@LambeSahamjja Bukan soal laptopnya, bukan soal kaos kakinya.
Pertanyaan yang lebih penting: kenapa program makan bergizi tidak dirancang berbasis data gizi daerah sejak awal?
Saya udh bahas formulasinya di artikel berikut ini, silakan disimak.
https://t.co/oW8znIZZtC
✨ A Stage Where Love Is Forbidden ✨
Di atas panggung yang dipenuhi cahaya, ada satu aturan yang tak pernah berubah, cinta tidak memiliki tempat di sini.
Perasaan itu mungkin datang tanpa diundang. Tumbuh perlahan dari hal-hal sederhana, menjadi sesuatu yang hangat namun juga membingungkan. Sebab di balik semua itu, selalu ada batas yang tidak seharusnya dilewati.
Bagi mereka, ini bukan sekadar pilihan, tapi tanggung jawab. Di balik senyum dan penampilan yang sempurna, ada perasaan yang harus ditahan demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Dan bagi kita yang hanya bisa melihat dari bawah panggung, ini adalah tentang bertahan. Tentang memilih untuk tetap mendukung, meski tahu perasaan ini mungkin tak akan pernah terbalaskan.
Apa yang tak bisa mereka miliki, dan apa yang tak bisa kita ungkapkan, akhirnya bertemu dalam satu harmoni yang sama.
Bukan untuk dihapus, tapi untuk dijaga. Bukan untuk dimiliki, tapi untuk dimengerti.
Apakah kamu siap untuk tetap menjaga aturan ini bersama mereka?
#RHenaiKinshiJourei
#KimmyNoRenai
#JKT48RequestHour2026
Memang betul, AH itu representasi terbaik teknokrat dan Bahlil representasi terbaik dirty operator di kabinet sekarang.
Kalau sadar, Prabowo cukup rely dengan dua orang ini di luar circlenya. Kalau BGS saya ga berani ngomong, tanya dokter @ardi_tama1
Setuju.
CAT ini yang membuat meritokrasi di ASN jalan.
CAT ini macam imperial examination di Cina Kuno. Yang paling pinter, tahan banting dan punya niatlah yang harusnya jadi birokrat.
CAT di Seleksi CASN juga meminimalisir orang dalam dan titipan-titipan orang dalam untuk masuk ke birokrasi.
Apalagi kalau seleksi wawancaranya ditiadakan/dibuat lebih minimal nilainya wkwkwkkw.
mendengarkan seluruh wawancara, khususnya cuplikan ini, saya berpikir dan merenung panjang.
dan saya kira saya mesti mengoreksi catatan saya.
saya berpikir ini bukan lagi hanya tentang para pembisik atau orang-orang di sekitar pak prabowo. ini memang pak prabowo sendiri -dengan pendirian dan pandangannya sendiri. para pembisik dan orang dekat yg ABS hanya memperparah situasi ini. mungkin saya salah, tapi itu tercermin jelas dari wawancara sekian jam tersebut, dan cuplikan singkat ini.
and to all of you who have the responsibility of ensuring the president gets accurate information and acts accordingly, i bid you the best of luck and all the strength you need.
tetaplah sayang dan cinta pada negeri ini. tetaplah berisik. tetaplah kritik, bahkan protes, pada kebijakan pemerintah yang keliru -sembari terus berharap pemerintah mau memperbaiki diri dan memberi kesempatan orang-orang yang benar-benar mampu dan baik membantunya untuk itu.
kritik dan protes itu bukan makar. justru itu bentuk cinta terdalam kita pada republik ini.
The Japanese government has stated that they have 254 days of oil reserves.
If the Strait of Hormuz is closed for an extended period due to the ongoing war, it will be a very serious problem for Japan's economy.
https://t.co/0zFq8epuU1
Trump: 79 tahun
Khamenei: 86 tahun
Netanyahu: 76 tahun
Charles III: 77 tahun
Putin: 73 tahun
Xi Jinping: 72 tahun
Narendra Modi: 75 tahun
Erdogan: 72 tahun
Raja Salman: 90 tahun
Prabowo: 74 tahun
Pimpinan dunia saat ini terlalu tua-tua.
Kondisi perang saat ini tak lepas dari usia para pemimpin dunia saat ini. Perang bagi mereka adalah solusi.
Pelajaran dari CPNS sebelumnya, hampir semua jurusan ada, baik dari D-III, D-IV, S1 hingga S2, apalagi formasi-formasi umum seperti Analis Kebijakan Ahli Pertama yang buka di banyak Kementerian.
yang jadi masalah,
karena formasi umum, sementara kualifikasi pendidikannya beragam, materinya menjadi sangat luas.
Ini materi pokok SKB Analis Kebijakan Ahli Pertama:
Kemampuan Umum
1. Konsep dan Studi Kebijakan Publik
2. Manajemen Kebijakan Publik
3. Metodologi Riset Kebijakan
4. Analisis Kebijakan Publik
5. Dokumentasi Saran Kebijakan
Kemampuan Khusus
1. Publikasi Saran Kebijakan
2. Komunikasi dan Konsultasi Kebijakan
3. Pemetaan Stakeholder dan Advokasi Kebijakan Publik
Kalau mau melihat contoh soal untuk SKB Analis Kebijakan Ahli Pertama ada di https://t.co/b8FGwlY06e
Catatan:
Walaupun untuk formasi yang sama, setiap Kementerian pasti beda kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan, misalnya Analis Kebijakan di beberapa kementerian buka untuk kualifikasi:
S1 Desain Komunikasi Visual
S1 Ekonomi
S1 Ekonomi Pembangunan
S1 Akuntansi
S1 Hukum
S1 Hubungan International
S1 Ilmu Komunikasi
S1 Farmasi
S1 Kedokteran
S1 Kedokteran Gigi
S1 Keperawatan
S1 Kesehatan Lingkungan
S1 Kesehatan Masyarakat
S1 Manajemen
S1 Manajemen Pendidikan
S1 Kebijakan Pendididikan
S1 Teknologi Pendidikan
S1 Sains Aktuaria
S1 Statistika
S1 Statistika Terapan
S1 Teknik Sipil
S1 Psikologi
S1 Antropologi Sosial
S1 Agroteknologo
S1 Agroekoteknologi
S1 Agribisnis
S1 Ilmu Pertanian
D-IV Teknologi Laboratorium Medis
D-IV Kebidanan
DIV Studi Kebijakan Publik
kenapa di era sekarang, udah jarang banget yg ngomongin sekolah kedinasan?
dulu, padahal ini favorit buat sebagian banyak orang, karena lulusannya terkenal bisa langsung jadi PNS