An Arabic proverb says; “Keep your house clean like you're expecting guests.Keep your heart clean like you're expecting death.” This hits deep, a reminder we often forget.
Gue kemarin baca novel Crazy Rich Asians. Ada ucapan dari Eleanor Young yang nyantol di kepala:
Bahwa momentum itu lebih menentukan jadi/tidaknya sebuah hubungan ke pernikahan. Dari sekadar besaran rasa cinta itu sendiri.
Misal, pas sekolah / kuliah suka banget banget sama seseorang. Tp lu ga siap mental, pikiran, ekonomi, dsb. Pokoknya ga ready aja. Segimanapun berdua saling suka, kalau momentumnya ga pas, ya bisa aja bubar. Misal, pacaran tp jadi posesif atau suka berantem krn blm siap utk difficult conversation.
Tp kalo udh nemu momentumnya, misal udah stabil kerjaannya, udah lebih dewasa, dsb, maka lu bs aja nikah sama seseorang yang cinta-nya "just ok", ga harus menggebu2 kayak pas first love jaman muda dulu.
kmrn siang aku silaturahim ke rumah mbah (kakaknya kakungku). kira2 udah 3 tahun ini tiap lebaran beliau sendiri, cm ditemenin kucingnya yg setia bgt di sebelahnya, setelah suaminya meninggal dan anak2nya gada yg tinggal di sana —
dan setiap tahun di perjalanan pulang dr sana, aku selalu kepikiran. kiranya gimana ya nanti masa tua bapak ibukku kalau aku berjodoh sm lelaki dr daerah yg jauh dan harus ikut suamiku😔 masku bisa gak ya “ngopeni” bapak ibuk di saat aku harus berbakti ke suamiku kelak😔🥹
@nelavirdiasr gak. mau orang baru aja tp yg aku gaperlu berusaha kerass buat jelasin semuanyaa dr awal tp dia yg pelan2 ngertiin aku tanpa nuntut ini itu
hidup cuma sekali.
so it's okay kalau kita pernah salah.
salah pilih, salah percaya, salah langkah, it's part of learning.
asalkan you learn and move forward, that's already brave. that's how you take responsibility for your life.