sejujurnya nangis karena kasian ama diri sendiri itu rasanya beda.
It’s not angry crying, it’s exhausted crying. Lu nangisin versi lu yang udah berjuang keras tapi jarang dapet break or appreciation even from yourself.
please be kind, jangan jadi alasan seseorang nangis-nangis di sesi konseling, jangan jadi alasan orang membenci diri sendiri, jangan jadi alasan orang nggak makan hari ini. jangan jadi alasan seseorang nangis sesenggukan ngadu sama Tuhan-nya.
everyone is just trying their best to get through life, so please, be kind. ❤️
Gue takut banget masuk ke fase "bawaannya pengen tidur terus" lagi. Biasanya ini jadi tanda awal kalau gue lagi mulai lost, ngerasa kosong, dan pengen ngejauh dari semua orang. Gue nggak mau masuk ke fase itu lagi, please. Gue nggak mau kehilangan diri gue sendiri untuk kedua kalinya. 😔
Semoga kita semua selalu kuat dan bisa menang ngelawan semua hal yang selama ini cuma dipendem sendiri, yang nggak pernah kita ceritain ke siapa pun. Sending big hugs buat kalian semua
Walau gue tahu Prabowo tuh goblok banget. Tetap aja gue heran setiap kali diksi yg keluar dari mulut dia kek orang ga pernah sekolah. Diksi dia tuh MINUS dan DANGKAL banget wkwkwkwkkwwwkkwkw kek beneran bukan orang terdidik, sering banget make low-level vocabulary anjinggg😭😭😭
Gua udah punya jawaban kalo ditanya soal ini.
https://t.co/Kj7BQ2oS4r
Apakah kasihan? Tidak sama sekali. Sekarang kita balik:
- Apakah kalian kasihan dengan ibu2 kantin yang penghasilannya 0 rupiah karena MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orangtua yang menangis karena anaknya keracunan MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan jutaan orang yang bayar pajak, namun uang pajak itu dipakai untuk korupsi dalam MBG?
- Apakah kalian kasihan dengan orang yang kena PHK akibat multiplier effect dari MBG ?
Sejawat kalian saja suka pamer gaji di SPPG dan merendahkan orang lain. Ngapain juga kasihan.
nemu tulisan cantik di ig, kira kira kaya gini isinya :
jangan taruh semua cinta di satu orang, satu mimpi atau satu tempat aja. coba kasih sebagian ke teman yg selalu ada, ke makanan yang bikin mood bagus, ke hobi yang bikin lupa waktu, ke lagu yang lagi kamu suka, atau mungkin ke hal hal yg bikin kamu tetap jalan hari ini. dan yang paling penting sisain juga cinta untuk diri sendiri. karna hidup itu rapuh kalau bahagianya cuma bergantung ke satu hal aja. karna cinta ga diciptakan buat dikurung tapi disebarin, biar kalau satu runtuh, kamu ga ikutan hancur.
lu semua nyadar gasih apa yg paling jahat dari rezim skrg? ngebuat masyarakat kecil bergantung sama 1 program brengsek yg ngebuat sebagian dari mereka mikir “kalo gue ambil, bertentangan dg hati nurani, kalo ga gue ambil gue makan apa di hidup yg serba susah ini”
Konon, patah hati tanpa closure itu mirip gejala sakau obat.
Saat jatuh cinta, otak memproduksi hormon bahagia, di antaranya oksitosin (kedekatan) dan dopamin (motivasi/reward).
Ketika putus, apalagi tanpa closure, otak kita mengirim sinyal darurat dan memproduksi hormon stres seperti kortisol.
Penurunan drastis hormon bahagia ini membuat otak “sakau”, mirip pecandu yang diputus paksa. Makanya, rasa sakitnya betul-betul terasa sampai ke fisik, kayak dada terasa sesak atau nyesek.
Teman-teman nakes boleh banget menambahkan atau mengoreksi.
Sekarang, yang perlu dipikirkan bukan bagaimana agar dia kembali, tapi bagaimana menurunkan stres dan kadar kortisol.
Tujuannya agar otak kita dapat kembali berpikir sehat dan tidak melakukan hal-hal yang lebih tolol.
Hal-hal berikut dapat membantu:
- Ke psikolog.
- Olahraga.
- Melakukan hobi yang menyenangkan.
- Mengurangi gula dan kafein.
- Ngobrol dengan teman.
- Menikmati keindahan alam atau sekadar berada di luar ruangan dan memandangi tanaman.
Prosesnya mungkin tidak sebentar dan cukup berdarah-darah, take your time.
Bersedih dan patah hatilah secukupnya, lalu kembali tegakkan kepala dan busungkan dada.
YOU ARE WORTH IT!
Ini adalah komen yang sangat cerdas soal MBG.
Kalo cerdas pasti paham
Mbg buka lapangan kerja?
Nope
Hanya menciptakan kontrak kerja,
Yg saat mbg dihentikan, di detik itu jg ngk ada pekerjaan
Mikiirrr
Sedih sih pas ada orang bilang:
“Trauma masa kecilku nggak bikin aku kuat. Malah bikin aku jadi people pleaser. Jadi terlalu banyak ngalah. Jadi susah nolak. Jadi diam padahal harusnya ngomong. Dan jadi terlalu mikirin perasaan orang lain.”
Karena ternyata nggak semua luka bikin orang jadi kuat. Ada juga yang bikin seseorang jadi terlalu terbiasa mengerti orang lain, sampai lupa ngerti dirinya sendiri.