The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
Taufik Hidayat jilid dua!!! Bedanya, yang ini pelakunya polisi.
Bayangin, istri sendiri disiram air keras, dicekokin sabu bahkan dipaksa memproduksi narkoba. Engga berhenti di situ, korban juga alami kekerasan baik fisik dan seksual.
Penderitaan ini dialami korban dari 2023. Pelakunya AKP N, polisi aktif Resor Tegal.
TW // penganiayaan berat
DICARI: BURON PENYEKAPAN & PENGANIAYAAN TERHADAP PACAR
- Korban: YTR / YTT (perempuan, 29 tahun), KTP Antapani (Kota Bandung), lama tinggal di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
- Pelaku: TH / T (30 tahun), diduga kekasih/pacar korban yang sering mengaku sebagai suami.
- Lokasi penyekapan: Indekos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
- Durasi penganiayaan berat: Sekitar 3 tahun (mulai hilang kontak sejak 2023 setelah berkenalan di konser musik di kawasan Pasteur, Bandung).
(1)
Foto terduga pelaku:
dengerin iniii ๐ญ. kalian bisa denger vocal mereka jelas banget ๐ญ bahkan ga kedengeran backtracknya (malah kaya ga make backtrack). dan suara mereka se stabil itu?? sebagus ituu?? GILA GAK SIH GRUP 5 BULAN INI RUGI BANGET GAK STAN
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam ๐คฎ๐ญ
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang โgoodโ sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya โcewe Jepang harganya berapa?โ ๐คฌ
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini ๐คฌ
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita ๐ญ๐คฌ
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
Biadab.. !! ๐ก๐ก๐ก Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
โKondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,โ ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di https://t.co/sQhrdmxzRA
Para guru honorer mengaku kecewa dan merasa kurang dihargai atas dedikasi mereka. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak adil, mengingat peran penting guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.