CATAT NAMANYA‼️
🇻🇳 NGUYEN HONG PHUEC NO. 20 🚫
Gerakan tambahan yang sangat berbahaya karena menyasar ke bagian kepala Haykal.
Tak ada kartu dari wasit karena pelanggaran ini. PARAH‼️
Berani protes ke AFF? @PSSI@erickthohir
Tidak semua keturunan Arab punya lagak spt Rahma Sarita. Tapi ibu ini jd bagian dr bbrapa oknum keturunan Arab yg tdk pernah lelah menghasut. Pdhal kakek buyutnya sangat tawaddluk, melekat dgn Tasawwuf. Kepentingan politik membuat sebagian keturunannya melenceng dari pakem.
Panji Gumilang bisa saja kali ini dikenakan pasal "Penistaan Agama", tapi jangan pernah melupakan berbagai kasus pidana dan perdata lain yang diduga membelitnya sejak tahun 2012.
Negara juga harus turun tangan untuk mendorong eksekusi hukum atas gugatan kompensasi 216 guru yang telah dipecat Al Zaytun dan sudah dimenangkannya pada tingkat Kasasi sejak 2020 namun tidak kunjung bisa dilaksanakan. Putusan hukum kala itu; YPI (Yayasan Pesantren Indonesia), yayasan yang membawahi Al Zaytun, berkewajiban untuk membayar 2.1 milyar lebih kepada para penggugat.
Dari sisi pelanggaran pidana teror, ada 35 orang yang telah ditangkap Densus 88 di berbagai propinsi (Sumbar, Lampung, DKI dan Bali). Dalam pemeriksaan, semua tersangka mengaku terafiliasi dengan NII KW9 besutan Abu Toto alias Abu Maariq alias Syaikh Panji Gumilang. Salah satu yang ditangkap dalam kelompok ini adalah suami dari Siti Elina, seorang perempuan yang sempat membawa senjata api ke Istana Negara tahun lalu.
Dalam kasus makar NII di Bandung (2008), Mabes Polri ketika itu berhasil menangkap belasan pengurus teras NII yang terafiliasi langsung dengan Al Zaytun dan semuanya divonis bersalah. Salah satu ketua NII KW9 Jawa Barat-Selatan bernama Abu Fatin, hingga saat ini masih dinyatakan DPO oleh Mabes Polri.
Dalam kasus makar NII di Semarang (2011), lima petinggi NII KW9 ditangkap dan dalam pemeriksaan mengaku terkait dengan Panji Gumilang dan Al Zaytun. Kelima orang tersebut divonis bersalah, namun penegak hukum lagi-lagi tidak bisa menyeret Panji Gumilang. Bahkan "Gubernur" NII Jawa Tengah dan mantan terpidana kasus makar tersebut yang bernama Totok Dwi Hananto alias Mizan Sidiq, masih menjadi pembicara pada peringatan 1 Muharram 1444 H di Al Zaytun.
(Sumber: website resmi MA, pusat data Mabes Polri dan Densus 88).
TERNYATA INI SEJARAHNYA KENAPA MEREKA NGOTOT UNTUK PEOPLE POWER TURUNKAN @jokowi
Sekarang kita akan tahu siapa @realAmienRais dan UI @BEMUI_Official
Simak vidionya sampai tuntas.
Berwisata Niatnya mau Ngobatin Strees malah tambah Strees!!
Sekelas Wisata / jiarah ke Kebun Raya samping istana Negara saja Tiket dan Aturannya bikin Rakyat Menjerit, Cobalah buat regulasi yg tidak membuat Rakyat Menjerit ,
�� Kebun Raya Bogor
Filsuf Elizabeth Anderson menggambarkan ketimpangan dalam suatu kekuasaan yang dikelola oleh "non-sipil" (totaliter, autokrasi, junta militer) adalah ketimpangan dalam kebebasan.
Banyak kejadian di negara yang penuh resistensi terhadap demokrasi dengan supremasi sipil, justeru meringkus banyak orang secara represif untuk dibungkam.
Seringkali juga, kalangan sipil yang "terlalu berani" menyuarakan kepentingan kolektif harus dihabisi melalui penculikan atau pembunuhan tanpa peradilan.
Pada era Soeharto, kejadian seperti ini banyak terjadi.
Jika saya ditanya, Pilpres 2024 akan memilih siapa? Saya akan memilih siapapun yang mendukung kekuatan Civil Society. Saya akan memilih Capres yang tidak memiliki potensi untuk mengembalikan gaya kepemimpinan Soeharto di Indonesia.
Mungkin karena saya trauma oleh masa lalu. Kawan-kawan aktivis 90-an yang dulu dilenyapkan Orde Baru, belum dimunculkan kembali meski sekedar dalam wujud "bayang-bayang" hingga hari ini. Atau setidaknya berupa kisah kebenaran yang dihantar, atau sekedar penyesalan dari para pelakunya. Belum ada sama sekali.
Saya tidak akan memilih siapapun yang tangannya belum dibasuh dari lumuran brutalitas politik masa lalunya..
Dalam narasi politik, selalu berlaku situasi yang sama selama berabad-abad.
"Kawan dari lawan saya adalah lawan saya, lawan dari lawan saya adalah kawan saya."
Kata Philip Sergeant, "ketika orientasi politik dianggap berbeda, maka suatu kebenaran pun akan dikonversi paksa menjadi kesalahan dengan persekusi digital yang tidak rasional."
Jadi, jangan pernah berharap ada respon positif dari "pihak lawan" meski kita mengutarakan suatu kebenaran. "We've got to realize that we're now living in post-truth digital world", kata Sergeant.
Yahudi fundamentalis juga masih begini. Menganggap bangsa Yahudi sebagai bangsa pilihan yang memiliki "kasta tertinggi". Oleh karena itu, salah satu budaya yang masih dijaga ketat adalah; kalangan perempuannya tidak boleh dihamili oleh bangsa lain.
Budaya Yahudi dan Arab untuk urusan arogansi patriarkalnya memang saling contek. Selain sejatinya memang bangsa serumpun.
Saya paham dengan berita ini. Nambal atap dengan cengkeh atau mobil nasional juga ndak mungkin. Apalagi dengan secarik kupon SDSB.
Nah, berita ini muncul mungkin karena beliau lupa untuk bikin Perpres monopoli perdagangan genteng bagi anak2nya sebelum lengser.
Entah mengapa, pola hampir semua kelompok radikal selalu sama. Apapun agamanya.
Ranjit Savarkar, cucu dari ideolog Hindutva VD Savarkar, pada 16 Juni 2023 menyerukan boikot ekonomi terhadap komunitas Muslim dan mendesak umat Hindu untuk melakukan perdagangan “hanya Hindu-ke-Hindu”. Alasannya; untuk pemberdayaan ekonomi mayoritas Hindu di India dengan mematikan ekonomi minoritas yang beda agama.
Politisasi Agama yang dilakukan oleh Modi melalui partai pendukungnya, Bharatya Janata dan Hindutva, membuat kelompok radikal yang mengatasnamakan Hindu di India tumbuh subur. Mereka mengintimidasi dan mendiskriminasi kelompok minoritas Muslim dan Kristen di beberapa tempat. Puluhan Masjid dibakar di Gujarat, Uttar Pradesh dan Goa dalam 3 tahun terakhir. Bahkan 253 gereja dibakar dalam kerusuhan di Manipur minggu lalu.
.
Kata Jakub Grygiel dlm Return of The Barbarians;
"Mereka yg dianggap lawan blm tentu memusuhi kita. Mereka yg dianggap kawan blm tentu membela kita."
Kita bela Palestina!
Kita lawan "Aseng" China!
"Lalu, bagaimana cara kita bela Palestina?"
Kita salurkan bantuan lewat ACT!
Hanya mau ngasih tahu kepada Alfian Tanjung, Andri Kurniawan, atau siapapun yang sering koar-koar "anti China, anti Aseng"; mungkin yang tidak ada campur tangan Tiongkok hari ini hanya oksigen yang kita hirup.