nahh gitu dong, pamerkan 4 medali bergengsi mu itu, wahai dean hartono ๐ฅ
๐ฅ IPHO 2021
๐ฅ APHO 2021
๐ฅ Gold Medal & Absolute Winner ONMIPA Bidang Fisika 2023
๐ฅ Silver Medal ONMIPA Bidang Matemarika 2022
keren banget emang ini orang ๐๐โจ #dean
Ironinya begitu. Banyak yang enggan bergerak selama masih berada di zona nyamannya. Nanti, setelah periuk nasinya sendiri yang tersenggol, baru sibuk mencari pegangan. H.e.h.e
Makin ironi rasanya baru baca..
Dosen - WNI - seumur hidup
H.e.h.e
Credit: Pak Dosen Sunu Wibirama
Bentar lagi banyak buzzer yg makin2 deh ngerendahin UI UGM...
Klo ada yg kaya gitu... Udah aja kasih ๐๐ป๐
ga usah berdebat
Males sumpah...
Semua anak2 ini berprestasi...
Tapi klo mereka dijadikan senjata sm buzzer pemmil ya males sumpah... ๐
Gue yakin mereka yg terpilih tuh ya yg emang brainy dan udh terseleksi ketat di rg. Berharap aja semoga adek2 ini gak dipandang jelek gegara kelakuan2 buz**r ga jls. Mereka juga pantes dpt kesempatan siih di coc s3, we'll see.
Knetz lagi rame ngebahas soal ketimpangan popularitas antara aktor dan aktris di drama Korea.
Awalnya, diskusi ini muncul setelah Heo Namjun memenangkan penghargaan Special Award di SBS berkat perannya sebagai Cha Segye di My Royal Nemesis. Menurut sebagian Knetz, porsi cerita dan penampilan Lim Jiyeon jauh lebih dominan, sehingga mereka mempertanyakan mengapa justru hanya aktor pria yang mendapat penghargaan.
OP juga menyinggung drama Perfect Crown. Saat drama tersebut menuai kontroversi terkait distorsi sejarah, IU justru menjadi pihak yang paling banyak menerima kritik dan komentar jahat.
Banyak Knetz kemudian memberi contoh lain, yakni Lovely Runner. Mereka menilai Kim Hyeyoon tampil luar biasa dan menjadi salah satu faktor utama kesuksesan drama. Namun setelah dramanya meledak, popularitas Byeon Wooseok justru melesat jauh lebih besar, mulai dari iklan hingga aktivitas global.
Mereka menilai, nggak jarang aktris yang jadi "tulang punggung" drama dan menuai pujian atas aktingnya, tapi setelah dramanya sukses justru aktor prianya yang melejit lebih jauh. Sebaliknya, kalau dramanya menuai kritik, aktris sering kali jadi pihak yang paling banyak disalahkan.
sekolah kedinasan cast coc di batch 11 (universe 3) โผ๏ธ
โจPoliteknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) - Kementerian Perhubungan
โจUniversitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) - Kementerian Pertahanan
โจ Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) - Kementerian Dalam Negeri
โจ Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) - Kementerian Keuangan
โจ Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug - Kementerian Perhubungan
โจ Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) - Badan Siber dan Sandi Negara
โจSekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
barangkali ada yg belum tau ๐
GURU BESAR UI: GAJI DOSEN INDONESIA TERENDAH DI ASEAN!
Dua tahun lalu #JanganJadiDosen viral gara-gara postingan saya.
Fast forward, hashtag itu disebut. Di Mahkamah Konstitusi.
Kesaksian saksi ahli dari pihak pendukung pemohon:
Prof. Ali Berawi, Guru Besar Teknik Sipil, Universitas Indonesia
"Saya yakin Yang Mulia juga sangat memahami, saat tagar Jangan Jadi Dosen, pada saat berbagai keluhan muncul."
"GAJI RATA-RATA DOSEN DI INDONESIA CUMA 3,36 JUTA!"
"DI BAWAH NEGARA ASEAN LAIN, SINGAPORE, BRUNEI, KAMBOJA, THAILAND, MALAYSIA, VIETNAM, DAN BAHKAN FILIPINA"
"NEGARA HARUS HADIR!"
Aamiin ya Allah...
Do'aku setiap habis sholat...
Tolong negara ini ya Allah...
Berilah azab kepada pemimpin dzolim langsung di dunia, jgn lewatkan amarahmu pada kami rakyat jelata yg tertindas ini ya Allah... Ampuni kami...
Tunjukkan yg haq itu haq dan yg bathil itu bathil
Fir'aun mati di telan samudera, bukan oleh tangan Nabi Musa. Sodom mati ditelan bumi, bukan oleh Nabi Luth. Kan'an mati ditelan air bah, bukan oleh Nabi Nuh.
Para penguasa yg zalim itu akan habis, mati oleh kezalimannya sendiri.
Takut penularan klo lagi sakit flu ato sebagainya...
"Lo kan bisa ga usa berbagi ke anak yg alergi, berbagi ke anak yg lain"
Bayangin klo km anak yg alergi... Nelangsa ga liatnya, temannya dapet trus km ga...
Mmm..
Tapi dikelasku memang tidak aku perbolehkan berbagi bekal, nilai anak bisa berbagi bisa dilihat ketika bermain...
Karena resiko berbagi bekal itu besar...
Klo ternyata teman yg diberi itu alergi terhadap bekal yg dibagi gimana?
Apalagi anak bagi makanan yg sdh digigit
Aku ke anakku tiap mau berangkat sekolah "jangan minta camilan, bekel punya temen yaa. Ini yang udah dibawain abisin ya. Kalo kamu mau punya temen, liatin aja, nanti dirumah bilang, bunda kasih"
Ternyata itu yg dia tanemin ke temennya juga "ini punyaku. Kalian kan udah punya. Ga boleh minta punyaku"
Tapi, ini jadi bikin jelek nilainya dia. Ga bisa berbagi. Kata gurunya "ga salah, tapi kurang bener"
Dan belum lama ada orang yg bilang ke aku. "Nabi aja ngajarin berbagi"
Aku baru kepikiran, nabi juga bilang didik anak sesuai jamannya.
Jaman sekarang kalo dia disuruh "ngalah" demi menyenangkan orang lain. Nanti sampe gede dia jadi people pleaser ga sii??????? Jadi ga bisa mempertahankan apa yang dia punya. Kalo ada yang minta, kasih!
Kenapa juga kita disuruh ngajarin anak kita buat "ngalah" atau "berbagi" ? Kan bisa kita ngajarin anak kita buat ga iri, ga kepengen sama punya orang lain. Iya kan?
cc:threadamdulfahsusil
Tuntutan MK 272/PUU-XXIII/2025 itu memang meminta gaji pokok dosen untuk minimum di atas UMR.
Bu Cenuk dan Bu Dinda sudah benar memberikan kesaksian kalau gaji pokok-nya kecil.
Mereka mau terima tunjangan, sertifikasi, warisan orang tua, sumbangan, hibah, wakaf, sedekah, segala macam.
SEMUA TIDAK RELEVAN.
Kan memang gugatannya tentang GAJI POKOK?
Ini lo petisinya:
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9โ16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
๐
PRnya itu sarana prasarana di setiap sekolah disamakan, sehingga ga ada sekolah favorite... Semua sama, jadi ortu juga ga sampe hrs ngakali KK buat cari sekolah yg menurut mereka 'bagus'
Karena semuanya sama
Entahlah, aq kurang setuju klo Zonasi itu jelek...
Zonasi itu bagus lo niatannya... Pemerataan pendidikan
Catatannya, harus ada pemerataan kualitas sarana dan prasarana.
Di surabaya untuk SD & SMP sdh bagus, ada banyak jalur yg bisa ditempuh
Jalur nilai terlebih dahulu
kesalahan besar Nadiem Makarim waktu menjabat:
1. Ngacak kurikulum
2. Zonasi
3. Bikin sistem ga bisa ga naik kelas
4. Hampir menghapus pasal Tunjangan Profesi guru dalam draf RUU Sisdiknas 2022
5. Ngapus tukin dosen sekitar 4th-an
Kemudian jalur zonasi
Dan ketersediaan SDN dan SMPN juga bagus.
Jadi anak sekolah ga jauh dari tempat tinggalnya dari zonasi ini
Ortu nakal juga ada...
Ngakalin pake titip KK, tapi ada peraturan waktu minimal 1 thn di KK yg baru, jadi agak mending lah.
Dr. Cenuk Widiyastrisna Sayekti, S.H., M.H., LL.M., Ph.D.
Didzolimi dan diskriminasi oleh pimpinan di universitas
Gaji 3 bulan terakhir 3.3 juta dengan rincian:
> gaji pokok = 2.6 juta
> tunjangan lektor = 700rb (menurut Perpres Nomor 65 Tahun 2007 Lampiran I)
> artinya, uang makan & uang beras = 0 (???)
yang sangat sangat miris dari pernyataan beliau:
> semester depan (6 bulan) beliau tidak mendapatkan tunjangan serdos karena BKD dinyatakan tidak memenuhi. FYI. tunjangan serdos besarnya ยฑ1 kali gaji pokok.
> BKD dinyatakan memenuhi apabila aspek tri dharma sesuai ketentuan, meliputi Pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan penelitian.
Ironisnya pimpinan unitnya sendiri tidak memberikan surat tugas pengabdian yg beliau lakukan yg mana itu dipersyaratkan untuk menunjang pemenuhan BKD tersebut.
siapakah yang bertanggung jawab? Dekan kah? wakil dekan? kajur? kaprodi? ketua LPMB?
dan dengan alasan status kepegawaian tidak jelas??? padahal beliau sudah jelas statusnya, dosen tetap Non-ASN
> penelitian tidak diakui karena termasuk kegiatan ilegal??? skema internal kampus biasanya adalah hibah.. UNAIR sendiri yg menilai, UNAIR sendiri yg menentukan penerimanya, dan UNAIR sendiri yg memutuskan bahwa kegiatan beliau adalah ilegal?
> dan tahun 2026 ini, UNAIR masih membuka lowongan sekitar 55 formasi.. what??? nanti status kepegawaiannya bagaimana?
> dengan IPI 200 juta dan UKT begitu besarnya.. rasa-rasanya diskriminasi yang dialami oleh beliau tidak seharusnya terjadi
melaksanakan tri dharma PT tidak mudah, pengabdian kepada masyarakat tanpa surat tugas, artinya tidak ada insentif sama sekali dari kampus, lalu penelitian yg sudah jalan tidak dicairkan DIPA nya..
dengan 3.3 juta, hidup di kota besar dan untuk memenuhi tri dharma PT? sangat sangat tidak masuk akal...