@angga_fzn diremehin gak bakal keterima di UGM lewat jalur SPMB, karena aku tesnya dari Sulawesi.
Sementara anak dari yang ngeremehin aku ini tes SPMB di Jawa dgn target kampus di Sulawesi, yg konon katanya punya kesempatan keterima lebih besar.
Hasilnya, aku lolos, anaknya enggak 😄
Selamat siang bapak/ibu para sahabat almarhum bapak @widodolestari meneruskan WA dari ibu Nani, istri alhamhum
Kulo ngaturi undangan, mbok bilih wonten wekdal, @Dapi_____@mbokberek_@WidyoLita@puspaswarna rencang2 kerso tindak Misa Pengetan 40 dinten sedane mas Widodo
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Siang ini saya makan siang dengan kenalan lama saya — Nova Pishesha, perempuan muda dari Singosari, Jawa Timur, yang kini menjadi Assistant Professor di Harvard Medical School. Di usianya yang muda, ia memimpin Pishesha Lab, laboratorium bioteknologi yang meneliti sistem imun dan nanobody, dan juga membangun beberapa startup biotech.
Jalan hidupnya seperti puisi tentang keberanian: berangkat ke Amerika dengan tiket sekali jalan dan uang yang tak cukup, memulai dari community college di San Francisco, lalu diterima di UC Berkeley dengan Regents’ and Chancellor’s Scholarship, beasiswa paling bergengsi di sana. Dari situ ia melangkah ke MIT untuk meraih PhD di Bioengineering, dan kemudian terpilih sebagai Harvard Junior Fellow: program yang melahirkan para profesor besar dan penerima Nobel.
Sampai hari ini, Nova adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah menjadi Harvard Junior Fellow.
Namun mungkin yang paling indah dari kisahnya bukanlah daftar prestasi itu, melainkan cara ia menapaki jalan panjangnya. Nova belajar bertahan di negeri yang keras, menjadikan sains bukan sekadar profesi, tapi cara untuk memberi makna. Ia percaya, perempuan tak butuh pembenaran untuk berprestasi — yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan.
Mungkin di sanalah keindahan sains berdiam: bukan hanya menemukan sesuatu yang baru, tapi menemukan cara baru untuk peduli. Kadang kemajuan tak lahir dari laboratorium yang sunyi, tapi dari ruang batin yang gelisah dan penuh harapan.
Di balik mikroskop dan tabung reaksi itu, ada keberanian untuk bermimpi: agar suatu hari nanti, ada anak perempuan dari kampung kecil lain yang berbisik pelan pada dirinya sendiri:
“Kalau dia bisa, aku pun bisa.”
Asap putih akhirnya mengepul dari cerobong Kapel Sistina, Vatikan, pada Kamis (8/5/2025) sekitar 18.08 waktu Roma.
Ini menandakan Paus baru telah terpilih dalam pemungutan suara yang dilakukan para kardinal selama konklaf.
Sebelumnya, asap hitam sudah mengepul dua kali sejak konklaf digelar pada Rabu (7/5/2025).
Usai asap putih muncul, pemimpin Gereja Katolik baru akan diperkenalkan kepada publik dari balkon Basilika Santo Petrus.
| Narasi Daily