Aku masih anti LGBT bahkan setelah dapet matkul Kajian Media dan Gender di semester 3๐ฅฒ saat itu aku merasa bener2 gak relate, karena aku tumbuh di keluarga yg konservatif.
Aku baru bisa melek, setelah wawancara seorang anggota komunitas transpuan di Yogyakarta. Nama komunitasnya (mereka juga punya yayasan) Kebaya "Keluarga Besar Waria Yogyakarta".
Aku sampe beli bukunya, dan buku ini sempet dibikin acara bedah buku di UIN Sunan Kalijaga tahun 2024.
Aku merasa, mereka ini ya manusia pada umumnya, cuma beda orientasi seksual (bukan kelainan atau sebuah penyakit).
Narasumberku itu pun bilang, "sejak kami remaja udah merasa berbeda. Orang2 yg bilang karena pengaruh lingkungan itu gak bener. Ada yg mungkin baru mereka sadari setelah masuk ke lingkungan yg ramah buat mereka, ada yg masih belum karena norma di masyarakat sangat keras pada orang2 seperti kami."
Bahkan ada beberapa cerita yg disampaikan, saat kecil dipukul sama kakaknya karena main sama temen2 perempuan. Mereka org yg paling rentan dapet kekerasan, terlebih di tahun 2008/2009 pernah dapet kekerasan dari kelompok pembela islam di Jogja.
Jangankan LGBT dimusuhin homophobes..
Ada couple straight memutuskan untuk childfree di tiktok aja dihujat se-kabupaten.
Dunia itu udh overpopulasi, lu takut amat manusia bakal punah??? Jujur klo gw lebih takut overpopulasi trs saingan banyak dan susah punya pekerjaan yg layak.
I HATE PEDOPHILIA
I HATE INCEST
I HATE TRANSPHOBIA
I HATE HOMOPHOBIA
I HATE RACISM
I HATE ZOOPHILIA
I HATE SEXISM
IF U SUPPORT ANY OF THE ABOVE. DO NOT FUCKING INTERACT WITH ME.
Kesehatan demokrasi sebuah bangsa tidak diukur dari kenyamanan kelompok mayoritas, tapi dari keamanan kelompok yang paling rentan untuk menjadi autentik. Mari tolak amnesia sejarah, bongkar bias, dan suarakan solidaritas yang memanusiakan manusia. โ๐ผ๐ณ๏ธโ๐๐ณ๏ธโโง๏ธ