Iyes, ini namanya commodification of intimacy, jd semacam eksploitasi ekonomi berkedok kebahagiaan. Dan hal ini bekerja dgn cara mengaburkan batas antara subjek dan objek.
Fans k-pop Indonesia yg seharusnya jd subjek yg menikmati seni, malah berubah menjadi objek pasar agensi dan ekonomi volume Korea.
Secara ekonomi, industri k-pop itu sukses bukan krn mereka menjual musik, tetapi karena mereka menjual ilusi kebahagiaan dan kepemilikan emosional.
Menurutku, menyadari kesalahan logika dlm industri k-pop bukan berarti kamu berhenti menyukai musik atau idolamu. Sadar logika adalah proses mengembalikan posisimu dr komoditas agensi menjadi sosok konsumen yang berdaulat.
Gimana sadar logika itu? Ya stop jadi fanatik. Bersikaplah kritis.
Sebab kebahagiaan di luar diri adalah kebahagiaan yang rapuh. Sebab kamu nggak bisa mengatur perilaku orang lain atau dinamika dunia idolamu.
Jika sumber kebahagianmu hilang, berubah, atau mengecewakanmu krn skandal idola misalnya, maka fondasi kebahagiaanmu langsung hancur gitu aja dan kamu akan jadi tawanan dari situasi luar dirimu.
Semangat!๐
I mean, liat aja ruang belajarnya begini ๐ฅน
Mana sekeluarga baik semua ๐ฅน pernah disuguhin makanan langsung sama papahnya alias yang punya rumah ๐ฅน semoga mereka diberikan keberkahan dunia akhirat ๐ฅน๐
gue tau sih di dunia inj banyak banget cerita aneh cuman kek gak nyangka aja gue kalo salah 1 cerita aneh yg suka gue baca di x itu terjadi depan mata gue sendiri.
kadang gue suka mikir, tp entahlah bingung
Besok sidang putusan untuk Laras
Sidang pembuktian untuk Pedro dkk
Sidang pembelaan untuk 60 tapol Jakarta Utara
Sidang pembuktian juga untuk tahanan Jakarta Pusat
Dan masih banyak sidang lainnya di daerah lain
Belum berakhir, sama sekali belum berakhir
@hansdavidian Sebenernya kita juga punya daun kelor untuk di branding jadi berkelas juga.
Bisa ekspor juga karena efek triptofan, flavonoid, dan magnesium nya yang bikin rileks.
Dari yang tadinya buat ngepret ngepret gendruwo, mungkin nanti bisa jadi mesin uang yang bagus ๐
dulu gue pas kelas 6 SD sama kelingking aja kecilan gue, lah ngeliat bocah2 SD sekarang pada setinggi-tinggi harapan bangsa begini kek.
stunting is reall ๐ฅฒ
@karirfess sepatu.
semasa gue sekolah sepatu adalah brg termahal yg hanya kebeli sekali n itu gue awet2 sampe sol depan nya abis n bolong tp gue g bilang ortu.
setelah dewasa gue bisa beli sepatu gue dg harga 2jt n nangis bareng kaki 2 gue saat itu wkwk skrg gue punya bbrp sepatu yg nyaman.
@meaniemanimoo@kristoimmanuel terjadi sama gue, bayangin waktu itu gue SD th 2000 an dr kelas 3SD sampe 5SD temen gue cuma 2, itupun gue di jauhin karena gue nemenin 1 dr 2 org temen yg gue punya karena dia Nonis n 1 nya anak mami. sdg gue sendiri td nya masjh djtemenin tp ya gitu agak di bully karena miskin.
Kalau bukan anggota, ya diusut. Karena meneror rakyat itu jelas perbuatan kriminal.
Lha, Laras dihukum 1 tahun karena dianggap memposting "teror", tapi kalau rakyat yang diteror kok dibiarkan?
Banyak yg kurang paham, bahwa yang dikritik Pandji adalah kita, warga negara yg selama ini abai dg politik, yg menyebabkan terpilihnya sosok-sosok ajaib sebagai pemimpin dan pejabat. Ga usah berharap pada sosok Satria Piningit. Kita, rakyat, sang Satria Piningit itu.
gak ngerti sama orang2 di apps ini deh, kenapa semua-muanya jd disangkut pautkan sama siapa kek? g bisa fokus aja sama perkara nya aja gitu? kek seolah 1 org yg salah yg gtau apa2 kudu ikutan benci ya Gusti ini udah 2026๐ฅฒ