TOKOH FIKTIF โ ๐๐๐ฆ๐ฃ๐๐๐ฆ๐๐ง : PERSETAN andai kata ribuan bangkai menyumbat kotak pesan, tetap senantiasa kuabadikan segala ๐ธ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป.
!2dfess Saya hendak mencari teman untuk berbicara santai. Sedikit info tentang saya :
- penyuka kesenian tradisional
- suka memasak
- wartawan
Berkenankah untuk menjatuhkan kata kunci atau dialog? Hijaukan tombol retweet untuk berinteraksi di lain waktu. / I-OC
@amouirfati [Message: Ayu]
โ Bffr vro ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
โ Bntr
Pada Ayu pun, aku masih menaruh sedikit curiga. Hanya demi menjaga kewaspadaan saja, berjaga-jaga kalau itu hanya jebakan. Maka, aku mengetuk tombol telepon pada kontaknya.
( !2DFess ) โโโ Mari, jangan sungkan 'tuk berteman dengan kami. Untuk lebih spesifiknya, berikan emoji โ๏ธ untuk sang suami atau โ๐ป untuk sang istri.
"Sepertinya... Foto-foto ini gua simpen aja dulu."
Taktis. Semua foto yang kuambil berhari-hari ini, aku simpan ke dalam sebuah arsip. Besok dan nanti lagi, arsip akan terus terisi.
"Kalau saatnya tiba, biar arsip ini jadi bukti."
Hati-hati,
tetap waspada,
jangan terpecah.
Fokus kita satu:
Menuntut para tikus dan pembunuh yang hidup berlimpah, di atas punggung rakyat yang diperas.
Suara harus tetap tajam,
tapi langkah harus tetap selamat.
#PolisiMusuhBersama#IndonesiaGelap#BubarkanDPR
@amouirfati "...Kek biasa, ya?"
Kehidupan mahasiswa. Sudah letih berkuliah, sibuk beraktivitas di UKM, masalah negara juga berdampak pada mereka. Aku pun tak terkecuali. Merasa berempati, aku mengecup dan membelai helaian merah jambunya.
"Gua juga, sih. Mending lepas aja sini sama gua."
@amouirfati diri dari kejamnya dunia. Biarkan aku menghargai kedekatan ini, kala kami sedang berdua saja di hari yang istimewa.
Wajahku turun. Kupertemukan bibirku dengan bibirnya, memberikan kecupan yang murni.
"@amouirfati, selamat ulang tahun. Gua doain semoga lu selalu sehat, tambah semangat, dan selalu selamat di jalan keadilan."
Menyerahkan sepotong tahu krispi yang ditancapkan lilin.
"Negara kita masih nggak baik-baik aja. Sementara ini, kita rayainnya kecil-kecilan, ya?"
@amouirfati "Siapa tahu."
Semoga tidak.
Aku harap kami senantiasa bersuara bersama. Menghadapi kejinya opresi tanpa tercerai-berai. Aku harap aku dapat selalu melindunginya, dan aku dapat selalu berada di dalam perlindungannya.
Setidaknya, untuk sementara ini, biarkanlah aku melenakan โ
@amouirfati Aku membalas pelukan itu sembari memejamkan mata. Telapak tanganku membelai kepalanya, helaian cerah nan lembut bak gulali mengalir di sela-sela jemariku.
"Sama-sama."
Sejenak aku mengecup puncak hulunya.
"...Tapi, lu ngomong gitu kayak kita mau kepisah gak, sih?"