TENTARA YANG GALAK DI KOTA BIASANYA PENGECUT DI HUTAN
Ditegur karena diduga buang puntung rokok sembarangan di SPBU Oknum Anggota TNI ngamuk tak terima dan pukul Petugas.
Saran ini sangat praktis dan penting. Banyak orang baru sadar betapa berartinya dokumentasi setelah sudah kena masalah.
PLN datang ke rumah atau kantor adalah hal rutin—ganti meteran, cek instalasi, perbaiki gangguan, atau inspeksi. Tapi tidak jarang kemudian muncul “temuan” yang tiba-tiba membuat kita harus mengeluarkan biaya tambahan, digertak, atau bahkan dituduh melanggar standar. Kalau tidak punya bukti, posisi kita lemah.
Makanya kebiasaan ini wajib diterapkan:
- Foto dan video seluruh proses pengerjaan, termasuk wajah petugas dan identitas (ID card/name tag).
- Rekam dengan jelas apa yang mereka kerjakan, sebelum dan sesudah.
- Foto surat tugas atau dokumen resmi yang mereka bawa.
- Foto mobil dan plat nomornya.
- Simpan semua bukti di tempat aman (Google Drive, Telegram Saved Messages, atau cloud lain) beserta tanggal dan waktu.
Bukti seperti itu bisa menjadi penyelamat berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Kasus MCB yang diceritakan di atas adalah contoh nyata: ketika dituduh “tidak standar”, dia punya dokumentasi bahwa yang memasang justru petugas PLN sendiri.
Ini bukan soal curiga berlebihan. Ini soal melindungi diri sebagai konsumen. Perusahaan utilitas besar seperti PLN memiliki monopoli dan sistem yang seringkali tidak berpihak pada pelanggan kecil. Dokumentasi adalah senjata paling sederhana dan legal yang kita miliki.
Sebarkan tips ini ke keluarga, tetangga, karyawan kantor, dan pemilik usaha. Semakin banyak orang yang membiasakan diri merekam, semakin kecil ruang untuk “akal-akalan” di kemudian hari. Terima kasih sudah sharing, semoga semakin banyak yang sadar dan menerapkan.
Masak ga panik?
Paniklah 🥱
Menhut Akui Terima Amplop dr Bupati Kuansing, Klaim Sudah Dikembalikan.
“Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan dengan map, ya. Dan ketika beliau pergi, saya baru sadar dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa, tapi saya tidak, merasa tidak memiliki hak terhadap amplop tersebut,”
Kasus2 gitu banyak
Terima, kembalikan
Buktinya ga tau isinya apa?
Buktinya kembalikan apa?
Klo niat ga terima ya panggil, sanksi lah.. jelas2 modus suap kok...
Kita lihat aja KPK sekuat apa ato cm angguk2 spt biasa 😏
Baru dapat info dari sohib sy, Chief Abdul Mantep yg baru balik Unroh, bahwa ayahanda dari Mr Q (Moh Qodari) -- kawan seperjuangan sjk di kampus UI, sbg Genk Sumatera yg sy kenali jg adik2nya -- meninggal kmrn sore.
Dan disemayamkan di Pesona Kayangan Depok, tempat yg berkali-kali digunakan alumni2 KSM UI Ekaprasetya jumpa atau reunian.
Sejak jaman dahulu kala.
Ayah yg luar biasa! Terang jalannya ...
Belum sempat ta'ziah. Pagi ini masih ada jadwal sbg seorg jurnalis.
Innalillahi wa'inna ilaihi rojiun....
Memang sulit mengubah karakter Prabowo yang suka pergi keluar negeri. Kebiasaan keluar negeri seenaknya sendiri tanpa memperhitungkan kondekuensi itu sudah dia lakukan sejak muda.
Itu tercatat dari salah satu klausul rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) hingga Prabowo harus diberhentikan dari TNI karena sering keluar negeri tanpa izin atasan. Hal itu tercantum dalam dokumen DKP Nomor: KEP/03/VIII/1998/DKP (tanggal 21 Agustus 1998). Nampaknya karakter “nglencer” keluar negeri tetap dia teruskan.
Kalau dulu saja saat dia masih jadi tentara yang harusnya patuh karena memiliki atasan, tapi kenyataannya dibaikan, sekarang apalagi. Dia adalah penguasa tertinggi di negeri ini, sehingga tidak ada yang dia harus taati. Hanya keterpaksaan politik yang membuat dia tidak berbuat sekehendak hati. Jadi bung @dinopattidjalal tetaplah mengkritik dan menasehati tanpa harus berkecil hati jika tidak diikuti oleh orang yang memang “keras kepala” sejak dulu.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal