Dari filosofi teras belajar bahwa dalam kehidupan ada hal2 yang bisa kita kendalikan (apa yang tergantung padaku), dan ada hal2 yang tidak bisa kita kendalikan (apa yang tidak tergangung padaku).
“Endasmu.. eh eh sorry sorry.”
Dia tuh tau rakyat mengkritik ucapan ga pantes dia saat pidato, tp di sini sengaja banget diucapkan dg entah apa maksud dan niatnya silakan nilai sendiri 😔💔
Terus diakhiri “Emang gw pikirin?”
Anjirlah ga ada harapan lagi klo gini mah 😩
Hasan : orang terdekatnya (Dadan) presiden saja ditangkap tanpa pandang bulu.
Fatimah : keberhasilan berantas korupsi bukan penangkapan seseorang tapi dari sistem, bukti gagalnya sistem orang terdekatnya presiden saja korupsi apalagi yang jauh disana?
Fatimah sedang memasak Hasan 🔥
Kritik tajam kembali menggema yang di layangkan oleh bang Ubedilah Badrun, ia menyoroti berbagai perubahan regulasi yang belakangan menuai kontroversi, mulai dari polemik jabatan Mayor Teddy hingga isu perpanjangan masa jabatan bagi anggota Polri di sejumlah posisi strategis.
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Untuk atasan baik hati yg udah neraktir makan siang semoga rezekinya semakin melimpah dan dimudahkan segala urusannya.
Untuk atasan lainnya yg tiba2 marah2 karena telponnya ga keangkat. Semoga hidupnya bahagia deh biar ga marah2 mulu.
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Habiburokhman Ke Dino Patti Djalal :"Jangan jadi si Paling KEMLU. Saya pikir gak ada ISTIMEWAnya juga Pak Dino"
Gila banget ini rezim, dikasih nasehat baik² bahkan dengan bahasa paling haluspun, kubu wowo serempak kesurupan..
Ini sekelas Pak Dino lho, gimana kalo rakyat, ya udah disiram air keras kalo gak diculik? 🙄
Seskab Teddy Indra Wijaya .
Letkol Kopassus, mantan ajudan Prabowo, nol pengalaman diplomasi ,
merespons Dino Patti Djalal dengan sindiran: "diplomat hebat, walau cuma 3 bulan jadi Wamenlu."
Oke, Pak Letkol. Kita bedah satu-satu.
Soal biaya: Lo bilang kelebihan biaya ditanggung "pribadi Presiden." Tapi pesawat kepresidenan, pengamanan TNI-Polri, hotel protokol, tim advance, logistik 50-60 orang , itu semua tetap APBN.
Yang "pribadi" cuma excess-nya.
Dan Prabowo sendiri yang tanda tangan Inpres No. 1/2025 yang perintahkan seluruh K/L pangkas perjalanan dinas 50%.
Guru nyuruh murid hemat, gurunya keliling dunia.
Soal rombongan: Lo bangga rombongan turun dari 120 jadi 50-60 orang.
Dino tidak pernah bicara soal ukuran rombongan. Dia bicara soal frekuensi , 1 dari 6 hari Presiden ada di luar negeri.
Lo jawab pertanyaan yang tidak ditanyakan.
Soal investasi Rp 2.430 triliun: Ini total realisasi investasi PMDN + PMA tahunan , tren jangka panjang yang sudah berjalan sebelum Prabowo menjabat, dipengaruhi hilirisasi, regulasi, dan iklim global.
Lo tidak bisa buktikan berapa dari angka itu kausal dari kunker.
Berdiri di bawah hujan lalu ngaku bisa mendatangkan air.
Soal sindiran "3 bulan":
Dino punya PhD dari London School of Economics, 26 tahun karier diplomatik, 3 tahun Dubes untuk Amerika Serikat.
Yang nyindir dia adalah seorang Letkol yang jabatan Seskab-nya lahir dari loyalitas, bukan keahlian tata negara.
Di negara yang sehat, Seskab dijabat teknokrat.
Di sini, dijabat ajudan yang merangkak naik karena setia , lalu nyindir diplomat doktoral soal pengalaman.
"Speak truth to power," kata Dino.
Yang menjawab justru orang yang hidupnya melayani power.
historically, as shitty as itbfess content gets, whether theyre talking about politics, cheating, sexual harassment or whatever, their real downfall is when they facing bobotoh🤣. itb students, especially the freshmen, just voluntarily flex their classism, elitism and racism LMAO
Kadang saya suka heran kenapa supporter Persib Bandung bisa sefanatik itu.
Tapi makin dipikir-pikir…
Persib memang bukan sekadar klub bola buat warga Bandung dan banyak orang Sunda.
Persib itu udah kayak identitas daerah.
Bahkan kadang Persib itu nggak cuma mewakili Bandung… tapi juga Jawa Barat.
Karena lucunya, kalau kita tanya orang Tasik yang kotanya punya Perikotas, atau orang Ciamis yang punya PSGC, bahkan daerah lain yang punya klub sendiri…
belum tentu tim utama yang mereka dukung klub kotanya 😭
bisa jadi tetap Persib Bandung.
Karena Persib udah terlanjur jadi simbol kebanggaan banyak orang Sunda.
Makanya jangan heran kalau match Persib itu vibes-nya beda.
Warung penuh. Jalan rame. Story Instagram biru semua. Bahkan orang yang biasanya nggak update bola pun tiba-tiba muncul 😭
Dan fanatisme Bobotoh juga bukan muncul tiba-tiba.
Ini diwarisin turun-temurun.
Ayah ngajak anak nonton. Anaknya tumbuh pakai jersey Persib. Nanti pas besar, dia ngajak anaknya lagi.
Jadinya support ke Persib terasa beda.
Bukan cuma “suka klub bola”…
tapi kayak bagian dari rumah sendiri.
Makanya orang Bandung bisa: belum makan, belum gajian, belum move on…
tapi kalau Persib main tetap dicari 😭
Dan kalau dipikir-pikir, fanatisme Bobotoh ini mungkin paling mirip sama: Liverpool di Inggris, Napoli di Italia, atau Boca Juniors di Argentina.
Karena klubnya bukan cuma hiburan…
tapi harga diri kota 💙
src img :@persib
Dago elos diserang aparat, gas air mata, bahkan peluru ke pemukimann, SAYA DIAMM.
Sukahajii mencekam dibakarr, SAYA DIAMM.
Tapi hari ini gara-gara konvoi saya gabisa pesen gopudd. SAYA AKAN LAWANN!!
2019 waktu aksi RUU KPK barudak pernah konsolidasi di kampus manehna tp pas datang kaditu budak ITB eweh hiji2 acan nu nolol. Pada akhirnya setelah luntang lantung di ITB kami konsolidasi di angkringan hareupeun kampus manehna. Ekslusif pisan eta kampus😅
@mengbal saya beberapa kali ikut konsolidasi aksi demonstrasi kampus sebandung raya, gapernah sekalipun keliatan anak itb. oh pernah waktu itu cm sekali, dan apa?yap mreka sangat meng ekslusifkan diri, pengennya titik evakuasi di ITB. akhirnya apa? waktu udah di titik evakuasi? ya diusir!
ITB kalau aksi kelamaan kajian, minim militansi, nafas pendek, berasa paling wah, dan gapunya solidaritas.
Alasan gamau nampung aktivis luar yang dikejar2 plokis kecuali pake almet was low af, cuma gara2 trauma parkiran SR dijadiin tikum anarko waktu aksi omnibus law dulu