Versi gw :
- invest leher ke atas (beli buku 1-2 bln sekali, kursus bhs asing, ikut kegiatan sosial, YT Prem buat nonton channel edu tanpa iklan)
- invest ke badan (olahraga renang, lari, dsb)
- diversifikasi investasi finansial (nabung valas, saham, cicil LM, dsb)
- scaling rutin min. 6 bln sekali+tambal gigi bolong
- threading alis sebulan sekali
- IPL underarm, dsb
- treatment wajah+badan (laser bekas jerawat badan jg masuk!)
- ga sering pake parfum apalagi di leher+nadi tangan (krn bikin gangguan tiroid dan hormon ga seimbang)
- belajar dress-up/grooming (ga seberapa cakep gpp, yg penting rapi+terawat)
- liburan/me time at least sebulan sekali
Lo ngerasa bosen mulu? itu karena jarang ngerjain side quest. Hidup itu nggak cuma kerja pulang kerja pulang plus rotting di tempat tidur doang.
Nih, 20 side quests yang bisa lo kerjain dikala bosen melanda.
by kata ibu ;
"kalo sakit hati sama seseorang jangan sampe dibacain "al-jabbar" , kasihan nanti balasannya, bahkan do'a ibunya pun nggak mampu nolongin" 🥺.
Ya Allah, Ya Jabbar Laillahailla anta subhanaka inni kuntum minnazholimin.
semoga Al-Jabbar ku menembus langit.
Orang miskin JAUH lebih kalkulatif daripada orang kaya, tapi justru ini yang bikin mereka susah keluar dari kemiskinan.
- Ga ambil kredit usaha bukan karena gamau berkembang, tapi kalo gagal bisa jadi keluarga ga makan
- Ga berani merantau, gabisa go big or go home, bukan karena kurang ambisius tapi kalo gagal gada yg bisa diandalkan
- Ga mau coba teknologi baru, bukan karena gamau berkembang tapi karena coba-coba itu hasilnya belum tentu
- Ga sekolahin anaknya bukan karena underinvestasi pendidikan, tapi sistem pendidikan yg dianggap gak bisa kasih jaminan orang selalu sukses ketika punya pendidikan tinggi
aku dulu pernah iseng ngajar les privat door to door
(disclmr: nominal hanyalah ilustrasi)
di keluarga A— minta rate Rp40.000 per sesi, itu pun setelah ibunya nawar a-lot.
selama sesi belajar, anaknya belajar ogah-ogahan, moody, kadang nunggu dulu dia 'siap' belajar dan waktu itu pernah paling parah bisa 60% sendiri dari durasi sesi yang aku sediakan. aku dapet suguhan minum air putih aja udah alhamdulilah, seringnya lupa tapi. mereka pernah beberapa kali cancel jadwal belajar yang sudah ditentukan sebelumnya, parahnya pernah cancel di tempat (aku udah datang di rumahnya tapi anaknya masih ada acara di sekolah dan nggak ada konfirmasi sebelumnya kalau hari itu cancel 😣), tanpa ganti uang kompensasi/transport dan ibunya cuma wa 'iya nih, dia masih ada acara sekolah kak, off dulu ya, tq', padahal aku udah sebelumnya ngosongin jadwal dan juga udah ngusahain jauh-jauh datang sampai depan rumah
di keluarga B— ibunya setuju sejak awal di rate Rp70.000 per sesi sesuai dengan yang aku ajukan dan itu rate standar/pasaran ngajar ke rumah waktu itu
anaknya disiplin belajar, secara kemampuan sebenarnya anak ini sedikit di bawah anak rumah A tadi, tapi anak ini lebih tekun, mau mencoba, aktif nanya, attitude baik dan dia udah siap belajar di waktu yang ditentukan. ortunya pun selalu nanyain mau minum apa plus selalu dikasih snack buat aku selama ngajar. nggak pernah cancel jadwal, apalagi cancel mendadak, sekalipun terpaksa cancel ibunya nawarin untuk ganti uang transport/ganti full sesi
sejak itu aku berprinsip, di bidang jasa - nominal rate itu bukan sekadar imbalan kita atas waktu, tenaga, pikiran dan biaya lain, tapi juga pemfilter mana konsumen yang beneran serius mau memanusiakan pakai jasa kita atau memang mereka cuma mental gratisan, mental mendang-mending, yang ketika diberi kerendahan hati di nominal lebih murah bukan menghargai kesempatan itu tapi malah beneran merendahkan pemberi jasa itu sendiri.
Aku nemu do'a yang bagus banget :
"Ya Allah, mudahkanlah segala sesuatu yang sedang aku alami. Berkahilah aku dengan rezeki yang melimpah. Tenangkanlah hatiku di setiap kekhawatiran. Kelilingi aku dengan orang-orang yang baik dan penyayang, serta ampunilah segala kekurangan dan kesalahanku."
Izin sharing, kemarin sempat beli Magnesium merk S**ar R*y dan hasilnya Ok.
Terus beli lagi (banyak) karena murah tapi dengan merk beda, ternyata salah beli kirain semua Magnesium sama.
Setelah diteliti lagi ternyata yang di beli adalah Magnesium Citrate.
Ternyata beda-beda tergantung darimana berasal dan kegunaannya.
Berikut tabelnya: