work! Selama ngelamar kerja, blm prnh dpt email penolakan sehangat ini :(, bacany nangis bukan krn ditolak tpi krn kata2 hangat di akhir bikin diri sendiri g insecure, merasa disemangati, & dihargain.
Thnk u ya pak 🫰🏻
tau gak sih kenapa LAKI-LAKI/SUAMI tuh banyak yg kyk PRINCES? bbrp ada yg mikir kalo udah ngasi NAFKAH= TANGGUNG JAWABnya udah beres. pdhl egk se-simple itu.
aku pernah denger podcast seorang pakar keluarga, dan nemu jawaban dr pertanyaan diatas.
karena KETIMPANGAN POLA ASUH orang tua. di mn anak perempuan dipersiapkan untuk "melayani" sementara anak laki-laki dipersiapkan untuk "dilayani" alias anak laki-laki sering kali tidak disiapkan untuk mjd suami yg terlibat secara emosional dan domestik
see? gmn budaya dan pola asuh orang tua membentuk ekspektasi yg egk seimbang sejak kecil, yg kemudian menjadi akar konflik atau penyesalan setelah pasangan tsb menikah.
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"
Training Manajer Koperasi Desa Merah Putih buat ngurus minimarket
Yang gak diajarin:
- Manajemen stok dan inventaris ❌
- Pengelolaan uang tunai ❌
- Pertanggungjawaban keuangan ❌
- Penerimaan barang dan hubungan dengan supplier❌
- Pencegahan kehilangan barang❌
- Penataan produk di rak❌
- Penjadwalan staf dan manajemen tim❌
- Standar pelayanan pelanggan❌
- Keamanan dan kebersihan produk❌
- Pembacaan laporan penjualan dan data dasar❌
- Regulasi penjualan dan barang❌
- Perizinan usaha❌
Yang diajarin:
- Kicau mania ✅
- Huu haaa ✅
- Teroreroteroret ✅
Ternyata orang yang punya EMOTIONAL INTELLIGENCE tinggi itu bukan karena mereka berbakat dari lahir.
Faktanya, 90% dari mereka terbentuk karena pernah mengalami PENGABAIAN EMOSI yang sangat ekstrem di masa lalu.
Kecerdasan itu bukan hadiah, tapi sebuah kutukan bertahan hidup.
Ortu tuh suka pura-pura gak tau (apa beneran gak tau??) bahwa karakter anak-anak ketika sedang bersama keluarga itu BISA BEDA BANGET dengan ketika mereka di antara teman-teman dan atau guru-gurunya di sekolah.
Ada alasannya kenapa kalian tuh diundang untuk duduk sejenak bersama guru untuk ambil rapor dan bukan dateng-ambil-pergi macam ngambil karcis parkir. Dengarkan baik-baik itu laporan guru-gurunya tentang gimana karakter dan kehidupan sosial anakmu di sekolah karena sejatinya itu penting BANGET untuk kehidupannya kelak.
Dikiranya naik karir/nambah koneksi/narik investor pas kerja nanti cukup liat nilainya doang apa gimana sih? 😆
cuma mau bilang, egomu hari ini mungkin harus dibayar mahal di kemudian hari, gak cuma oleh kamu, tapi anak kamu juga.
trus jangan dipikir 1-2 bulan konseling cukup untuk memperbaiki hubungan keluarga & behaviorku ke ortu ya kak 🙏🥲
in my case aku butuh Tuhan juga wqwq.
aku juga apa2 males cerita krn aku ingetnya aku selalu dinilai sebelum diperhatikan.
aku sakit aku ke IGD sendiri gak bilang.
aku kecelakaan juga aku gak ngomong.
sesimpel karena: "aku gak yakin aku gak bakal dihakimi lebih dulu sebelum dipedulikan".
Untuk laki2 yang marah di reply, tolong alasannya jangan hanya karena mereka pendukung 02 atau netizen Tiktok ya.
Tapi karena memang itu salah satu bentuk pelecehan seksual, objektifikasi seksual, seksisme, merendahkan martabat perempuan, kekerasan seksual dalam patriarki, KBGO, & upaya membungkam perempuan yang berani berbicara di ruang publik. (15 bentuk kekerasan seksual: https://t.co/WQuTL6wKJf)
Ini ga hanya terjadi kepada perempuan cerdas, mahasiswa, & berjilbab. Tapi hampir ke semua perempuan yang berani tampil, berpendapat, mengkritik, memimpin, yang berpakaian jenis apapun, baik di medsos ataupun real life. Pelecehan seksual digital ini sudah berlangsung sangat lama, sampai sekarang.
Perempuan dengan berbagai latar belakang sering alami komentar bernuansa seksual, body shaming, penghinaan, slut shaming, sampe ancaman kekerasan seksual hanya karena mereka perempuan. Karena masalahnya bukan soal politik semata, tapi penghormatan terhadap sesama manusia. Ini bisa terjadi kepada siapapun, termasuk keluarga kita sendiri, atau bisa juga kepada laki2 sendiri.
Semoga Fathimah ga baca pelecehan2 itu, biar dia tetap fokus perjuangkan kebenaran bersama teman2nya. Kita dukung & lindungi mereka sesuai kapasitas masing2. Kita kecam para pelaku sebagai sanki sosial/hukum, juga peringatan kepada orang lain & diri kita sendiri.
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.