Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. ๐งต
@soimcici @txtdarisugab MNC emg parah. Inget bgt ini katir pertama gw, 3 tahun kerja gak pernah maik gaji cuma gagara diatas umr 200K.
Sekarang, 10 Tahun kemudia masih jadi jurnalis, di TV juga, jadi Sen. Prod dapet segini
- Air bersihnya beli sendiri (buat minum beli galon, mandi dr sumur bor)
- Septic tanknya bikin sendiri
- Alat transportasinya mau gak mau harus py sendiri
- Bahkan utk melindungi diri dari polusi jg harus sendiri
Terus tiap tahun lapor NPWP ke negara buat apa ya?
Pada akhirnya menjadi mas-mas kantoran biasa dgn aktivitas monoton pergi kerja pulang kerja, memilih mengisi waktu luang dgn kegiatan yg gitu gitu aja tidak ada yg spesial, tidak terlalu terobsesi dgn apapun, sejatinya merupakan sebuah kehidupan ideal yg layak utk dinikmati.