KITA BUKAN KARYAWAN DALAM BERNEGARA
Jangan mau disamakan kehidupan berwarganegara dengan kehidupan ngantor.
Emangnya KAMU DIGAJI ama negara?
Yang ada KAMU TU DISURUH BAYAR PAJAK untuk MENGGAJI PENYELENGGARA NEGARA.
Modal dan biaya operasi negara itu dari kita. Kita ini INVESTORNYA.
Jadi ya BERHAK UNTUK BERSUARA.
Yang namanya investor ya ga mau tau, dia serahkan ke wakilnya (CEO) untuk beresin dan urus perusahaannya.
Sebagai rakyat kita ini BAYAR pejabat bukan DIBAYAR.
Stop berpikir kayak kita ini kacung pejabat. Mereka itu kita yang BAYAR.
Mbakku (sahabatku) wong solo lulus MBA di Jerman umur 46 & kerennya di umur 50 malah ausbildung erzieherin..
Skg udh 56 sambil jd guru TK, sambil ausbildung UX..
We can become anything we want in Deutschland 🙂✨
Bukti beberapa keluarga sulit keluar dari lingkaran kemiskinan struktural
karena mereka bener-bener tdk punya privilege & awareness untuk menghadapi hal-hal lain selain bertahan hidup ☹️
Terima kasih sender buat bantuannya, semoga kebaikan km membuat km dpt banyak kebaikan lain
Ada, termasuk gue umur 27 tahun skrg. Udah ribuan lamaran dan puluhan interview dari lulus sampe sekarang, gak pernah kepanggil. Rasanya tiap hari pengen mati nahan malu ke orang tua dan tetangga. Dan jujur postingan ini triggering banget dan tone deaf.
@baseconvo ga ada hubungannya derajat sama darah haid.. darah haid sama aja kaya darah kalau luka.. pake logika aja darah haid dicuci apa ga kontaminasi? Tinggal lipat tutup, masukin plastik, buang. That's it. Sama kaya popok emg ada popok dibilas begitu? Perdebatan gak guna anjir..
@kdrama_menfess Ni bukan film serius ye? Gw cari2 nemu trailer resminya cuma berita2 yang mana dari sumber berita indo semua, itupun liat clip lebih kaya fanfilm bukan kaya film serius..
@_Hrst Big flex emang ga pernah suka sctv.. isinya cuma sinetron sampah dan infotainment sampah nothing is worth watching selain liputan 6 and that's saying A LOT karna liputan 6 pun masih ada aja ngurus seleb..
Kalau benar negara sedang sulit, seharusnya pengorbanan dirasakan bersama. Bukan rakyat yang terus diminta memahami, sementara fasilitas untuk penguasa dan aparat tetap berjalan tanpa kompromi.