: tau kapan harus mulai, kapan harus berhenti, dan apa yg benar2 penting hari ini.
Aku udah coba dua-duanya. Dan aku pilih yg bikin aku tetap jalan tanpa harus hancur dulu. Dan akan aku coba share di akun ini.
Kalau boleh tau, apa hal yg lagi kalian kejar saat ini? Dan apa kesibukan kalian utk hal yg dikejar tsb?
Adaa doong.. Keduanya sangat berhubungan loo..
Warna senja "Lembayung" yang kemerahan itu murni hasil copy-paste dari dunia botani Nusantara. Murang lbh gini kak..
Secara botani, sayur lembayung yang kita kenal (biasanya merujuk pada daun kacang panjang atau tanaman merambat gendola merah), dia punya bunga dan getah batang dengan warna merah-keunguan pucat yang sangat khas dan cantik.
Terus zaman dulu, waktu nenek moyang kita menatap langit senja dengan gradasi magis antara jingga, merah, dan ungu, mereka butuh satu kata spesifik untuk mendeskripsikannya. Karena spektrum warnanya sangat kompleks, mereka akhirnya meminjam nama tanaman yang bunganya punya warna paling identik dengan alam sekitar mereka, yaitu Bunga Lembayung kak.
Jadi, Tanamannya eksis dulu, baru namanya dipinjam permanen buat deskripsikan warna langit senja. 😁
Dua-duanya benaler kok kak. KTP leluhurnya tetap dari Asia Selatan, tapi Mangga Podang ini udah resmi naturalisasi jadi "Warga Negara Kediri" jalur evolusi mikroiklim. Kurang lebih guni kak..
Secara spesies, semua mangga berdaging manis nenek moyangnya bermigrasi dari daratan Asia Selatan ribuan tahun lalu. Tapi, saat sampai di Nusantara, mangga-mangga ini beradaptasi dengan lingkungan baru dan kawin silang alami, menciptakan ratusan varietas lokal. Nah, Mangga Podang ini adalah varietas yang "menemukan jati dirinya" di Kediri.
Kuncinya ada di tempat dia ditanam, Lereng Gunung Wilis.
Di daerah lereng gunung, udaranya jauh lebih sejuk, terutama di malam hari. Nah, suhu sejuk di lereng Wilis ini memecah klorofil pada si kulit mangga.
Ditambah lagi, paparan sinar matahari di ketinggian bikin mangga ini merilis antosianin (warna merah) dan karotenoid (oranye/kuning) sebagai sunblock alaminya kak..
Coba deh kak bibit Mangga Podang Kediri ini kamu bawa dan tanam di dataran rendah yang panas terik, warnanya nggak bakal bisa semerah dan secantik kalau ditanam di lereng Wilis. Kulitnya bakal cenderung lebih hijau/kuning pucat.😁
BUAHNYA DULUAN!
Percaya nggak, dulu bule-bule Eropa tuh ngalamin krisis kosakata. Mereka lihat langit senja warnanya seindah itu, tapi mentok cuma bisa nyebut yellow-red (kuning-kemerahan). wkwkw Agak miris memang.
Sampai akhirnya buah eksotis ini hijrah dari Asia bawa KTP aslinya: "Nāraṅga" (Sanskerta buat pohon jeruk). Lewat jalur Persia, mampir ke Arab, sampai akhirnya nongol di Prancis kuno.
Saking takjubnya orang sana sama pigmen kulit buah ini yang gonjreng banget, akhirnya mereka nyolong nama botaninya buat dijadiin nama warna permanen sampai detik ini.
Jadi fix ya, alam semesta yang ngeracik pigmen buahnya duluan. Manusia aja yang miskin kosakata sampai harus minjem identitas si jeruk. 🤣🤣
Lewat di tl langsung bikin diem bentar. Merinding beneran denger doanya
“Jika bapak mengkhianati rakyat, maka saya orang pertama yang bersaksi di hadapan Allah SWT dan meminta melipat gandakan siksaan Bapak di Neraka”
UAH Kepada Prabowo.
Ngeri bgt, urusan amanah rakyat emang taruhannya langsung akhirat. Jangankan jd pemimpin, jd rakyat yg denger kalimat ini aja langsung deg-degan bgt 😭
Respek ke Ustadz Adi Hidayat yang memanfaatkan momen pertemuan dengan Presiden dengan benar. Tidak semua orang bisa dengan berani memosisikan diri sejajar orang yang punya kekuasaan besar.
Menasihati Presiden, seperti memberi petuah ke anak remaja yang di gerbang akil baligh.
Banyak orang yang kesempatan ketemu Presiden, misinya nyodorin proposal. UAH beda. Semoga Allah SWT selalu menjaga beliau 🤲🏻