@MangAgus_10 As a receptionist boutique gym aku setuju banget sama rule no tripod and no professional camera. Berguna banget buat nyaring orang2 NPD kaya gini.
menurut kita itu menyakitkan, tapi menurut dia itu nggak. karna apa?
karna standar moral orang itu berbeda-beda. sesuatu yang mungkin kita anggap itu menyakitkan, di lingkup dia itu hanya sebuah hal kecil yang terlihat biasa saja.
Secara antropologis, punya waktu untuk berolahraga itu privilege karena alur keseharian setiap individu sangat beragam.
Ada yang harus punya double job yang bisa menyita waktu seharian, ada pula yang cukup dengan satu job bisa sambil santai.
Harus dilihat secara menyeluruh.
Fyi... inilah salah satu alasan kenapa Muhammadiyah tidak menganjurkan bahkan melarang tahlilan.
Menurut MU:
1. Tradisi tahlilan dianggap merupakan akulturasi dari budaya non-Islam masa lalu.
2. Adanya unsur tabzir (pemborosan) karena keluarga yang berduka sering kali terbebani biaya untuk menyediakan hidangan bagi pelayat.
3. Seharusnya pelayat/tetangga yang menyiapkan makanan untuk keluarga yang berduka, bukan sebaliknya.
CARA BENERIN ULANG
HIDUPMU DALAM
30 HARI
1. Benerin Ibadah
• Sholat 5 waktu, usahakan di awal waktu.
• Bangun tahajud, meski cuma 2 rakaat.
• Perbanyak istighfar & dzikir tiap hari.
• Baca Al-Qur'an, meski cuma beberapa ayat.
Benerin dulu hubungannya sama Allah, sisanya ngikut.
2. Benerin Tubuh
• Tidur di bawah jam 10 malam, kurangi begadang.
• Minum air putih yang cukup.
• Stretching/olahraga ringan tiap hari.
• Batasi makanan mengandung gula & minyak berlebih.
Tubuh kuat, ibadah sama kerja jadi ringan.
3. Benerin pikiran
• Istirahat dari sosmed, kurangi scrolling tanpa tujuan.
• Jaga apa yang kamu lihat & dengar.
• Journaling atau tulis isi kepala tiap hari.
• Evaluasi diri sebelum tidur.
Pikiran yang bersih, bikin langkah makin jelas.
4. Benerin Lingkungan
• Jauhi circle yang bikin kamu lalai.
• Deketin orang yang lebih baik darimu.
• Lawan kebiasaan buruk sampai habis.
• Filter apa saja yang boleh masuk ke hidupmu.
Lingkungan yang baik bikin kamu naik, bukan stuck.
Baru tau ternyata kita kalo senyum itu pake otot, hal ini dijelaskan dr Tirta ke Deddy Corbuzier
Deddy: Tunggu gua ga terima otot muka dimana otot muka?
dr TIrta: Lah lo bisa senyum akrena apa, lu pikir disini gaada otot nya sekitar cangkem ini gada ototnya?
Deddy: Bisa senyum bukan karena bahagia ya?
dr Tirta: Hmmm nih Gaslighting kan nih orang memang opini maker ini.
Deddy: Loh engga bisa senyum karena otot?
dr Tirta: Bisa senyum karena ada keinginan untuk senyum, ada motorik motorik pakai otot.
Deddy: Oke apa urusannya ketika ototnya berkurang mukanya jadi tua, kan gaada urusannya senyum. Berarti orang tua ngga bisa senyum dong?
dr Tirta: Ya kan beberapa orang stroke gabisa senyum.
Deddy: Loh itu stroke cok.
dr Tirta: Lah kan bener dong bener omanganku. Lah sekarang kalau orang stroke peot dong ngga bisa senyum.
Deddy: IYA.
dr Tirta: Berarti bener dong?
Deddy: Tapi otot dengan senyum
dr Tirta: Lah senyum itu butuh otot dan butuh sensorik.
Deddy: Oke, kenapa terus jadi peot?
dr Tirta: Loh, karena dia ngga pernah dilatih, ngga pernah olahraga.
Deddy: Ya peotnya apa hubungannya dengan otot, peot itu kan gini pak turun pak.
dr Tirta: Ya turun karena ngga ada ototnya, ohhhhh lahhh😡😅
dr Tirta: Iki orang memang ngeyelan ini ya, udah tua ngeyelan pula.
Deddy: Bukan gitu ototnya dimana? 😅
dr Tirta: OTOTNYA DIMUKA😂
Mau Punya Anak Berkarakter ?
Semua Dimulai dari Rumah
1. Mau anak berani bercerita?
Saat ia bicara, hentikan dulu aktivitas Ibu. Tatap
matanya dan dengarkan sampai selesai.
2. Mau anak percaya diri
Apresiasi usahanya, bukan hanya saat hasilnya
sempurna.
3. Mau anak bertanggung jawab?
Beri ia kesempatan menyelesaikan tugasnya sendiri,
meski hasilnya belum sempurna.
4. Mau anak lebih tenang saat melakukan kesalahan?
Jangan langsung menghakimi. Bantu ia memahami apa
yang bisa diperbaiki.
5. Mau anak menghormati orang lain?
Tunjukkan lewat contoh. Biasakan mengucapkan
"tolong", "maaf", dan "terima kasih" setiap hari.
Mau hyrox, padel, tenis, lari, kalistenik, sepakbola, renang, sepeda dsb intinya tu olahraga rutin.
Membuat orang mager ke olahraga rutin itu sulit.
Mau dia abisin uangnya kek, itu uang dia. Bukan uangmu.
Jadi, daripada berdebat mending waktunya buat olahraga saja
Ayah beli TV baru buat rumah.
Tapi tiap malam, dia nontonnya cuma 10 menit pertama.
Setelah itu — ketiduran di kursi. Mulut terbuka. Kepala nunduk pelan-pelan ke samping.
Selama 15 tahun. Hampir tidak pernah absen.
Waktu kecil saya pikir itu lucu. Saya dan adik suka iseng, pelan-pelan geser channel ke acara yang kami mau — toh Ayah sudah tidur, tidak akan protes.
Tidak pernah saya pikir kenapa dia selalu begitu.
Sekarang, sudah jadi bapak sendiri, baru saya ngerti.
TV itu bukan buat dia.
Tidak pernah buat dia.
Dia beli, biar anak-anaknya ada hiburan di rumah. Biar malam-malam tidak cuma diam saja menatap dinding. Biar rumah ini terasa lebih hidup buat kami.
Dia sendiri? Pulang kerja, badan remuk, paling cuma sanggup duduk 10 menit sebelum mata menyerah.
Saya bayangkan — berapa banyak hal lain di rumah ini yang ternyata sama. Dibeli, disiapkan, diusahakan — bukan buat dia sendiri.
Tapi buat kami yang waktu itu cuma sibuk nonton TV, tanpa pernah nanya: Ayah capek tidak?
15 tahun. Tidur 10 menit, tiap malam, demi anak-anaknya senang.
Itu bukan kebiasaan kecil.
Itu cinta yang dia sendiri mungkin tidak pernah sebut nama.
Bulan lalu ibuku ulang tahun ke-55.
Aku tanya di telepon: "Bu, mau kado apa?"
Dia jawab: "Gak usah. Ibu gak butuh apa-apa."
Aku maksa: "Serius Bu, apapun."
Dia mikirlama. Lalu bilang: "Ibu bingung. Ibu gak tau mau apa."
Aku ketawa waktu itu. Kirain bercanda.
Sekarang,setelah aku pikir ulang,
itu ga bercanda.
Ibu benar-benar sudah ga tahu apa yang dia inginkan.
Dan aku baru paham kenapa.