@PT_Transjakarta Ada alternatif gak ini ke pasar Minggu dari Pancoran yg ga perlu keluar halte dulu selain nunggu 9D yang gak tahu ada di mana bisnya...
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam ๐คฎ๐ญ
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang โgoodโ sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya โcewe Jepang harganya berapa?โ ๐คฌ
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini ๐คฌ
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita ๐ญ๐คฌ
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
Jumat, 8 Mei 2026, suasana sekolah-sekolah di Cakung, Jakarta Timur, berubah mencekam.
Ratusan siswa SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, dan SDN Ujung Menteng 03 yang biasanya riang gembira setelah makan siang program embege tiba-tiba merasakan badan lemas. Tak lama kemudian, gelombang mual, muntah, demam, dan diare menyerang mereka.
Menu hari itu dari SPPG Pulo Gebang mencakup bakmi Jawa ayam suwir, jamur crispy, pangsit tahu, semangka, dan lalapan. Bakmi Jawa pun jadi tersangka utama. Puluhan anak dilarikan ke Puskesmas Cakung Timur, RS Citra Harapan, dan rumah sakit sekitar. Ranjang pasien penuh sesak, beberapa anak bahkan berbagi tempat tidur. Total korban mencapai lebih dari 230 siswa dan beberapa guru.
Kondisi mereka kini relatif stabil, tapi trauma itu masih membekas. Program yang dimaksudkan untuk memberi gizi malah jadi mimpi buruk di Cakung. Semoga ini jadi pelajaran keras agar keamanan pangan anak-anak tak lagi dipertaruhkan.๐คจ
@Fahrihamzah@iwanpiliang7 Indonesia sebagai emerging economy dengan GDP per kapita ~$5.000 seharusnya tumbuh di atas 5% itu bukan prestasi luar biasa ... itu minimum expected,pak!
India tumbuh 6,5%+. Vietnam 6%+. Kita kalah dari benchmark peer group yang lebih relevan.
@Fahrihamzah@iwanpiliang7 Maaf... yang paling tidak jujur dari tulisan anda adalah:
Tidak ada satu kata pun tentang Rupiah Rp 17.400.
Ekonomi "tumbuh 5,61%" tapi mata uang kehilangan 12%+ dalam 18 bulan.
Dalam dolar terms, ekonomi Indonesia sebenarnya "menyusut" dalam purchasing power global.