Ini nggak main-main ya, guys.
Yield obligasi pemerintah Indonesia sudah menembus 7,7%, level tertinggi sejak krisis pandemi Maret 2020.
Logikanya, kalau obligasi pemerintah saja menawarkan imbal hasil setinggi itu, perusahaan swasta harus menawarkan keuntungan lebih besar untuk menarik modal.
Akibatnya?
Biaya pendanaan makin tertekan, ekspansi tertunda, rekrutmen dibekukan, hingga akhirnya berujung pengurangan pegawai dan PHK.
Efek dominonya:
PHK akan menekan daya beli, konsumsi melemah, penjualan perusahaan lain ikut turun, lalu memicu PHK berikutnya.
Januari–September 2026 saja sudah tercatat 63.789 pekerja terkena PHK.
Kalau tekanan ini berlanjut hingga 2027, kita berisiko menghadapi gelombang PHK berikutnya yang jauh lebih besar.
November comes too soon.
Baru saja diresmikan tanggal 3 September 2026, Pabrik PT Build Your Dream (BYD) sudah direcokin Ormas, dengan Aksi Demo pada Rabu (28/10/2026) yang sangat berpotensi mengganggu psikologis investor dan jalannya investasi, karena Investor butuh stabilitas sosial dan keamanan.
Warga Subang Geruduk Pabrik BYD, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal!
Lebih dari 1.000 warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu menggelar unjuk rasa di pabrik mobil listrik BYD di Cipeundeuy, Subang, Rabu (28/10/2026).
Massa menuntut BYD memprioritaskan warga lokal dalam perekrutan tenaga kerja, menyeleksi vendor pengolahan limbah yang berizin, serta mengutamakan perusahaan lokal Subang.
Mereka menilai penyerapan tenaga kerja lokal masih minim, padahal kehadiran industri besar diharapkan mampu mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Usai aksi, massa berencana meminta DPRD dan Bupati Subang membuat aturan mengenai kuota tenaga kerja lokal di perusahaan yang beroperasi di Subang.
jadi gini guys, lagi banyak pinjol (pinjaman online) milik investor tiongkok di india yang bangkrut massal.
intinya, selama enam tahun lebih dari 100 aplikasi pinjol bermodal tiongkok di india rugi sekitar 7 miliar yuan, lalu keluar dari pasar. di masa jayanya, satu dari tiga pinjol di india ada modal tiongkok, dengan total investasi sekitar 18 miliar yuan. yang akhirnya angkat kaki lebih dari 95 persen
kenapa bisa rugi segede itu? karena banyak peminjam yang pinjam lalu kabur. kredit macetnya disebut di atas 50 persen, bahkan di aplikasi kecil sampai 80 persen. ibaratnya, kalau pinjamkan 100 dan balik 20 aja sudah dianggap hebat
ada cerita contoh tukang servis hp bernama rajesh. dia pinjam 8.000 rupee, uang masuk dalam 5 menit, lalu nomor hp diganti dan aplikasinya dihapus. waktu penagih menghubungi teman-temannya, temannya malah nanya "kamu pinjam dari aplikasi mana? aku mau pinjam juga". katanya rajesh pernah bilang kalimat yang viral: uang yang tiba-tiba muncul di hp, kenapa harus dibayar?
jurus penagihan yang dulu manjur di tiongkok juga gagal di india. di tiongkok, penagih menyebar kabar utang ke kontak peminjam, dan orang malu di depan keluarga dan teman jadi buru-buru bayar. di india, rasa malu itu gak sekuat itu, dan tekanan sosial malah jadi iklan gratis buat aplikasi pinjolnya
masalah bahasa juga ikut menyulitkan. india punya 22 bahasa resmi dan ribuan dialek, sehingga skrip penagihan dalam bahasa inggris dan hindi gak nyambung ke peminjam yang bahasanya lain
di akhir, penulisnya nanya dengan nada nyinyir apakah semua orang india itu penunggak utang. nah, ini generalisasi yang gak adil. satu cerita dan satu pasar gak mewakili satu bangsa
nah menurut kalian guys, bangkrutnya pinjol ini lebih karena model bisnisnya yang salah, atau memang risiko pinjol online yang gampang cair?
Sahabat Ubay bin Ka'ab memergoki jin berwujud remaja berkaki anjing yang mencuri kurmanya. Saat ditanya pelindung dari jin, makhluk itu menjawab: "Ayat Kursi".
Nabi ﷺ membenarkannya: "Ia berkata benar." (HR Al-Hakim dlm Al-Mustadrak, dari riwayat Sa'id bin al-Asy'ats, Shahih).
Jangan terlalu oversharing di medsos ya, Kak. 🤗 Aku punya pengalaman dulu sering oversharing di media sosial, tapi setelah memasuki tahun kelima pernikahan, semuanya berubah. Usaha mulai menurun, cicilan rumah nggak terbayar sampai akhirnya di-take over, semua aset habis terjual, dan utang mencapai Rp100 juta. Dari situ aku mulai belajar buat nggak terlalu banyak membagikan kehidupan pribadi di medsos. 😊 Sampai sekarang, sudah lebih dari tiga tahun aku dan suami berusaha bangkit lagi secara ekonomi.
I'm a little bit confused 🤔 he's reborn, grows up and finds his widowed wife... but she hasn't aged by the logical minimum of 20 years?
Title: Chances Are 1989 (let's find out)
Menjenguk Anak Bersama Suami Baru, Ada Cerita Apa di Baliknya? 🤔🤔
Seorang ibu datang menjenguk anak-anaknya yang tinggal bersama sang mantan suami, kali ini ditemani suami barunya.
Dalam podcast, sang ibu menceritakan kisah rumah tangganya yang telah berlalu, termasuk dugaan perselingkuhan. Namun, kita perlu ingat bahwa cerita yang kita dengar baru dari satu sisi.
Di sisi lain, anak-anak justru tinggal bersama ayahnya dan terlihat lebih dekat dengannya. Apakah itu berarti ada sesuatu yang perlu dipertanyakan? Belum tentu, karena kedekatan anak tidak bisa dijadikan ukuran siapa yang benar atau salah.
Pada akhirnya, kita tidak tahu keseluruhan cerita di balik rumah tangga mereka. Jadi, lebih baik menyimak tanpa buru-buru menghakimi, karena yang terpenting adalah kebahagiaan dan hubungan baik anak-anak dengan kedua orang tuanya.