...Padahal kalau beneran menyimak lengkap yah Ina Liem blunder.
Lebih blunder dari penampilan ketika menjadi saksi ahli kasus Nadiem.
Malah keterangannya kali ini seperti bikin Gibran semakin terpojok.
Lah dia aja gak yakin dengan bukti yg dimiliki Gibran...wkwkwkwk... (``,)
L'ambassadeur d’israël de l'ONU a été expulsé de l'Assemblée générale après avoir remonté l'allée centrale pour trouble et harcèlement contre l'orateur iranien.
Il était choqué qu'ils l'aient arrêté, il pensait que l’ONU lui a été promise y a 3000 ans
https://t.co/nind0qxw62
Kemarin saya komunikasi lagi dengan Prof. Mahfud menanyakan apakah masih mungkin Beliau menimbang maju sebagai Pemohon. Karena ada permintaan dari Prof. Jimly Asshiddiqie agar mengajukan tambahan Pemohon dari Paslon Anies, Ganjar, Mahfud.
Prof. Mahfud konsisten dengan jawaban awalnya, karena masalah etika, lebih memilih tidak menjadi Pemohon. Saya sangat mengerti pilihan sikap Beliau tersebut.
Kita tunggu, apakah Sembilan Hakim Konstitusi berkenan menegakkan keadilan hakiki yang tidak terkekang dengan masalah prosedural tenggang waktu, kedudukan hukum pemohon, kewenangan Mahkamah, dan finalitas putusan MK?
Mata rakyat mengawasi perkara ini, mata hati Sembilan Hakim yang akan menjadi pemutus akhirnya.
Salam Integritas!
He isn't Palestinian.
He isn't Arab.
He isn't Muslim.
He isn't brown.
Because you dont have to be to oppose genocide.
@macklemore risked it all to stand for a people he could have considered "other".
Lets stand by him.
Internet, do your thing. Make him more famous than ever.
Saya memonitor upaya gencar @dennyindrayana menggugat ijazah SMA Wapres Gibran di Mahkamah Konstitusi.
Sbg political scientist, saya memandang rakyat punya hak yang mutlak untuk mengetahui kualifikasi pemimpinnya, termasuk utk mengetahui apakah telah terjadi konspirasi pelecehan administratif thdp persyaratan kandidat cawapres, yang juga berarti pelecehan pemilu, pelanggaran hukum dan penistaan thdp demokrasi kita. Negara ini milik kita semua, dan kedaulatan berada di rakyat, bukan pihak manapun. Hukum dan peraturan yg berlaku bagi semua WNI juga berlaku bagi Gibran.
Gibran perlu memberikan klarifikasi thdp tuduhan Denny Indrayana, apapun konsekwensinya. Bahkan menurut saya, ini kesempatan bgai Gibran utk membuktikan kualitasnya sbg politisi/pemimpin, dan bagi rakyat utk menilainya sendiri.
Namun sampai kini, tidak ada respon apapun dari Gibran - berbeda dari ayahnya yg paling paling tidak memberikan respon thdp upaya serupa Roy Suryo dkk. Bahkan Wapres Gibran terkesan menghindar dan bersembunyi ketimbang menghadapi serangan2 ini, dan mengandalkan pembelaan orang2 yg sebenarnya juga tidak tahu apa situasi sebenarnya mengenai ijazah SMAnya.
Bagi saya, logikanya sederhana : Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang ? We expect more from our leaders. Bagi yg sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pd Indonesia. Something to think about.
https://t.co/cExwN57lUR
Mengatasnamakan inklusivitas, tetapi memilih sosok mantan tentara Zionis yang kehilangan kakinya sebagai wajah promosi. Sementara di Gaza ribuan warga, termasuk anak-anak, harus kehilangan anggota tubuh akibat serangan penjajah Zionis. Ini bukan kepedulian, ini standar ganda. Permintaan maaf saja tidak cukup. Boikot Adidas!
#BoikotAdidas