Oki Rengga membagikan cerita di Threads setelah membeli Pertamax. Kurang lebih, seperti ini percakapannya dengan petugas SPBU:
"kemarin pagi ngisi bensin lah aku, iseng kutanya abangnya, pertamax udah naik ya bang? iya bang oki udah mulai naik, memang anjingnya ini refleks kubilang, abang itu nyambut, memang kontol ini bang, terus dia, eh maaf bang, hahahahaha tiba tiba ketawa kami berdua. agak kaget sih, dia ternyata emosi juga."
⚠️ WARNING ❗[Sensitif & Disturbing]
Video: https://t.co/1WQou61OYg
DELI SERDANG – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan di Jalan Jamin Ginting, tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (17/7/2026), berujung tragedi. Berdasarkan data terbaru dari Polda Sumatera Utara, insiden maut tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Enam korban luka dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan karena membutuhkan perawatan lebih lanjut, sementara dua korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Sibolangit.
"Empat orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka dirujuk ke RS Adam Malik, dan dua orang dirawat di puskesmas," ujar Ferry, Jumat (17/7/2026).
Menurut Ferry, kecelakaan tersebut melibatkan sembilan kendaraan yang terdiri atas satu unit truk fuso bermuatan galon air mineral, dua unit truk colt diesel, lima unit mobil minibus, serta satu unit sepeda motor. Truk fuso yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan dikemudikan oleh Ilham (50).
Saat ini, pengemudi truk telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mendalami dugaan adanya kelalaian maupun faktor teknis kendaraan.
"Saat ini sopir diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Ferry.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak yang berada di lokasi sempat menyampaikan data awal korban. Saat itu, korban yang tercatat berjumlah sembilan orang, terdiri atas dua korban meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan lima lainnya luka ringan. Namun, setelah proses evakuasi dan pendataan lanjutan, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.
"Semua korban sudah dievakuasi, sembilan-sembilannya. Jadi totalnya sembilan korban, dua meninggal dunia, dua luka berat dan lima luka ringan," ujar Calvijn.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipicu truk fuso bermuatan galon air mineral yang mengalami rem blong saat melaju dari arah Kabupaten Karo menuju Kota Medan. Truk yang melintas di jalur menurun itu kehilangan kendali hingga menghantam sejumlah kendaraan di depannya dan memicu tabrakan beruntun.
"Dugaan awal bahwa sopir yang mengendarai truk berisi galon air mineral dari Karo menuju Medan mengalami rem blong," jelasnya.
Sesaat setelah kejadian, pengemudi truk langsung diamankan oleh petugas dan dibawa ke Polsek Pancurbatu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Sopir yang mengendarai mobil galon minuman mineral itu sudah diamankan satu orang, sedang kita interogasi," tambah Calvijn.
Pantauan di lokasi menunjukkan dahsyatnya benturan yang terjadi. Beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah, bahkan sejumlah truk tampak terguling di badan jalan, tepat di depan kawasan wisata Hillpark Sibolangit. Pecahan kaca, serpihan bodi kendaraan, dan muatan yang berserakan memenuhi lokasi kejadian, sementara warga memadati area sekitar untuk menyaksikan proses evakuasi.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting sempat mengalami kemacetan panjang. Personel kepolisian diterjunkan untuk mengatur arus kendaraan secara manual sambil menunggu proses evakuasi bangkai kendaraan menggunakan alat berat.
Sebelum data korban diperbarui, Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Widodo mengungkapkan kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Laporan awal yang diterimanya saat itu menyebut tabrakan beruntun melibatkan sekitar lima hingga enam kendaraan roda empat.
"Betul, tabrakan beruntun. Ada sekitar lima sampai enam mobil," ujar Widodo.
Tadi lagi beli ayam kampung giling buat MPASI bayi. Sebelum mulai menggiling, abang penjualnya bilang, "Sebentar ya, saya bersihin dulu mesin gilingnya. Soalnya ini buat bayi, harus lebih higienis."
Kupikir bersihinnya cuma sebentar, ternyata beliau benar-benar mencuci mesinnya sampai bersih dan lumayan lama. Hal yang mungkin terlihat sederhana, tapi perhatian kecil seperti itu rasanya sangat berarti. 🫶
@yappingfess Kalo ini ceritanya bener bukan karangan,
Kemungkinan istrinya itu pathological liar atau bahasa beken nya mythomania.
Itu jenis kelainan mental yg emang kebykan diderita cewek2,
Kalo di kasus ini sepertinya dia kecanduan perasaan empati/simpati dr orang2
Suek, gw kok jadi diancem" gini. Jadi takut anjir, banyak yang dm gw begini. Emang kalo punya kuasa sama duit attitude kaga ada ya? Parah banget😔😔.
Jadi malu gw ngeliat anak hukum begini
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.