gw mengutarakan pikiran ini sambil makan mie ayam 13k yang bikinnya pakai tepung singkong, telurnya beli dari peternak samping rumah, dan sawinya dari petani daerah Batu
semoga melokal tidak kian diromantisasi bila masih banyak tangis yang sengaja diredam dalam perwujudannya
mau membagikan tulisan yang cukup menampar hari ini
diversifikasi pangan, swasembada pangan, dan pangan lokal adalah kata-kata yang dibawa hampir di setiap pertemuan kelas dan monolog usung ide dalam mewujudkan alternatif pangan
awalnya, tersirat keinginan untuk juga "melokal"
sebagai penutup untuk selalu menjadi pengingat bahwa dalam membicarakan makan, keterlibatan di dalamnya tidak sesederhana rantai produsen-distributor-konsumen
ada kebijakan yang mencekik, ada pihak yang aji mumpung, ada yang tawar-menawar, dan ada yang tidak terjamin hidupnya
mau membagikan tulisan yang cukup menampar hari ini
diversifikasi pangan, swasembada pangan, dan pangan lokal adalah kata-kata yang dibawa hampir di setiap pertemuan kelas dan monolog usung ide dalam mewujudkan alternatif pangan
awalnya, tersirat keinginan untuk juga "melokal"
kita kehilangan makna lokal karena saat ini, kata lokal sudah menjadi alat komersial oleh pihak-pihak yang salah memahami lokal secara mendalam, yang memiliki kepentingan ekonomi dan koalisi, dan yang kurang bertanggung jawab tuntas memperhitungkan nasib penyedia di dalamnya
selamat pagi
dan kepada seluruh perempuan yang membaca ini, semoga merdeka selalu mengakar pada nama dan jiwamu
quoted from substack
Halo Serayu entitled "Kalau Perempuan Dipanggil Jalang, Lalu Laki-Laki Disebut Apa?"