Sebagai yang sudah membaik setelah berjuang bertahun-tahun melawan mental illnes, aku sakit hati kalau lihat orang yang jadiin disabilitas atau mental illness sebagai tameng kelakuan nyeleneh mereka
agak mindblowing nggak sih. sholat 5 waktu dibilang religius, puasa dibilang religius, ninggalin yang haram dibilang religius. PADAHAL ITU SEMUA KEWAJIBAN😭
jadi masc ga harus tinggi kok, nder. mungkin lu ketemu orang-orang yg preferensinya tall masc. masc itu cuman gaya presentasi lu, mau tinggi/pendek itu gk ada hubungannya. don't be insecure, nder. masih banyak yg suka short masc. 😋
tiap ada kasus pelecehan, kalo masih ada yg nyalahin pakaian korban, dunia mundur 10 peradaban. sampe kapan sih diskursus soal pakaian ini trs berputar, kalo pada kenyataannya masalah utamanya ada pada nafsu pelaku itu sendiri. every rapist and enabler deserves to rot in hell.
gini ya, lu mau religius kek lu mau kpopers kek terserah gua kaga peduli keep going on what you think is right. itu hak lu. cuma kalo lu tutup mata dgn defend klo agama lu itu ga harmless for YOUR OWN community, kalo lu invalidasi queer ppl dgn agama lo
hanya queer woke indo yg bisa menerima berbagai ekspresi gender dan seksualitas, lu mau jadi alien atau jadi anime pasti diterima
but as soon as they met religious queer, langsung gak berlaku status queernya. akan tetap dianggap opressor mau sevokal apapun dia soal homophobia.
Ok, let me give my opinion. This man's way of dressing is feminine, bcz he looks so pretty. Lagipula maskulin, dan feminim tidak selalu berpaut pada satu gender aja. Gasalah kok muji cewe ganteng, ataupun cowo cantik. It's normal if you have respect and empathy.
Tadi pas khutbah Jum'at, khatibnya nyebutin bencana-bencana di Indonesia terus bilang penyebabnya adalah LGBT dan kemaksiatan lainnya. Maksudku orang Islam ni suka memindahkan tanggung jawabnya keluar konteks daripada menghadapinya langsung.
Islam tuh kenapa susah dipahami banget ya sama mereka? ijab qobul yg segitu jelas artinya seorang perempuan ditinggikan dalam islam mereka kebakaran jenggot, giliran yg nimbulkan kerugian buat perempuan malah dibela. kek kumpul kebo malah dibela. nyimeng jir.
Beberapa hari terakhir gua liat di queer space banyak banget yang ribut. Bisa nggak kita saling merangkul tanpa membeda-bedakan queer berdasarkan keyakinan, latar belakang, atau pilihan hidup masing-masing? Harusnya kita bisa sama-sama bersuara buat memperjuangkan hak-hak kita.
KULIT BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
PERUT BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
LEHER BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
LENGAN BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
BAHU BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
PAHA BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL
PANTAT BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!
PAYUDARA BUKAN BAGIAN TUBUH SEKSUAL!