Syarat kerja di pabrik aja
โ S1
โ IPK di atas 2,75
โ Tinggi minimal 158 cm
โ Tidak buta warna
โ Berpengalaman kerja minimal 1 tahun
โ Sehat jasmani rohani
โ Mampu bekerja di bawah tekanan
โ Gaji UMR
โ Berpenampilan menarik
โ Dapat berkomunikasi dengan baik
โ Bisa mengoperasikan DOS, Windows, Microsoft office, Adobe, Corel, Photoshop, AutoCAD, Ansys, CapCut
โ Bisa bahasa Inggris, mandarin, Jepang, Sunda, Jawa, Jerman
โ Siap bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan
โ Tidak masuk kerja sehari bersedia potong gaji, tidak masuk seminggu siap dipecat
Lha ini jadi wakil rakyat, background penyanyi, ga ada pengalaman bidang energi, trus mewakili rakyat; gimana caranya?
Pertanyaan bagus banget, dan ini sering muncul di obrolan tentang dinamika hubungan. Kalau dikulik lebih dalam, ada beberapa alasan kenapa pasangan dengan latar pendidikan โbiasa ajaโ justru kelihatan lebih awet:
1. Ekspektasi lebih sederhana.
Orang dengan pendidikan tinggi sering bawa standar tinggi juga ke hubungan. Sementara yang โbiasa ajaโ cenderung lebih fokus ke hal-hal dasar: saling ada, rumah tangga aman, anak-anak keurus. Jadi lebih gampang puas.
2. Mindset kebersamaan.
Pendidikan tinggi bikin orang lebih mandiri, bahkan individualis. Kalau nggak cocok, gampang bilang: โya udah pisah aja.โ
Sedangkan banyak pasangan dengan pendidikan rendah punya mindset: nikah ya seumur hidup, suka duka dihadapi bareng.
3. Faktor budaya.
Di banyak kalangan, perceraian dianggap tabu. Jadi, mau nggak mau mereka bertahan. Sementara di kalangan lebih terdidik, cerai sering dianggap sah-sah aja kalau hubungan udah nggak sehat.
4. Definisi bahagia beda.
Buat sebagian orang, bahagia itu sesimpel ada pasangan, ada anak, bisa makan.
Tapi kalau pendidikan tinggi, definisi bahagia bisa jauh lebih kompleks, misalnya harus ada growth, fulfillment, komunikasi ideal, partner sefrekuensi. Lebih kompleks = lebih gampang kecewa.
5. Keterikatan ekonomi.
Pasangan dengan pendidikan rendah biasanya lebih saling bergantung secara finansial. Jadi bertahan.
Sedangkan yang sama-sama mapan, lebih mudah ambil keputusan berpisah karena merasa bisa survive sendiri.
Nah tapi bukan berarti hubungan orang berpendidikan rendah lebih sehat, tapi memang lebih 'awet'. Awet dalam artian gak pisah aja.
Sedangkan yang berpendidikan tinggi sering lebih rapuh, bukan karena nggak bisa cinta, tapi karena mereka punya lebih banyak pilihan dan lebih berani buat nggak settle.
If weโre dating, I want to be your second priority. Your first priority should be you, your ambitions, your life, and your future. I want the best for you. Donโt let me be a distraction; let me be your motivation, your support, and your partner in growth.
[INSIDEN HANCURNYA OCEANGATE TITAN, KAPAL SELAM WISATA BANGKAI TITANIC]
Lima petualang & pengusaha kaya raya menjadi penumpang OceanGate Titan, kapal selam khusus untuk melihat bangkai legendaris kapal Titanic, 3810 m di bawah Samudra Atlantik.
Lima orang itu kemudian mati...