alasan prabowo dirikan kopdes dan MBG tanpa naskah akademik/pilot project:
- ide sudah dipikirkan sejak puluhan tahun lalu saat bertugas di militer
- pernah lihat rakyat kelaparan di desa, bahkan ada yang meninggal
- yakin satu-satunya jalan jaga rakyat bawah adalah lewat koperasi
- alasan tanpa naskah akademik: masyarakat butuh solusi cepat
- baru bisa realisasi sekarang karena punya kewenangan sebagai presiden
- koperasi jadi solusi akses kredit bagi yang bermodal kecil
KOPDES DIPASTIKAN TAK JADI SUPERMARKET, JUAL BARANG SUBSIDI PEMERINTAH
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengatakan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas memutuskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKM) atau Kopdes tidak akan menjadi supermarket. Nantinya, Kopdes akan menjual barang-barang subsidi pemerintah.
"Kejagung jangan main-main, jangan buat rakyat bingung. Mana yang korup, mana yang mau menyelesaikan," ungkap salah satu orator dalam Aksi Geruduk Kejaksaan Agung. Ia juga menambahkan jika MBG tidak dihentikan, maka rakyat siap untuk berhenti bayar pajak. Karena duit rakyat telah digunakan untuk membayar koruptor.
#MBG #Watchdoc
Tabir gelap di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikuliti habis-habisan di ruang sidang Komisi IX DPR RI oleh MBG Watch. Fakta yang diungkap bukan sekadar mengejutkan, melainkan menjadi tamparan keras bagi narasi "ekonomi kerakyatan" yang selama ini didengungkan pemerintah. Proyek jumbo bernilai ratusan triliun ini nyatanya telah bergeser menjadi ajang konsentrasi kemakmuran bagi segelintir elit super kaya.
Berdasarkan data di lapangan, lima jaringan pemilik dapur SPPG terbesar saat ini dikuasai oleh yayasan-yayasan raksasa yang terafiliasi langsung dengan institusi kepolisian, militer, dan organisasi besar (seperti Yayasan Kemala Bhayangkari, Perserikatan Muhammadiyah, Manunggal Kartika Jaya TNI AD, ISDP, dan Adi Upaya TNI AU). Ribuan titik dapur potensial dikunci dan dimonopoli oleh entitas-entitas besar ini. Siapa pemenang sejati dari proyek MBG? Pemilik dapur dari kalangan elit super kaya. Lalu siapa korbannya? Para relawan SPPG dan pelaku UMKM lokal kecil yang ruang geraknya tereliminasi sejak awal dari ekosistem pengadaan.
Kondisi ini diperparah oleh absennya sistem pengawasan yang akuntabel. Berkaca pada negara lain yang sukses menjalankan program serupa seperti Brazil atau Kolombia, mereka memiliki lembaga pengawas independen yang diisi secara organik oleh orang tua murid, guru, masyarakat sipil, hingga pemerintah lokal. Di Indonesia? Jangankan pelibatan publik, regulasi kita sama sekali tidak menyediakan ruang bagi pengawas independen. Alih-alih diawasi bersama, yang terjadi justru ego sektoral dan gesekan antar lembaga penegak hukum yang sibuk berebut kewenangan mengusut korupsi di dalam program ini.
Ketika uang pajak rakyat diperas untuk mendanai pemenuhan gizi anak sekolah, namun distribusinya berakhir menjadi kavling proyek yang dikuasai lingkaran elit berkecukupan, kebijakan ini telah gagal secara moral dan struktural. Negara tidak boleh membiarkan inefisiensi dan monopoli terselubung ini terus berjalan dengan menumbalkan rasa keadilan publik. Bentuk Panja, audit total, dan hentikan ugal-ugalan tata kelola ini sekarang juga.
Video : tribun
Tabir gelap di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikuliti habis-habisan di ruang sidang Komisi IX DPR RI oleh MBG Watch. Fakta yang diungkap bukan sekadar mengejutkan, melainkan menjadi tamparan keras bagi narasi "ekonomi kerakyatan" yang selama ini didengungkan pemerintah. Proyek jumbo bernilai ratusan triliun ini nyatanya telah bergeser menjadi ajang konsentrasi kemakmuran bagi segelintir elit super kaya.
Berdasarkan data di lapangan, lima jaringan pemilik dapur SPPG terbesar saat ini dikuasai oleh yayasan-yayasan raksasa yang terafiliasi langsung dengan institusi kepolisian, militer, dan organisasi besar (seperti Yayasan Kemala Bhayangkari, Perserikatan Muhammadiyah, Manunggal Kartika Jaya TNI AD, ISDP, dan Adi Upaya TNI AU). Ribuan titik dapur potensial dikunci dan dimonopoli oleh entitas-entitas besar ini. Siapa pemenang sejati dari proyek MBG? Pemilik dapur dari kalangan elit super kaya. Lalu siapa korbannya? Para relawan SPPG dan pelaku UMKM lokal kecil yang ruang geraknya tereliminasi sejak awal dari ekosistem pengadaan.
Kondisi ini diperparah oleh absennya sistem pengawasan yang akuntabel. Berkaca pada negara lain yang sukses menjalankan program serupa seperti Brazil atau Kolombia, mereka memiliki lembaga pengawas independen yang diisi secara organik oleh orang tua murid, guru, masyarakat sipil, hingga pemerintah lokal. Di Indonesia? Jangankan pelibatan publik, regulasi kita sama sekali tidak menyediakan ruang bagi pengawas independen. Alih-alih diawasi bersama, yang terjadi justru ego sektoral dan gesekan antar lembaga penegak hukum yang sibuk berebut kewenangan mengusut korupsi di dalam program ini.
Ketika uang pajak rakyat diperas untuk mendanai pemenuhan gizi anak sekolah, namun distribusinya berakhir menjadi kavling proyek yang dikuasai lingkaran elit berkecukupan, kebijakan ini telah gagal secara moral dan struktural. Negara tidak boleh membiarkan inefisiensi dan monopoli terselubung ini terus berjalan dengan menumbalkan rasa keadilan publik. Bentuk Panja, audit total, dan hentikan ugal-ugalan tata kelola ini sekarang juga.
Video : tribun
momen fatimah debat dengan Qodari soal MBG :
Qodari : saya tanya ke mahasiswa, apakah ada opsi lain selain menanyakan sekolah mau MBG apa tidak?
fatimah : kenapa opsinya harus mau atau tidak?
fatimah : kenapa tidak di kasih program yang lain misalnya ditanya kesekolah mau MBG atau program UKT gratis sampai tamat ?
fatimah : apakah negara pernah memberi opsi seperti itu kepada sekolah?
fatimah : itu baru namanya negara demokrasi
Qodari : itu udah beda lagi dong, itu sudah diluar MBG
fatimah :........
Fathimah mempertanyakan mengapa Kopdes dan SPPG didahulukan di Aceh, sementara banyak sekolah dan bangunan masih hancur. Saat ditanya BEM UI, seorang anak memilih sekolah dibangun kembali daripada mendapat MBG.
"harus dipercepat, karena sudah lama sekali rakyat dijadikan korban janji, korban eksperimen program-program"
makasih fatimah inilah salah satu uneg2 kita
ini yang paling gwehh takutin kalo mahasiswa vs pemerintah yang one by one gini, karna nyerangnya bisa ke personal. fhatimah kata gw next jangan mau ambil discuss yg kaya gini, mending yang forum rame-rame, kasian liatnya 😭🙏🏻
The Clutch Kings 🇯🇵👑
Japan's victory over Canada, they extend their mind-blowing undefeated streak to 10-0. But the real story is in how these teams handle the ultimate pressure of a 5th set.
Japan has won 6 five-set thrillers. Even more insane? 5 of those were consecutive five-set wins! When games go the distance, Japan’s stamina, defensive scramble, and ice-cold transition plays make them look unbeatable. 🔥
#VNL2026 #volleyball #バレーボール
📸 Volleyball World
klarifikasi menteri koperasi soal kipas angin yang viral 1,8 triliun rupiah:
- saya tidak tahu pengadaanya
- tapi kalo lihat di shoppe ada merk imatsu yang harganya 11 juta rupiah
- 1 kipas = 11 juta
klarifikasi menteri koperasi soal kipas angin yang viral 1,8 triliun rupiah:
- saya tidak tahu pengadaanya
- tapi kalo lihat di shoppe ada merk imatsu yang harganya 11 juta rupiah
- 1 kipas = 11 juta