Sekar baru berusia 12 tahun ketika ia dipaksa mengenakan jilbab di sekolah.
Apa yang dialaminya kemudian memperlihatkan bahwa diskriminasi atas tubuh masih menjadi pengalaman sehari-hari banyak perempuan di Indonesia yang dibiarkan bahkan dilegalkan.
Edisi Khusus Perempuan Konde kali ini menelusuri bagaimana pemaksaan jilbab dan aturan berbusana terus berlangsung, juga menjabarkan bagaimana aturan diskriminatif masih terus ada.
Tonton Edisi Khusus Perempuan di Youtube Konde Institute atau baca artikel selengkapnya di website konde.
Liputan ini merupakan bagian dari Serial Edisi Khusus untuk memperingati 42 tahun Ratifikasi Konvensi Anti Diskriminasi Terhadap Perempuan/ CEDAW.
Penulis: Luthfi Maulana Adhari.
Editor artikel: Philipus Parera.
Host: Laras Ciptaning K.
Editor video: Ardiles.
https://t.co/eITNOmIajT
#KebijakanJilbab
#StopDiskriminasiPerempuan
Air keras jadi senjata intimidasi yang mengerikan.
Tidak langsung membunuh, tapi jelas mengisakan bekas permanen. Jika korban tetap hidup, visual lukanya jadi peringatan buat orang lain.
Bahan juga mudah dibeli, sulit dilacak.
Ketika disiram ke wajah, selain amat menyakitkan, luka permanen di wajah tidak hanya menyerang fisik tapi juga psikologis. Korban akan semakin berat tampil ke publik.
Kerusakan bisa kena ke kulit, risiko buta, kena ke saluran nafas kalau kehirup, belum kalau tidak sengaja masuk mulut.
Teror model ini tidak hanya kejam, tapi juga pengecut.
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Adrie Yunus, aktivis KontraS, adalah sebuah tindakan keji yang tidak hanya melukai satu orang, tetapi juga melukai nurani bangsa. Kekerasan seperti ini adalah bentuk teror yang mencoba menakut-nakuti mereka yang berani bersuara, mereka yang berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia. Negara ini tidak boleh kalah oleh cara-cara pengecut seperti itu. Indonesia tidak dibangun oleh orang-orang yang takut bersuara, melainkan oleh mereka yang berani melawan ketidakadilan. Indonesia dibangun dari keberanian melawan penjajah. Jutaan nyawa dikorbankan agar Indonesia merdeka demi kebebasan berserikat, berkumpul, dan bersuara. Kini ada yang mencoba menebarkan teror yang biadab, pengecut dan tidak berperikemanusiaan.
Hukum harus ditegakkan. Kekerasan terhadap aktivis, jurnalis, atau siapa pun yang bersuara adalah ancaman bagi demokrasi kita. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, mengusut tuntas pelaku dan aktor di balik kejadian ini. Jangan sampai negara terlihat lemah di hadapan teror terhadap warga negaranya sendiri. Hari ini yang diserang adalah seorang aktivis. Besok bisa jadi siapa saja yang berani menyampaikan kebenaran
@pistoiamarliana Kalo gak nikah para wanita numpang hidup sama siapa ketika bapak2 mereka sudah semakin renta gak bisa menghidupi mereka lagi? Kita hidup di Indonesia, bukan negara maju kayak jepang ataupun korea selatan.. disana pada gak nikah wajar, wanita gak susah nyari kerjaan... 😅
Iranian diaspora and our allies. Do not underestimate your power. All the protests, the posts and raising of awareness has had a tremendous impact. The global media is coming round and the regime is more isolated than ever.
This is no mean feat. The regime has been appeased by the West for 47 years with governments knowing full well what atrocities they have carried out and what horrors they are capable of. However they still remained in business with them.
But the job is not done yet. Social media “influencers” - however idiotic - continue to spout regime narratives. The BBC & CNN were allowed inside the country (under the watchful eye of the regime) to spout the lie: “all is calm inside Iran now.”
The regime is about to collapse. Iran is surrounded by US military ready to strike. If the regime had any sense they’d have left Iran already. But they’re still killing civilians mourning their dead, thinking these heinous acts will keep them in power.
So keep pushing. Keep the pressure up. Our voices are louder than you realise.
They need to go. Now.
#IranMassacre
#IranianRevolution2026
🙄🙄ya ndak usah jauh2 sampe iran atau orba. Kawan2ku jujur lepas hijab ke ortu aja dah kayak coming out gay, apa lah itu kalau bukan bentuk opresi. Kalau anda atau wanita lain memang secara individu cocok2 saja ya is fine. Tapi ya ndak usah denial ini secara sistemik alat opresi
Membunuhi 16 ribu rakyat sendiri.
Gak ada yg teriak ini genosida?
Hanya karena anti Barat, anti Amerika, kita bisa benarkan kejahatan negara seperti ini?
🚨Breaking:
The Iranian regime’s state-tv network has been hacked.
Videos of the anti-regime “Woman, Life, Freedom” revolution being broadcasted in Iran.
✌️
There are 57 Muslim countries with distinct cultures that are erased and replaced with hijab. The hijab is not “cultural clothing.” Women in Islamic countries are forced to shroud their bodies and their personalities in the name of religion. It has nothing to do with culture.
This idea that “all Muslims share a culture" is a lie told by those who want to replace diversity, free thought, and free expression in the Muslim world with a monolithic oppressive Islam.
This is an excerpt from my book @Unveiledxx - get your copy on Amazon or listen to the audiobook on Audible.
@tokopedisa Bisa dibilang, hampir tidak ada perempuan yang tidak pernah kena pelecehan, dalam berbagai tingkatan. Fakta menyedihkan yg sering diabaikan orang.
Heh emng sekolah NEGERI di wajibkan pake kerudung?? mmh ku di tlpn sama pihak sekolah gara² aku ga pake kerudung,aku bisa maklumi kalo emng dari awal pemberitauan ga boleh pake kerudung, tapi nyatanya aku pas daftar sama udh jalan sekolah 2 minggu weii cont
SANDI DAMKAR DEPOK MERASA GAGAL PADAMKAN KEBAKARAN KARENA PERALATAN TAK MEMADAI‼
Sandi Damkar Depok kembali tak kuasa menahan emosinya. Itu karena ia dan tim merasa gagal memadamkan api karena peralatan yang tak memadai.
Kebakaran melanda Gereja Sidang Tuhan Jemaat Agape Ministry, di Kota Depok, Jawa Barat pada Selasa malam, 23 Juli 2024. Namun nahas, gereja tersebut gagal diselamatkan hingga akhirnya ludes terbakar.
Laporan diterima pada pukul 19.50 WIB oleh pelapor bernama Johsep. Dalam waktu singkat, tim pemadam kebakaran dari Pos Merdeka yang dipimpin oleh Bambang Supoyo, S.T, M.B.A, selaku Kepala Bidang Operasional (Kabid PO), segera merespons. Koordinator penyelamatan, Tesy Haryati, S.STP, https://t.co/bKrVOK8MQU, serta Komandan Regu, Mulyadi, memimpin tim dalam operasi pemadaman tersebut.
Tim berangkat menuju lokasi kejadian pada pukul 19.55 WIB dan tiba di TKP pada pukul 20.10 WIB. Mereka mulai memadamkan api yang berkobar hebat. Setelah bekerja keras selama dua jam, titik aman berhasil dicapai pada pukul 22.10 WIB, dan tim kembali ke kantor pada pukul 22.30 WIB.
Sebanyak 20 personil dikerahkan dalam operasi ini, dengan bantuan unit dari berbagai pos, termasuk 2 unit dari Mako, 2 unit dari UPT Cimanggis, 2 unit dari UPT Tapos, dan 1 unit dari Pos Merdeka. Peralatan yang digunakan antara lain alat pelindung diri (APD), sarung tangan, senter, ganco, kapak pemadam, nosel, selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, serta koneksi Y.
Meskipun kebakaran menghanguskan seluruh gereja, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tesebut.
Via IG: @depokhariini
#elshintaviral
Mei adalah bulan Bunda Maria sudah sangat biasa apabila komunitas Rohani berkumpul dan berdoa Rosario.
Tadi malam mahasiswa Katolik Universitas Pamulang berkumpul di Sebuah rumah di Victor Serpong dan berdoa Rosario, tapi mereka digeruduk pak RT dan warga yg membawa sejam untuk membubarkan dan memukuli para mahasiswa yang sedang berdoa…
Beruntung tidak Ada korban jika.
Semoga Polisi segera mengusut dan mentutaskan kasus seperti ini, jangan ambil tugas Kami untuk mengampuni.