barusan lihat ada yang qrt kurleb katanya gini:
"SpongeBob was literally created by a Marine Biologist"
dan faktanya, benar. creatornya Spongebob, Stephen Hillenburg, adalah seorang ahli biologi laut sebelum menjadi animator.
dulunya Hillenburg lulus dari Humboldt State University dengan gelar di bidang perencanaan sumber daya laut pada tahun 1984, terus dia langsung mengajar biologi laut di Ocean Institute di Dana Point, California selama tiga tahun.
nah di Dana Point itulah Spongebob lahir.
selama mengajar, Hillenburg bikin komik edukasi berjudul "The Intertidal Zone" untuk ngedukasiin ke muridnya soal kehidupan kolam pasang surut.
nah, karakter di komik itu bernama Bob the Sponge, dan banyak karakter lain yang kemudian kita berevolusi jadi tokoh animasi di Spongebob yang kita kenal sekarang.
makanya beberapa karakter itu punya kepribadian yang sesuai banget dengan dunia asli.
misal kek patrick, dia tu memang bodo secara biologis. karena di dunia nyata bintang laut gapunya otak, sistem sarafnya juga sederhana banget.
dan masih banyak fakta laut lainnya yang Hillenburg terjemahkan di animasi spongebob 🌊❤️
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
(muslim only)
nahh. ini aqidah padahal tapi banyak yg salah paham :(
intinya kalo pake bahasa bayi :
semua yg terjadi di dunia ini, adalah takdir Allah. baik yg menurut kita baik maupun buruk, termasuk bencana dan musibah.
namun ada yg terjadi atas izinNya namun Dia tdk ridha & menyukainya (irodah kauniyyah), contoh : maksiat, kesesatan, kerusakan alam, dsb
ada juga yg terjadi atas izinNya dan Dia ridha & menyukainya (irodah syar’iyyah), contoh : perbuatan baik, kebajikan, rezeki, dsb.
adapun bencana yg terjadi, itu juga takdir Allah. buruk di pandangan kita, tapi juga sebagai pelajaran dan hikmah bahwa kerusakan akibat tangan manusia, bisa berefek musibah yg besar ke manusia itu sendiri. juga sbg penghapus dosa org org beriman. Allah sendiri membenci perbuatan kerusakan itu.
justru klo kita ga meyakini bencana ini sbg ciptaan & takdir Allah, maka artinya kita menafikan kekuasaan Allah. kalo bukan Allah, maka itu takdir siapa? ciptaan siapa? sedangkan tidak ada pencipta dan lebih kuasa daripada Allah.
tapi ingat, kerusakan ini lagi lagi hasil perbuatan dan pilihan manusia yg terjadi dengan izin Allah.
wallahu a’lam bishshowaab
temen-temen, just a little reminder: life is already exhausting enough, so please be mindful with your words, yaaa. happy weekend, selamat beristirahat.💗😊
kapan hari pernah baca komen orang: can mom live forever?
trus ada yang balas, i'd really want to say yes but don't you think she wants to meet hers too?
all this time, mom is just someone's daughter. we sometimes forget that
Musa sebenarnya lagi sangat lapar, haus, lelah, takut
Kemudian berdoa dengan sangat santun...
Kemudian dia dapat:
- Perlindungan
- Pekerjaan
- Jodoh
- Pendidikan
naisss! btw, kapan lalu ada temanku ngajak ngobrol soal rasa syukur.
katanya, orang sering salah paham soal rasa syukur. banyak dari kita mengira rasa syukur itu selalu muncul di akhir, setelah semuanya selesai.
padahal, syukur justru harus tumbuh di tengah jalan, di dalam proses itu sendiri.
katanya begini "syukur bukan cuma saat perut kenyang, tapi juga saat kita bisa memesan makanan, saat pertama kali mencicipi, saat menikmati setiap suapan, sampai akhirnya habis"
alhamdulillah bisa punya uang buat beli, alhamdulillah bisa ngerasain nikmatnya makan, alhamdulillah bisa menghabiskannya tanpa sisa.
kalau prosesnya aja ga dijalani dengan penuh kesadaran dan rasa syukur, gimana kita bisa bener-bener menghargai hasilnya?
kadang kita bilang “alhamdulillah kenyang” padahal di mangkuk masih ada kuah, dua bakso, dan potongan mie yang belum dimakan. itu bukan syukur yang utuh.
kita bersyukur atas hasil, tapi lupa bersyukur pada proses yang membawa hasil itu.
kalau gitu terus, ya lama-lama jatuhnya bukan syukur lagi, malah kufur nikmat. nikmat waktu, tenaga, dan kesempatan yang diberikan buat menikmati proses itu kita sia-siakan.
dalam islam, konsep ini mirip dengan ihsan. ihsan artinya berbuat sebaik-baiknya, seolah kita melihat Allah dan Allah melihat kita.
jadi, setiap proses yang kita jalani, sekecil apapun, kalau dilakukan dengan penuh kesadaran, niat baik, dan rasa syukur, itu sudah termasuk ihsan.
orang yang memahami konsep ihsan ga nunggu hasil untuk bersyukur, karena bagi mereka, proses itu sendiri sudah ibadah dan harus disyukuri.
makan jadi ibadah, bekerja jadi ibadah, bahkan hal sederhana seperti menuntaskan sesuatu dengan niat baik pun jadi bentuk syukur ke Allah.
semoga bermanfaat!
yourpal,
jellypastaa ♥️
Kosa kata bahasa Indonesia yang udah jarang kita denger:
- karcis (tiket)
- binatu (laundry)
- tustel (kamera)
- lup (kaca pembesar)
- korting (diskon)
- beres! (noted!)
atau masih ada yang pake kata-kata itu?😂
Video ini memberikan banyak pelajaran yang bisa kita pilih dan ambil. Dari perspektif ekonomi, kita bisa mempertanyakan apakah pilihan yang ditawarkan benar-benar setara dan masuk akal untuk seseorang dalam situasi seperti itu. Dari sisi psikologi dan sosiologi, kita bisa belajar bagaimana ketimpangan memengaruhi cara seseorang berpikir dan membuat keputusan. Ini dibahas secara mendalam dalam buku The Broken Ladder karya Keith Payne, yang pernah saya ulas sebelumnya.
Di buku itu Payne menjelaskan teori sensitivitas risiko: orang yang hidup dalam ketimpangan cenderung mengambil lebih banyak risiko. Ketidakpastian dan keterbatasan membuat mereka berharap untuk “melompat” beberapa anak tangga sekaligus karena mendaki satu per satu tampak hampir mustahil. Dalam situasi ketimpangan, bias tersebut sangat sulit dihindari, termasuk oleh kita sendiri bila ditempatkan pada situasi yang sama.
Namun, yang paling penting, video ini membuat kita belajar untuk memiliki empati dan mau melihat persoalan secara lebih mendalam. Kemiskinan sering kali merupakan hasil dari masalah struktural yang kompleks. Menganggap kemiskinan hanya disebabkan oleh kesalahan atau kebodohan kaum miskin adalah pandangan yang dangkal dan tidak berdasar. Jangan sampai kita terjebak kekeliruan berpikir seperti itu, karena hanya akan membuat kita ikut memperburuk keadaan alih-alih membantu menyelesaikan masalah.
2024
Jan - Sept mendampingi kakak allahuyarham sbg cancer warrior hingga detik terakhirnya. Ada kejutan pd minggu² terakhir, aku bisa ngasih kabar gembira 😭