presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
REPUBLIK INI SUNGGUH SESAK DAN BERISIK SEKALI DALAM 72 jam terkahir:
- nyinyiran kosong Seskab ke Pak Dino
- sidang panas di pengadilan Nadiem (sampe mati lampu)
- tuntutan geli-geli 2.5th kasus Andrie Yunus
- pencopotan si Botak Dadan sampe ditahan Kejaksaan
- kasus korupsi imigrasi, katanya wamen imigrasi hilang
- kurs Dollar/Rupiah cetak rekor Rp 18.000
Belum pernah semuak ini jadi WNI!😭🤬🫵🔥😵💫😇
tambah in satu lagi...
Pria ini sering ke mana-mana hanya pakai kaos oblong. Tidak pernah masuk daftar Forbes dunia. Tidak suka sorotan kamera. Tidak pernah berpidato di forum nasional.
Tapi dia mungkin adalah orang paling berpengaruh di Indonesia yang tidak pernah kalian dengar namanya di berita utama.
NAMANYA HAJI ISAM
Nama aslinya Andi Samsuddin Arsyad. Lahir di Batu Licin, Kalimantan Selatan, 1 Januari 1977. Anak keenam dari 14 bersaudara. Keluarga pas-pasan. Tidak bisa kuliah karena tidak ada biaya.
DULU:
Tukang ojek. Supir truk kayu. Penebang pohon. Buruh angkut di pelabuhan. Operator ekskavator. Buruh tambang.
SEKARANG:
Kekayaannya diperkirakan Rp101 triliun.
LIMA kementerian dalam kabinet Prabowo "disusupi" orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengannya.
Ini bukan cerita sukses biasa. Ini cerita tentang arti kekuasaan yang sebenarnya di Indonesia.
BAGAIMANA AWALNYA?
Tahun 2001 saat reformasi belum genap 3 tahun, Haji Isam bertemu Johan Maulana, pengusaha tambang batu bara lokal yang disegani di Kalimantan Selatan.
Dua tahun ia berguru di "padepokan" Johan Maulana.
Ia belajar cara mengelola tambang, mengatur logistik, dan berurusan dengan birokrasi perizinan daerah.
Tahun 2003 Johan memberikan pinjaman modal untuk menyewa alat berat pertambangan.
Lalu Haji Isam mendirikan CV Jhon Baratama dan mulai berkiprah sebagai subkontraktor untuk Arutmin Indonesia anak usaha Bumi Resources milik keluarga Bakrie.
Satu CV kecil yang bermetamorfosa dalam kurang dari dua dekade menjadi Jhonlin Group dengan sekitar 60 anak perusahaan. Gila? Tentu tidak, karena ada penjelasannya
INI BEBERAPA BIDANG USAHANYA:
- Tambang batu bara.
- Perkebunan sawit.
- Logistik.
- Kapal tongkang lebih dari 70 unit.
- Pelabuhan ekspor sendiri.
- Maskapai charter sendiri.
- Pabrik biodiesel.
- Pabrik gula.
- Perkebunan tebu 20.000 hektar.
HAJI ISAM BERBEDA DARI KONGLOMERAT BIASA
- Dia tidak menunggu izin dari Jakarta.
- Dia menguasai lapangan dulu, lalu Jakarta yang datang kepadanya.
- Pelabuhan ekspor batu bara dan CPO di Kalimantan Selatan dikuasai Jhonlin Group.
- Siapapun yang mau ekspor dari sana harus lewat infrastruktur miliknya.
- Siapapun yang mau bisnisnya bertahan di wilayah kekuasaannya harus mengikuti aturan mainnya.
- Dan karena supply batu bara Indonesia sangat bergantung pada jaringan logistiknya, maka pemerintah pusat pun "menyembahnya". Paham, sodare?
- Kalau jalur logistik Jhonlin terganggu, maka pasokan energi nasional terganggu. Indonesia bisa gelap.
MENGAPA EKOSISTEM POLITIKNYA SULIT UNTUK DIGOYAHKAN:
- Di tingkat lokal dia menyerap ribuan tenaga kerja. Membangun rumah sakit.
- Memberangkatkan ribuan warga umrah dan haji setiap tahun.
- Membiayai pendidikan anak-anak setempat.
- Menyelenggarakan program sosial massal.
- Warga lokal merasa Jhonlin Group adalah berkah nyata.
- Bukan pemerintah, tapi Haji Isam yang justru hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
- Jika ada tuntutan hukum atau aturan dari Jakarta yang mengancam bisnisnya, maka warga
akan dengan sukarela memasang badan, karena takut kehilangan mata pencarian.
- Perisai sosial yang tidak bisa dibeli oleh anggaran negara manapun.
JEJAK POLITIK DI TINGKAT NASIONAL
PEMILU 2019: Haji Isam masuk sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin.
PEMILU 2024: Dikabarkan menggelontorkan dana kampanye dalam jumlah sangat besar untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
Di saat konglomerat lain masih ragu dan cari aman Haji Isam sudah berpihak dengan manteb.
1. Mengganti semua menteri yang tak kompeten.
2. Kalau memungkinkan, ganti wakil presiden.
3. Menaikkan gaji guru dan mengangkat semua guru honorer. Duitnya dari mana? Dari MBG.
4. Ubah skema MBG menjadi untuk yang membutuhkan, bukan ke semua orang.
5. Mengganti semua orang di posisi-posisi penting dengan orang yang kompeten. Termasuk Buna.
6. Mengadili penjahat HAM yang itu. Iya. Yang itu. Ah. Sebut nama ajalah ya. Prabowo. Gitu.
7. Pembatalan program KDMP. Ini isinya mudharat semua.
8. Menghentikan akses kekuasaan dari adiknya no. 6.
9. Mengundurkan diri pada jam ke 23.
Nasib +62 seminggu terakhir :
- Putusan MK : Jakarta tetep ibu kota, gak jadi IKN
- Sambo Kuliah S2 di lapas
- Nadiem divonis 18 + 9 tahun
- Ibam divonis 4 tahun
- Andrie Yunus gak sopan dan ber etika, makanya disiram air keras
- Nonton Film Dokumenter dilarang
- Lembaga tinggi negara bikin cerdas cermat aja, juri nya blunder
Ada yg mau nambahin?
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa.
Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour.
Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan.
2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia.
2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka.
Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis.
Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia
13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut.
30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa.
April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya.
BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga.
--
Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Ibrahim Arief pernah terpilih sebagai 40 Under 40 Fortune Indonesia. Skrng, tragis betul nasibnya..
Via: Fortune
"Biasa dipanggil Ibam, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah bekerja pada sejumlah perusahaan teknologi Eropa kala mengejar gelar Master di benua itu dalam program Erasmus Mundus CIMET. Setelah pulang ke Indonesia pada 2016, dia bergabung dengan Bukalapak dan kemudian menduduki posisi VP of Engineering, VP of R&D serta melapor ke CTO dan COO.
Di sana Ibam, 39, turut membawa perusahaan all-commerce itu untuk tumbuh pesat dan mengubahnya dari perusahaan rintisan kecil menjadi unicorn teknologi yang beroperasi pada berbagai ranah mulai dari e-commerce hingga fintech. Di antara yang menjadi jejaknya di sana adalah pendirian divisi Litbang untuk AI yang mendorong transaksi tahunan tambahan senilai ratusan juta dolar AS.
Pada 2019, dia berlabuh di OVO, salah satu perusahaan fintech terbesar di dalam negeri, dengan tanggung jawab yang meliputi rekrutmen dan pengembangan tim.
Kini dia CTO di Govtech Edu Indonesia, membangun dan mengembangkan sebuah organisasi berisi sekitar 450 orang, serta melahirkan berbagai produk teknologi berskala besar untuk pemerintah Indonesia. Di antara produk-produk itu adalah sebuah superapp yang dapat mempercepat pembelajaran dan pengajaran berkualitas, hingga platform edukasi untuk jutaan siswa.
Ada cerita unik tentangnya saat menimbang pekerjaan di Govtech Edu. Saat itu, dia sebenarnya sedang didekati oleh Facebook, dan ditawari untuk bekerja di luar Indonesia. “Rencana awal saya adalah bertolak ke Eropa dan membangun karier saya di Facebook London,” katanya dikutip dari laman Medium Govtech Edu. “Tetapi, setelah menimbang-nimbang dan melalui proses pengambilan keputusan yang sulit, saya memilih untuk tinggal di Indonesia demi bekerja dengan Govtech Edu.”
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah.
🔥🔥🔥🔥🔥
@bung_madin Tahun ini baru jalan 3 bulan, tapi sudah ada 3 kasus jaksa yang kasusnya kontroversial. Kasusnya Hogi yg membela istrinya dari jambret, kasus ABK kapal yg dituntut hukuman mati karena penyelundupan narkoba padahal dia gak tahu2 apa, dan kasus ini. Semuanya sama, jaksanya guoblok!
Amsal sitepu: videografer yang dilawan negara
> be Amsal Sitepu
> videografer & pekerja kreatif dari Karo
> dituduh korupsi dana desa 200 juta
> ditahan dan diintimidasi oknum jaksa
> ngelawan balik, hari ini resmi divonis bebas murni
the project
> bikin video profil dokumenter buat 20 desa
> dapet kontrak bikin video profil desa (2020-2022)
> per video dihargai 30 juta (include drone, editing, crew)
> malah dituduh korupsi & markup sama kejaksaan
the "creative" logic
> jaksa nganggep harga video kemahalan
> ada argumen absurd di persidangan: "ide & konsep harusnya GRATIS"
> cuma alat & operasional yang boleh dihitung
the "brownies" incident
> pas lagi ditahan, didatengin oknum jaksa
> dibawain sekotak brownies cokelat
> bukan empati, tapi ngasih ancaman
> disuruh bungkam, "ikuti alurnya, tutup konten"
> diancam bakal "dibenamkan" kalau berani ngelawan
> amsal nolak tunduk, dibongkar semua di pleidoi
the comedy audit
> jaksa klaim negara rugi 202 juta
> di sidang ketahuan yang ngitung bukan BPK atau BPKP
> hitungannya dapet dari nanya staf komdigi
> kocaknya staf ini nggak pernah diperiksa pas penyidikan
> nggak pernah dihadirkan juga di persidangan
> JPU cuma asal comot angka
1 april 2026
> hakim PN medan ketok palu
> dakwaan JPU prematur dan cacat prosedur
> amsal sama sekali tidak terbukti korupsi
> bebas murni, harkat dan martabat wajib dipulihkan
Logika Jaksa penuntut umum bahaya banget ‼️
Jasa editing video dikasih harga Rp 1.000.000 di bilang markup. Jaksa bilang jasa editor harusnya Rp 0. Ini jadi alarm buat para editor dan para kreator.
Faktanya :
•Editor bekerja berjam jam
•Videografer bekerja berhari hari.
•Kreator bekerja dg skill, alat mahal dan pengalaman.
Ini bukan masalah hukum ini penghinaan terhadap "profesi kreatif"
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Guys ada beberapa momen di wawancara Najwa dengan Prabowo yang gw rasa perlu lebih banyak orang cermatin.
Bukan yang bagus-bagusnya. Tapi yang mengejutkan dan jujur tidak nyaman untuk didengar dari seorang presiden.
Pertama soal demonstrasi dan bom molotov.
Najwa kasih data ratusan mahasiswa dan aktivis ditangkap pasca demo. Penangkapan terbesar sejak reformasi. Dan aktor yang menyuruh tidak pernah terungkap.
Prabowo tidak jawab soal kenapa aktornya tidak pernah diusut.
Dia malah balik tanya ada yang ribut tidak soal bom molotov? Ada yang ribut tidak soal gedung DPR mau dibakar?
Najwa bilang banyak Pak yang protes.
Prabowo bilang enggak ada itu.
Dan mereka debat soal apakah ada yang protes atau tidak. Di depan kamera. Dengan nada yang semakin meninggi dari sisi Prabowo.
Presiden dan jurnalis berdebat soal fakta apakah ada pemberitaan atau tidak bukan soal substansi pertanyaannya.
Pertanyaan aslinya tidak pernah dijawab. Kenapa aktor intelektualnya tidak pernah ditangkap.
Kedua soal kritikan yang dianggap regime change.
Najwa tanya apakah semua kritikan terhadap pemerintah bermuara pada keinginan untuk regime change.
Prabowo bilang tidak semua tapi ada.
Lalu dia sebut Asia Tengah. Color revolution. Disinformasi dari negara-negara tertentu.
Dan kalimat ini yang menurut gw paling mengkhawatirkan.
'Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah. Itu namanya false flag operation.'
Ini diucapkan dalam konteks kasus Andri Yunus yang pelakunya sudah terbukti dan dikonfirmasi sendiri oleh Mabes TNI sebagai anggota Bais TNI.
Bukan spekulasi. Bukan rumor. Sudah dikonfirmasi institusi militer negara sendiri.
Tapi presiden membuka kemungkinan bahwa itu bisa jadi false flag.
Dan itu bukan pernyataan yang kecil. Karena kalau presiden sendiri meragukan fakta yang sudah dikonfirmasi institusinya sendiri bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelidikannya akan tuntas.
Ketiga soal 'kalau tidak suka bisa turun ke jalan.'
Ini yang paling bikin gw diam sebentar.
Di tengah diskusi soal kekhawatiran ruang demokrasi yang menyempit Prabowo bilang kalimat ini.
'Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.'
Konteksnya dia sedang bilang bahwa rakyat yang mendukung dia tahu kalau rusuh semua yang rugi.
Tapi framing-nya bisa dibaca dua arah.
Satu dia percaya diri karena merasa dukungan rakyat masih kuat.
Dua ada nada yang terasa seperti tantangan. Di saat yang bersamaan dengan konteks mahasiswa yang baru saja mengalami penangkapan massal terbesar sejak reformasi.
Ajakan untuk turun ke jalan dari seorang presiden — di tengah diskusi soal intimidasi terhadap pengkritik itu pilihan kata yang sangat tidak biasa.
Keempat soal 'saya korban juga.'
Ketika Najwa tanya soal ruang bersuara yang menyempit dan kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis Prabowo bilang satu kalimat yang gw tidak bisa lewatkan begitu saja.
'Saya ini korban juga.'
Lalu langsung pivot ke harga pangan yang terkendali di Ramadan.
Gw tidak tahu maksudnya persis. Korban dalam konteks apa. Diserang secara politik? Difitnah?
Tapi menyebut diri sendiri sebagai korban di saat yang sama ketika aktivis HAM yang luka bakar 24 persen dan korneanya rusak sedang dirawat di rumah sakit itu pilihan framing yang sangat tidak tepat waktunya.
Gw tidak bilang semua yang Prabowo katakan malam itu salah. Ada yang bagus. Ada yang jujur. Ada yang berani.
Tapi ada beberapa momen yang seharusnya tidak keluar dari seorang presiden di forum publik.
Karena kata-kata presiden itu bukan sekadar pendapat pribadi. Itu sinyal. Dan sinyal yang salah efeknya jauh lebih luas dari kata-katanya sendiri.