Kakao VS Kakao
Banyak orang ngira kakao, kokoa, dan cokelat itu sama. Padahal ketiganya beda tahap, beda proses, bahkan beda arti.
Jadi, kapan kakao berubah jadi kokoa? Dan kenapa kokoa belum tentu cokelat?
Bisnis ini ud ada di Indonesia, persis yg di ceritain sm koko2 di Surabaya wkt awal2 gua pindah kesana. Dia tinggal di Gunawangsa Tidar, dan kerjaannya handle properti (khususnya apart) utk dikelola kayak gini.
Sebulannya sih (ngaku) bs dapet 40jt - 50jt bersih.
Nah, pembahasan ini tuh menarik...
Jadi, intinya ayahnya ngeviralin tentang ujiannya, kok bisa salah pada jawaban murid???
yang dimaksud :
3 x 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
Menurut gurunya, yang benar adalah 4 + 4 + 4 = 12
Meski 3 + 3 + 3 + 3 = 4 + 4 + 4 = 12, tapi hanya salah satu yang mewakili 3 x 4
Mari kita bahas...
Jadi, ini menyesuaikan pada konteks pada bahasa
3 x 4 akan dibaca sebagai tiga kali empat
Tiga merupakan subjek(pelaku)
sedangkan empat adalah objek(yang dioperasikan)
Menurut definisi perkalian, perkalian itu adalah penjumlahan dengan bilangan yang sama...
Artinya, a x b = b + b + b + ... (sebanyak a kali)
Jadi memang, untuk 3 x 4 yang dimaksud adalah 4 + 4 + 4. Gurunyalah yang memang benar.
Tapi, kenapa harus dibedakan, untuk apa?
Nah, contoh kasarannya kayak minum obat, anjurannya kan 3 (waktu) x 1 (tablet), meski memang sama-sama 3 obat dalam 1 hari, tapi yang dimaksud minum 1 tablet dalam 3 waktu yang berbeda, buka meminum 3 tablet dalam 1 waktu.
Sekilas ini terlihat tidak fatal, tapi dengan konteks tertentu jelas sangat fatal. Jadi, memahami konteks perkalian kadang memang diperlukan(kecuali memang mengabaikan konteks)
Konteks perkalian ini nanti ada hubunganya dengan pembagian/pemfaktoran, mengingat invers overasi perkalian itu adalah operai pembagian
(maksudnya invers a adalah 1/a)
Prosedur yang dilakukan pada video ini adalah irigasi hidung menggunakan syringe pada bayi atau anak yang tujuannya untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung.
Ini adalah teknik sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua di rumah saat bayi atau anak sedang pilek, hidung tersumbat, atau susah bernapas karena lendir atau ingus yang kental.
Tindakan ini dilakukan pada bayi atau anak karena mereka belum bisa mengeluarkan lendir di hidungnya sendiri dengan baik. Irigasi dengan cairan membantu mengencerkan lendir, membersihkan rongga hidung, dan mengurangi pembengkakan di dalam hidung tanpa obat-obatan.
Nah lendir yang menumpuk bisa menyebabkan bayi mengalami hidung tersumbat yang berujung pada susah bernapas, rewel, hingga susah minum. Selain itu ada risiko terjadinya infeksi telinga karena lendir bisa naik ke telinga via tuba Eustachius.
Semoga bermanfaat!