Lo tau nggak, Borobudur itu candi Buddha terbesar di dunia... tapi sampe sekarang,
GA ADA satupun prasasti yang bilang "gue yang bikin ini, tanggal segini."
Zero. Nihil. Kosong.
Aneh kan?
Bangunan sebesar itu, tapi identitasnya masih misteri.
Gue bongkar
Ariel Tatum resmi mengganti nama aslinya dari Ariel Putri Tari menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini setelah permohonannya dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Agustus 2026.
KENAPA ADA "COWOK BINGUNG"??
Di jurnal ini membahas ada kondisi dimana seseorang yanv ingin menjalin hubungan romantis. Tapi di waktu yang sama, ada keinginan untuk melindungi diri dan menjaga jarak.
Misalnya;
"Gue suka sama dia, tapi tanpa dia gue baik-baik aja"
Pernah dengar istilah “Big 4” kan?
Ini adalah 4 perusahaan jasa profesional terbesar di dunia (*cmiiw):
• Deloitte
• PwC (PricewaterhouseCoopers)
• EY (Ernst & Young)
• KPMG
Mereka bukan cuma firma akuntansi biasa.
Big 4 menyediakan jasa audit, pajak, konsultasi manajemen, advisory, hingga forensic.
Mereka mengaudit mayoritas perusahaan Fortune 500 dan perusahaan publik di seluruh dunia.
A Thread~
90% orang Indonesia gagal cari kerja bukan karena nggak kompeten.
Tapi karena mereka nggak tahu cara "jualan diri" yang benar. Claude bisa bantu kalian cari kerja 10x lebih efektif.
Ini 10 prompt gratis yang bisa kalian pakai
Jangan lupa di-save🧵
Aku pernah ngamuk ke Allah pas sholat, pernah nyalah2in juga, karena hatiku sangat dangkal dan sempit saat itu, berasa jadi orang paling menderita sedunia.
Tapi di suatu momen, pas aku sujud, berasa ada yg ngebelai kepalaku (entah aku halu atau gmn), terus aku ketiduran.
Aku nangis, terus minta maaf ke Allah dan mohon (meskipun ada masalah, tolong bantu saya mencari ruang damai dan gak sampai ngelewatin batas atau menghalalkan segala cara).
Sampai saat ini, permohonan itu kerasa efeknya. Meskipun banyak permintaanku yg belum terkabul, tapi Allah selalu dateng nenangin aku (pas terpojok) dan dikasih tembok pembatas tiap aku kepikiran hal yg brengsek.
Itu cukup berarti buat aku, karena ada yang ngejagain secara gak langsung.
Orang yang jago problem solving itu kelihatan tenang dan punya banyak solusi. Tapi itu cuma permukaannya.
Yang bikin mereka beda ada di bawahnya dan jarang orang sadar ini.
Ini yang selalu gue breakdown di workshop soal critical thinking dan problem solving.
Gue mau cerita soal temen gue.
Namanya Dana.
Dana itu tipe orang yang lo semua pasti kenal.
IPK 3,8. Aktif organisasi.
Lulus tepat waktu.
Langsung dapet kerja di perusahaan yang namanya keren di LinkedIn.
Dan semua orang bilang dia sukses.
Tapi gue tahu yang sebenernya.
Gajinya Rp4,5 juta. Di Jakarta.
Kontrakannya Rp1,8 juta sebulan.
Transportasi PP ke kantor Rp800 ribu.
Makan Rp1,5 juta kalau irit. Pulsa dan internet Rp200 ribu.
Total pengeluaran minimum: Rp4,3 juta.
Sisa: Rp200 ribu. Sebulan.
Tidak ada dana darurat.
Tidak ada tabungan.
Tidak ada investasi.
Tidak ada biaya sakit.
Tidak ada ongkos pulang kampung kalau ada yang meninggal di keluarga.
ada satu hal lagi yang jarang dibahas.
Di kondisi kayak gini orang jadi mudah dimanfaatkan.
Ini kesempatan belajar.
Nanti kalau udah berpengalaman gajinya naik.
Yang penting dapet exposure dulu
Kalimat-kalimat ini dipakai untuk membenarkan upah yang tidak layak.
Dan kita yang takut tidak punya pilihan menerimanya.
Bukan karena bodoh.
Tapi karena sistemnya memang dibuat begitu.
Bukan salah Dana kalau dia tidak bisa nabung.
Bukan salah generasi ini kalau mereka susah beli rumah, susah nikah, susah punya anak.
Sistemnya yang tidak pernah dirancang untuk mereka bisa menang.
Dan selama kita terus menyalahkan individu kurang kerja keras, kurang hemat, kurang skill kita tidak akan pernah nanya pertanyaan yang lebih penting:
Kenapa orang yang kerja keras pun masih tidak cukup?